Daftar Isi 8 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, Telkomsel meraih penghargaan Outstanding AI-Native Network for Inclusive Digital Connectivity dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas inovasi perusahaan dalam mengembangkan infrastruktur jaringan cerdas berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Direktur Transmedia Warnedy menyerahkan penghargaan tersebut kepada Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna. Penyerahan berlangsung di Hotel JW Marriott, Jakarta, pada Jumat (6/11). Penghargaan ini menyoroti upaya Telkomsel menghadirkan konektivitas digital yang lebih adaptif dan menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat.
Telkomsel mengembangkan jaringan berbasis AI-native infrastructure melalui sejumlah inovasi teknologi. Pengembangan tersebut mencakup AI-native Radio Access Network (RAN), Edge User Plane Function (UPF), serta integrasi teknologi 5G, AI, dan Internet of Things (IoT).
Melalui pendekatan tersebut, Telkomsel berupaya meningkatkan kemampuan jaringan dalam mengoptimalkan kualitas layanan secara real time. Selain itu, perusahaan juga mendorong perluasan akses broadband, khususnya untuk mendukung konektivitas di wilayah terpencil.
Salah satu capaian yang menyertai pengembangan jaringan tersebut terlihat dari ketersediaan layanan yang mencapai 99,7 persen pada periode trafik tinggi. Angka ini mencerminkan kemampuan infrastruktur Telkomsel dalam menjaga keandalan konektivitas ketika kebutuhan jaringan meningkat.
Telkomsel Raih Penghargaan Berkat Inovasi AI-Native Network
Penghargaan Outstanding AI-Native Network for Inclusive Digital Connectivity menempatkan inovasi infrastruktur jaringan sebagai fokus utama. Telkomsel memperoleh pengakuan atas pengembangan jaringan yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan teknologi telekomunikasi modern.
Pendekatan AI-native menjadi bagian dari transformasi infrastruktur perusahaan. Melalui pendekatan ini, Telkomsel mengarahkan pengembangan jaringan agar mampu beradaptasi terhadap kebutuhan layanan dan pengalaman pelanggan secara lebih optimal.
Jaringan telekomunikasi menghadapi kebutuhan yang terus berkembang. Pelanggan membutuhkan koneksi untuk berkomunikasi, mengakses informasi, menjalankan aktivitas digital, hingga mendukung berbagai kegiatan ekonomi. Karena itu, operator membutuhkan infrastruktur yang mampu menjaga kualitas koneksi dalam berbagai kondisi.
Dalam konteks tersebut, kecerdasan buatan memiliki peran penting bagi pengelolaan jaringan. Teknologi ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem yang lebih adaptif. Dengan demikian, operator dapat mengarahkan pengembangan jaringan pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pengguna.
Telkomsel mengintegrasikan sejumlah teknologi untuk mendukung transformasi tersebut. Perusahaan tidak hanya mengembangkan jaringan berbasis AI, tetapi juga menggabungkannya dengan 5G dan IoT.
Kombinasi teknologi tersebut menjadi fondasi pengembangan jaringan yang lebih cerdas. Selain meningkatkan kemampuan infrastruktur, integrasi ini juga mendukung kebutuhan konektivitas berbagai sektor industri.
Penghargaan dari CNN Indonesia Awards 2026 memberikan perhatian terhadap upaya tersebut. Pengakuan ini sekaligus menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur digital yang tidak hanya mengutamakan teknologi, tetapi juga memperhatikan pemerataan akses konektivitas.
AI-Native RAN Menjadi Bagian Transformasi Infrastruktur
Salah satu inovasi yang menjadi bagian dari transformasi Telkomsel adalah AI-native Radio Access Network atau AI-native RAN. Teknologi ini berkaitan dengan pengembangan jaringan akses radio yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Radio Access Network merupakan bagian penting dalam infrastruktur telekomunikasi seluler. Komponen ini menghubungkan perangkat pelanggan dengan jaringan operator. Karena itu, kemampuan jaringan akses radio turut memengaruhi pengalaman pelanggan ketika menggunakan layanan seluler.
Melalui pengembangan AI-native RAN, Telkomsel mendorong infrastruktur yang lebih adaptif. Perusahaan menempatkan kecerdasan buatan sebagai bagian dari transformasi jaringan untuk mengoptimalkan kualitas layanan secara real time.
