Rabu, 21 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
Jaya Purnama
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

BRI Perluas Pembiayaan Usaha, dari Calon Pengusaha hingga Industri Pangan

Oleh Jaya Purnama · 20/10/2026 · 4:29 pm
BRI Perluas Pembiayaan Usaha, dari Calon Pengusaha hingga Industri Pangan
♥ Dukungan
Daftar Isi 5 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta Selatan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas akses pembiayaan usaha melalui ekosistem holding ultramikro. Dukungan ini menjangkau masyarakat yang baru merintis usaha hingga pelaku bisnis berskala besar, termasuk koperasi dan industri pangan.

Melalui ekosistem tersebut, BRI menghubungkan kebutuhan pembiayaan berbagai pelaku usaha sesuai skala dan tahap perkembangannya. PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Pegadaian, serta unit bisnis BRI mendukung pembiayaan bagi segmen yang berbeda.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan pendekatan tersebut dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026 pada Senin (19/10). Menurutnya, dukungan pembiayaan dapat dimulai sejak seseorang memiliki niat untuk membangun usaha.

Selain mendukung pengusaha pemula, ekosistem ini juga membuka peluang pembiayaan bagi peternak, koperasi, dan industri pengolahan. BRI mencontohkan penerapan skema tersebut dalam ekosistem susu sapi perah di Malang.

BRI Perluas Pembiayaan Usaha melalui Holding Ultramikro

Akhmad mengatakan PNM dapat menjangkau masyarakat yang baru berniat memulai usaha. Selanjutnya, Pegadaian dan unit bisnis BRI melayani kebutuhan pembiayaan pada skala yang lebih besar, mulai dari segmen mikro hingga korporasi.

“Mulai dari masyarakat yang baru berniat saja, itu sudah ada pembiayaannya melalui PNM. Kemudian ada juga skala yang lebih besar, Pegadaian, mikro, small, dan seterusnya hingga korporasi,” kata Akhmad dalam forum tersebut.

Pendekatan ini menempatkan pembiayaan sebagai bagian dari perjalanan usaha. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses dukungan sesuai kebutuhan dan perkembangan bisnisnya.

Di sisi lain, keterhubungan antarpelaku usaha menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem tersebut. Pembiayaan tidak hanya menyasar individu, tetapi juga mendukung lembaga dan perusahaan yang berperan dalam rantai produksi.

BRI juga memiliki peta jalan pembiayaan yang menempatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai prioritas. Akhmad menegaskan bahwa porsi pembiayaan untuk segmen tersebut tidak boleh kurang dari 75 persen.

“Artinya mulai dari yang baru berniat, sampai dengan koperasi itu ada. Hanya saja, porsinya memang, kita punya roadmap, tidak boleh di bawah 75 persen itu harus kepada UMKM,” ujarnya.

Ekosistem Susu Sapi Perah di Malang Jadi Contoh

BRI mencontohkan penerapan pembiayaan terintegrasi melalui ekosistem susu sapi perah di Malang. Skema ini menghubungkan peternak, koperasi, dan industri yang membeli hasil produksi.

Dalam skema tersebut, peternak dapat memperoleh pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan usaha. Dukungan itu membantu mereka menjalankan kegiatan peternakan dan menunjang proses produksi susu.

Sementara itu, koperasi dapat mengakses pembiayaan untuk investasi fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage. Fasilitas ini berperan penting dalam menjaga kualitas susu sebelum produk bergerak ke tahap pengolahan atau distribusi berikutnya.

BRI juga dapat membiayai industri yang bertindak sebagai pembeli hasil produksi atau off-taker. Keberadaan pembeli tersebut menghubungkan hasil peternakan dengan kebutuhan industri.

Melalui hubungan ini, setiap pelaku usaha memiliki peran yang saling melengkapi. Peternak menghasilkan susu, koperasi mendukung pengelolaan dan penyimpanan, sedangkan industri menyerap hasil produksi sesuai kebutuhan bisnisnya.

Menurut Akhmad, hubungan yang kuat di sepanjang rantai usaha dapat mempermudah penyaluran pembiayaan. Karena itu, BRI tidak hanya melihat kebutuhan modal setiap pelaku secara terpisah, tetapi juga memperhatikan keterkaitan usaha dari hulu hingga hilir.

Keterhubungan Rantai Usaha Menjadi Faktor Penting

Pembiayaan untuk ekosistem usaha membutuhkan pemahaman terhadap hubungan antara pemasok, pengelola, dan pembeli. Ketika hubungan tersebut berjalan dengan baik, lembaga keuangan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai aktivitas ekonomi yang didukungnya.

