Daftar Isi 5 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik komersial Grup Bakrie, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 49% secara tahunan hingga September 2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp1,06 triliun, meningkat dari Rp717 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari peningkatan penjualan kendaraan listrik komersial dan kinerja positif bisnis manufaktur suku cadang otomotif. Kedua segmen bisnis ini menjadi penopang utama pendapatan VKTR sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Selain pertumbuhan pendapatan, VKTR juga mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 47% secara tahunan. Perusahaan membukukan laba bersih Rp12,1 miliar hingga kuartal III 2026, dibandingkan Rp8,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian tersebut memperlihatkan perkembangan bisnis perseroan di tengah meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional. Sementara itu, peningkatan pengiriman kendaraan listrik komersial turut memperkuat kontribusi segmen kendaraan listrik terhadap keseluruhan pendapatan perusahaan.
Penjualan Kendaraan Listrik VKTR Tumbuh 91%
Segmen kendaraan listrik menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan bisnis VKTR. Hingga September 2026, segmen ini menghasilkan pendapatan Rp186 miliar, meningkat 91% secara tahunan dibandingkan Rp98 miliar pada periode pembanding tahun sebelumnya.
Seiring peningkatan tersebut, kontribusi penjualan kendaraan listrik terhadap total pendapatan perusahaan mencapai 17%. Angka ini meningkat dibandingkan kontribusi 14% pada periode yang sama tahun lalu.
Dengan demikian, kendaraan listrik semakin berperan dalam struktur pendapatan VKTR. Perusahaan juga terus memperluas portofolio kendaraan komersial untuk menjangkau kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor industri.
Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, VKTR mencatat peningkatan penjualan sebesar 235% secara tahunan. Penjualan tersebut berasal dari beberapa jenis kendaraan dan produk pendukung kendaraan listrik.
Bus listrik memberikan kontribusi terbesar dengan porsi 52,5%. Selanjutnya, penjualan sasis menyumbang 37,7%, transporter listrik sebesar 8,2%, dan forklift listrik sebesar 1,6%.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa bisnis VKTR tidak hanya bergantung pada penjualan bus listrik. Perusahaan juga mengembangkan produk kendaraan komersial lain untuk memenuhi kebutuhan operasional pelanggan.
Manufaktur Suku Cadang Sumbang Rp880 Miliar
Di luar kendaraan listrik, bisnis manufaktur suku cadang otomotif masih menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan VKTR. Segmen ini menghasilkan pendapatan Rp880 miliar hingga September 2026.
Pendapatan tersebut meningkat 41% secara tahunan dibandingkan Rp623 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas industri otomotif nasional.
Khususnya, industri kendaraan komersial menunjukkan perkembangan positif. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) per September 2026 mencatat pertumbuhan segmen kendaraan komersial sebesar 42% secara tahunan.
Kondisi tersebut memberikan peluang bagi VKTR untuk memperkuat bisnis manufaktur komponen otomotif. Selain memasok kebutuhan industri, segmen ini juga memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan ketika perusahaan memperluas bisnis kendaraan listrik.
Kombinasi kedua segmen tersebut menjadi salah satu faktor penting di balik pertumbuhan pendapatan perseroan. Dengan struktur bisnis tersebut, VKTR memiliki sumber pendapatan dari kendaraan listrik maupun manufaktur komponen otomotif.
Laba Bersih VKTR Naik 47%
Pertumbuhan pendapatan turut diikuti peningkatan laba bersih perusahaan. Hingga kuartal III 2026, VKTR membukukan laba bersih Rp12,1 miliar.
Pencapaian tersebut meningkat 47% dibandingkan laba bersih Rp8,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan mengaitkan peningkatan laba dengan pengendalian biaya yang lebih baik di tengah meningkatnya aktivitas bisnis.
Selain itu, pertumbuhan penjualan memberikan dukungan terhadap kinerja operasional perusahaan. Namun, perusahaan tetap perlu menjaga efisiensi agar peningkatan aktivitas produksi dan pengiriman kendaraan dapat memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas.
Dari sisi neraca, VKTR mencatat total aset sebesar Rp2.026 miliar hingga akhir September 2026. Nilai tersebut meningkat 13% dibandingkan posisi akhir 2025.