Pendekatan tersebut memiliki arti penting ketika kebutuhan pelanggan berubah. Aktivitas digital masyarakat tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama. Kebutuhan konektivitas dapat meningkat pada waktu dan kondisi tertentu.
Karena itu, jaringan membutuhkan kemampuan untuk menyesuaikan pengelolaan layanan. Infrastruktur yang adaptif dapat mendukung upaya operator dalam mempertahankan kualitas koneksi di tengah perubahan kebutuhan tersebut.
Selain itu, pengembangan AI-native RAN menjadi bagian dari arah transformasi menuju AI-native infrastructure. Telkomsel tidak hanya berfokus pada penambahan teknologi, tetapi juga mengarahkan pengembangan infrastruktur agar semakin cerdas dan tangguh.
Namun, keberhasilan transformasi jaringan tidak cukup hanya dilihat dari penerapan teknologi baru. Kualitas layanan yang pelanggan rasakan tetap menjadi bagian penting. Oleh sebab itu, kemampuan mengoptimalkan pengalaman pelanggan menjadi salah satu tujuan utama pengembangan tersebut.
Edge UPF Dorong Perluasan Broadband ke Wilayah Terpencil
Selain AI-native RAN, Telkomsel mengembangkan Edge User Plane Function atau Edge UPF untuk mendukung perluasan akses broadband. Pengembangan ini memiliki perhatian khusus terhadap kebutuhan konektivitas di wilayah terpencil.
Perluasan akses digital menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi. Tidak semua wilayah memiliki kondisi geografis dan kebutuhan jaringan yang sama. Karena itu, pemerataan konektivitas membutuhkan pendekatan infrastruktur yang sesuai dengan karakteristik wilayah.
Edge UPF menjadi salah satu teknologi yang Telkomsel masukkan dalam strategi pengembangan tersebut. Kehadirannya mendukung upaya perusahaan memperluas akses broadband agar konektivitas digital dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ketersediaan akses broadband memiliki arti penting dalam kehidupan masyarakat. Koneksi internet mendukung komunikasi, pencarian informasi, aktivitas pendidikan, hingga berbagai kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, perluasan jaringan menjadi bagian penting dalam mendorong inklusi digital.
Wilayah terpencil juga membutuhkan perhatian dalam pengembangan infrastruktur digital. Keterbatasan akses konektivitas dapat memengaruhi kemampuan masyarakat memanfaatkan berbagai layanan berbasis internet.
Melalui pengembangan Edge UPF, Telkomsel memasukkan aspek pemerataan akses sebagai bagian dari transformasi jaringan. Dengan demikian, pengembangan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan di kawasan yang sudah memiliki konektivitas memadai.
Pendekatan ini sejalan dengan tema penghargaan yang menekankan inclusive digital connectivity. Konektivitas inklusif berarti pengembangan jaringan juga memperhatikan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.
Meski demikian, perluasan akses broadband tetap membutuhkan pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan. Ketersediaan jaringan, kualitas layanan, dan kemampuan menghadapi perubahan kebutuhan menjadi aspek yang saling berkaitan.
Integrasi 5G, AI, dan IoT Perkuat Jaringan Digital
Telkomsel juga mengintegrasikan teknologi 5G, kecerdasan buatan, dan Internet of Things dalam transformasi infrastrukturnya. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya membangun jaringan yang mampu mendukung kebutuhan digital masyarakat dan industri.
Ketiga teknologi tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam pengembangan ekosistem digital. Teknologi 5G menjadi bagian dari infrastruktur konektivitas. Sementara itu, AI mendukung pengembangan jaringan cerdas dan IoT berkaitan dengan konektivitas berbagai perangkat.
Kombinasi tersebut membuka ruang pengembangan layanan digital yang semakin beragam. Berbagai sektor industri membutuhkan konektivitas untuk mendukung aktivitas dan proses bisnis mereka.
Karena itu, infrastruktur telekomunikasi memiliki posisi penting dalam transformasi lintas industri. Jaringan tidak hanya mendukung komunikasi antarpengguna, tetapi juga menjadi fondasi bagi berbagai aktivitas yang bergantung pada konektivitas digital.