Dalam sektor susu sapi perah, misalnya, peternak membutuhkan dukungan modal untuk menjalankan usaha. Namun, produksi yang berkelanjutan juga memerlukan koperasi dengan fasilitas memadai serta industri yang mampu menyerap hasil peternakan.

Oleh karena itu, pembiayaan terintegrasi dapat membantu memperkuat hubungan antarpelaku dalam rantai pasok. Setiap pihak memperoleh dukungan sesuai perannya, sementara kegiatan produksi dan penyerapan hasil usaha dapat berjalan lebih terkoordinasi.

Meski begitu, keberhasilan skema ini tetap bergantung pada kebutuhan pembiayaan, kemampuan usaha, serta keberlanjutan hubungan bisnis antarpihak. Pembiayaan perlu mendukung kegiatan produktif agar pelaku usaha dapat mengembangkan kapasitas dan menjaga kelangsungan operasional.

Bagi UMKM, keterhubungan dengan koperasi dan industri juga membuka peluang untuk masuk ke rantai pasok yang lebih luas. Dengan demikian, dukungan modal dapat berjalan seiring dengan penguatan akses pasar dan pengembangan usaha.

Agrifood Forum 2026 Bahas Ketahanan Pangan

Pembahasan mengenai pembiayaan tersebut berlangsung dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026. Forum bertajuk “Swasembada Protein & Peluang Pangan Global” ini berlangsung pada Senin (19/10) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

CNN Indonesia menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan badan usaha milik negara (BUMN) dalam forum tersebut. Para peserta membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.

Rangkaian acara mencakup tiga sesi utama. Sesi pertama mengangkat tema “Protein untuk Indonesia”, kemudian acara berlanjut dengan pidato utama dan diskusi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Selanjutnya, panel ketiga mengusung tema “Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan”. Pembahasan ini menyoroti pentingnya menghubungkan upaya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dengan kemampuan industri bersaing di pasar internasional.

Melalui forum tersebut, CNN Indonesia menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional. Selain itu, forum ini mendorong pembahasan mengenai langkah yang dapat meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia.

Keterlibatan sektor keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan industri pangan. Akses pembiayaan dapat membantu peternak, koperasi, dan perusahaan memenuhi kebutuhan usaha sesuai skala masing-masing.

Dengan menghubungkan pembiayaan dan rantai produksi, pelaku usaha memiliki peluang untuk memperkuat kapasitas bisnisnya. Pada akhirnya, sinergi antara lembaga keuangan, koperasi, peternak, industri, dan pemerintah dapat mendukung pengembangan sektor pangan secara lebih terintegrasi.

Pembiayaan UMKM dan Peluang Pengembangan Industri Pangan

Fokus BRI pada berbagai skala usaha menunjukkan pentingnya akses pembiayaan dalam mendukung kegiatan ekonomi. Dukungan bagi pengusaha pemula dapat membuka jalan bagi tumbuhnya usaha baru, sedangkan pembiayaan koperasi dan industri membantu memperkuat rantai pasok.

Selain itu, model pembiayaan yang menghubungkan peternak dengan pembeli dapat menjadi pendekatan untuk mendukung kegiatan produksi. Namun, pelaku usaha tetap perlu menjaga kualitas produk, efisiensi operasional, dan hubungan dagang agar kegiatan bisnis berjalan berkelanjutan.

BRI menempatkan UMKM sebagai bagian utama dalam peta jalan pembiayaannya, dengan porsi minimal 75 persen sebagaimana disampaikan Akhmad. Komitmen tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembiayaan yang mencakup berbagai tahap perkembangan usaha.

Sementara itu, pembahasan dalam Agrifood Forum 2026 memperlihatkan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Akses modal, fasilitas penyimpanan, kapasitas produksi, dan penyerapan hasil menjadi aspek yang saling berkaitan dalam membangun industri pangan yang kuat.

Dengan demikian, penguatan ekosistem usaha tidak hanya berkaitan dengan penyediaan modal. Keterhubungan antara peternak, koperasi, lembaga keuangan, dan industri juga berperan dalam mendukung pertumbuhan UMKM serta meningkatkan daya saing sektor pangan Indonesia.

Tag: ·
Jaya Purnama

Spesialis Informasi | Konten Digital

Kode Promo Maxim Oktober 2026: Dapatkan Bonus Saldo Rp200.000!

Kode Promo Maxim Oktober 2026: Dapatkan Bonus Saldo Rp200.000!

Kunjungi Artikel