Peningkatan aset terutama berasal dari pertumbuhan piutang usaha, persediaan, dan uang muka. Perkembangan tersebut berkaitan dengan meningkatnya aktivitas bisnis serta proses produksi sejumlah proyek yang perusahaan targetkan selesai pada akhir 2026.
Sementara itu, total liabilitas perusahaan meningkat 39% secara year to date menjadi Rp768 miliar. Kenaikan ini sejalan dengan kebutuhan operasional dan modal kerja untuk mendukung pelaksanaan berbagai aktivitas bisnis.
Di sisi lain, ekuitas VKTR meningkat 1% secara year to date menjadi Rp1.258 miliar. Angka tersebut mencerminkan posisi permodalan yang relatif stabil ketika perusahaan menjalankan ekspansi bisnis.
VKTR Perluas Pengiriman Bus Listrik
Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie, menilai perkembangan kendaraan listrik komersial di Indonesia membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas peran dalam industri tersebut.
Menurutnya, VKTR tidak hanya mengejar peningkatan penjualan kendaraan. Perusahaan juga berfokus membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi kendaraan listrik.
Ardiansyah menjelaskan bahwa perusahaan ingin menghadirkan solusi yang semakin relevan dari sisi operasional dan finansial bagi pelanggan. Dengan pendekatan tersebut, VKTR berharap dapat mendorong adopsi kendaraan listrik komersial di berbagai sektor.
“Fokus kami bukan hanya meningkatkan penjualan kendaraan, tetapi juga membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, serta pengembangan solusi yang membuat adopsi kendaraan listrik semakin relevan secara operasional dan finansial bagi pelanggan,” ujarnya, Jumat (30/10/2026).
Salah satu pencapaian penting VKTR sepanjang kuartal III 2026 adalah penyelesaian pengiriman 27 unit bus listrik berukuran 12 meter kepada operator Trans Semarang.
Pengiriman tersebut menjadikan VKTR sebagai penyedia bus listrik pertama bagi layanan transportasi publik Trans Semarang. Pencapaian ini sekaligus memperluas penggunaan kendaraan listrik dalam layanan angkutan umum di Indonesia.
Selain bus listrik, perusahaan juga memperluas pasar melalui produk kendaraan komersial lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi VKTR untuk menjangkau kebutuhan transportasi dan operasional sektor industri.
Proyek Kendaraan Listrik Berlanjut pada Kuartal IV
Memasuki kuartal IV 2026, VKTR melanjutkan ekspansi pasar kendaraan listrik komersial. Salah satu langkahnya melalui realisasi pengiriman rolling chassis light-duty truck (LDT) untuk pelanggan di sektor industri agribisnis.
Pengiriman sasis tersebut memperlihatkan upaya perusahaan memperluas pemanfaatan teknologi kendaraan listrik di luar transportasi penumpang. Sektor agribisnis menjadi salah satu pasar potensial untuk kebutuhan kendaraan operasional.
Selain itu, VKTR tengah menyelesaikan sejumlah pesanan bus listrik untuk proyek transportasi publik. Perusahaan menargetkan penyelesaian proyek-proyek tersebut pada akhir 2026.
Penyelesaian pesanan tersebut menjadi salah satu agenda penting perusahaan pada penghujung tahun. Realisasi produksi dan pengiriman akan mendukung kesinambungan pertumbuhan bisnis kendaraan listrik komersial.
Dengan pertumbuhan pendapatan 49%, peningkatan laba bersih 47%, serta kenaikan penjualan kendaraan listrik, VKTR menunjukkan perkembangan bisnis yang positif hingga kuartal III 2026. Namun, perusahaan tetap menghadapi tantangan dalam menjaga efisiensi, memenuhi kebutuhan modal kerja, dan menyelesaikan proyek sesuai target.
Ke depan, penguatan manufaktur dalam negeri, perluasan portofolio, dan peningkatan pengiriman kendaraan listrik akan menjadi faktor penting bagi perkembangan VKTR. Kinerja perusahaan pada kuartal IV 2026 juga akan menjadi perhatian untuk melihat keberlanjutan pertumbuhan bisnisnya.