Integrasi teknologi juga memperlihatkan arah pengembangan jaringan Telkomsel. Perusahaan menggabungkan kemampuan jaringan modern dengan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi membutuhkan infrastruktur yang mampu mengikuti perubahan kebutuhan. Pengembangan jaringan yang adaptif menjadi penting agar operator dapat menjaga kualitas layanan ketika masyarakat semakin bergantung pada konektivitas.
Melalui integrasi 5G, AI, dan IoT, Telkomsel memperkuat fondasi infrastruktur digital nasional. Perusahaan juga menempatkan pengembangan jaringan sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi berbagai sektor industri.
Ketersediaan Layanan Telkomsel Mencapai 99,7 Persen
Salah satu aspek penting dalam pengembangan jaringan adalah keandalan layanan. Pelanggan membutuhkan konektivitas yang stabil, terutama ketika trafik penggunaan meningkat.
Dalam konteks tersebut, Telkomsel mencatat ketersediaan layanan hingga 99,7 persen pada periode trafik tinggi. Capaian ini menjadi salah satu gambaran keandalan infrastruktur yang mendukung pengembangan jaringan cerdas perusahaan.
Angka ketersediaan layanan memiliki arti penting karena menunjukkan kemampuan jaringan mempertahankan akses dalam periode dengan kebutuhan konektivitas tinggi. Bagi pelanggan, keberlanjutan layanan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengalaman menggunakan jaringan.
Kebutuhan konektivitas dapat meningkat seiring aktivitas masyarakat. Ketika trafik bertambah, infrastruktur jaringan menghadapi tuntutan untuk tetap memberikan layanan secara optimal.
Karena itu, pengembangan jaringan adaptif menjadi salah satu pendekatan yang relevan. Telkomsel mengarahkan pemanfaatan AI untuk membantu mengoptimalkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan secara real time.
Namun, angka 99,7 persen tersebut perlu dipahami sesuai konteksnya. Capaian itu merujuk pada ketersediaan layanan selama periode trafik tinggi. Angka tersebut tidak secara otomatis menggambarkan seluruh aspek kualitas jaringan pada setiap wilayah dan kondisi penggunaan.
Meski begitu, capaian tersebut memperlihatkan salah satu indikator yang menyertai transformasi infrastruktur Telkomsel. Keandalan layanan menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan yang semakin kompleks.
Selain itu, pengalaman pelanggan tetap menjadi tujuan utama dari pengembangan teknologi tersebut. Infrastruktur yang cerdas perlu memberikan manfaat nyata melalui kualitas konektivitas yang semakin optimal.
CNN Indonesia Awards 2026 Apresiasi Inovasi dan Kontribusi
CNN Indonesia Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang memberikan apresiasi kepada berbagai pihak atas keberhasilan menjalankan program dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
CNN Indonesia menyelenggarakan penghargaan ini untuk kementerian, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, hingga pihak swasta. Ajang tersebut juga memberikan perhatian kepada individu dan institusi yang menghadirkan inspirasi serta inovasi.
Penyelenggara menempatkan kontribusi nyata sebagai salah satu perhatian utama dalam pemberian penghargaan. Program yang memberikan manfaat kepada masyarakat, bangsa, dan negara menjadi bagian dari ruang apresiasi tersebut.
Dengan cakupan penerima yang beragam, penghargaan ini menghadirkan pengakuan terhadap kontribusi dari berbagai sektor. Pemerintah, badan usaha, dan pihak swasta memiliki ruang untuk menunjukkan inovasi serta hasil program yang mereka jalankan.
CNN Indonesia Awards 2026 juga menjadi edisi ketiga dalam rangkaian penyelenggaraan ajang tersebut. Sebelumnya, CNN Indonesia telah menggelar penghargaan serupa pada 2024 dan 2025.
Pada dua penyelenggaraan sebelumnya, CNN Indonesia memberikan penghargaan kepada sejumlah kementerian, menteri, pemerintah daerah, insan BUMN dan BUMD, pihak swasta, serta individu.
Para penerima penghargaan tersebut berasal dari berbagai bidang. Penyelenggara memberikan apresiasi atas keberhasilan menjalankan program, memberikan manfaat, menghadirkan inspirasi, dan menghasilkan inovasi.
Pada penyelenggaraan 2026, penghargaan untuk Telkomsel menyoroti inovasi di bidang infrastruktur jaringan. Pengakuan tersebut memperlihatkan perhatian terhadap pengembangan teknologi yang mendukung konektivitas digital secara lebih inklusif.
Pengembangan Jaringan Cerdas dan Tantangan Konektivitas Nasional
Pengembangan infrastruktur digital memiliki hubungan erat dengan kebutuhan masyarakat. Semakin banyak aktivitas yang memanfaatkan layanan internet, semakin penting pula ketersediaan jaringan yang andal.
Dalam kondisi tersebut, operator telekomunikasi menghadapi kebutuhan untuk mengembangkan infrastruktur secara berkelanjutan. Pengembangan tidak hanya berkaitan dengan teknologi terbaru, tetapi juga kemampuan menjaga kualitas layanan dan memperluas jangkauan konektivitas.
Telkomsel menempatkan AI-native infrastructure sebagai salah satu arah transformasinya. Pengembangan AI-native RAN, Edge UPF, serta integrasi 5G dan IoT menjadi bagian dari strategi tersebut.
Setiap komponen memiliki fokus pengembangan yang saling mendukung. AI-native RAN berkaitan dengan pengembangan jaringan akses radio yang cerdas. Sementara itu, Edge UPF mendukung perluasan akses broadband, terutama di wilayah terpencil.
Selanjutnya, integrasi 5G dan IoT memperkuat fondasi konektivitas untuk mendukung berbagai kebutuhan digital. Ketika perusahaan menggabungkan teknologi tersebut dengan AI, pengembangan jaringan dapat mengarah pada infrastruktur yang lebih adaptif.
Tantangan berikutnya terletak pada pemerataan manfaat. Pengembangan jaringan perlu memperhatikan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya berpusat pada peningkatan teknologi di kawasan tertentu.
Ketersediaan layanan juga menjadi perhatian penting. Jaringan yang mampu menjaga kualitas koneksi ketika trafik meningkat dapat mendukung aktivitas masyarakat secara lebih konsisten.
Capaian ketersediaan layanan 99,7 persen pada periode trafik tinggi menjadi salah satu indikator yang Telkomsel sertakan dalam pengembangan infrastrukturnya. Namun, keberlanjutan peningkatan kualitas dan pemerataan akses tetap menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi digital.
Pada akhirnya, pengembangan jaringan cerdas perlu menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan pelanggan. Teknologi AI, 5G, dan IoT memiliki nilai strategis ketika perusahaan mengarahkannya untuk mendukung konektivitas yang lebih baik.
Penghargaan Menjadi Pengakuan atas Transformasi Digital
Penghargaan Outstanding AI-Native Network for Inclusive Digital Connectivity memberikan pengakuan terhadap inovasi Telkomsel dalam mengembangkan infrastruktur telekomunikasi. Penghargaan tersebut sekaligus menyoroti hubungan antara kecerdasan buatan, keandalan jaringan, dan pemerataan akses digital.
Penyerahan penghargaan kepada Indra Mardiatna oleh Warnedy di Jakarta pada Jumat (6/11) menjadi bagian dari rangkaian CNN Indonesia Awards 2026. Ajang ini memberikan apresiasi kepada pihak yang menghadirkan program dan inovasi dengan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Telkomsel, transformasi menuju AI-native infrastructure mencakup pengembangan jaringan akses radio, perluasan broadband melalui Edge UPF, serta integrasi teknologi 5G, AI, dan IoT. Seluruh pengembangan tersebut mengarah pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
Capaian ketersediaan layanan hingga 99,7 persen pada periode trafik tinggi turut menjadi gambaran keandalan infrastruktur perusahaan. Sementara itu, perhatian terhadap wilayah terpencil menunjukkan pentingnya aspek inklusivitas dalam pengembangan konektivitas.
Dengan demikian, penghargaan ini tidak hanya menyoroti penerapan teknologi baru. Pengakuan tersebut juga menempatkan kualitas layanan dan perluasan akses sebagai bagian penting dari pengembangan infrastruktur digital nasional.
Ke depan, keberhasilan transformasi jaringan akan semakin berkaitan dengan kemampuan menghadirkan konektivitas yang andal dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Pengembangan infrastruktur yang adaptif menjadi salah satu fondasi untuk mendukung kebutuhan digital serta transformasi lintas industri di Indonesia.





