Daftar Isi 5 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, sejumlah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) global mulai membidik peluang investasi eksplorasi di Indonesia. Mereka menjajaki kerja sama melalui skema joint study atau kajian bersama dengan sejumlah perusahaan nasional.
Minat investasi tersebut mencakup berbagai wilayah potensial. Lokasinya tersebar mulai dari Maluku Utara, Papua Tengah, hingga Jawa dan Sumatera. Sejumlah perusahaan besar seperti Petronas, INPEX, Chevron, dan Total masuk dalam rencana penjajakan kemitraan tersebut.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengungkapkan peningkatan ketertarikan investor internasional terhadap potensi hulu migas Indonesia. Selain itu, sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) besar telah menunjukkan minat untuk melakukan kajian bersama dan menggandeng perusahaan lokal.
Djoko menyampaikan informasi tersebut saat menghadiri acara FOREK Hulu Migas 2026 pada Kamis (29/10). Menurutnya, berbagai rencana kemitraan itu masih berada dalam tahap penjajakan dan pemerintah akan menyampaikan perkembangannya melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Perusahaan Migas Global Bidik Sejumlah Wilayah Eksplorasi
Rencana kerja sama eksplorasi melibatkan beberapa perusahaan besar dengan wilayah operasi yang berbeda. Salah satu rencana tersebut mempertemukan Pertamina dan Petronas untuk menjajaki potensi dua blok lepas pantai di Maluku Utara.
Kedua wilayah tersebut mencakup West Kolaka dan East Kolaka. Kerja sama ini menjadi salah satu bagian dari penjajakan investasi hulu migas yang melibatkan perusahaan nasional dan investor internasional.
Selain itu, Pertamina juga merencanakan kemitraan dengan INPEX di wilayah Mambruk, Papua Tengah. Rencana tersebut memperlihatkan peluang kolaborasi perusahaan energi nasional dengan perusahaan migas internasional dalam memperluas kegiatan eksplorasi.
Djoko menjelaskan sejumlah rencana kemitraan tersebut ketika memberikan keterangan kepada awak media. Ia menyebut Pertamina akan menjalin kerja sama dengan Petronas di dua blok Maluku Utara. Sementara itu, Pertamina dan INPEX menjajaki wilayah Mambruk.
Total, Petronas, dan Chevron Masuk Penjajakan Kerja Sama
Peluang kolaborasi tidak hanya melibatkan Pertamina. Sejumlah perusahaan migas internasional lainnya juga menjajaki wilayah potensial di Indonesia melalui skema kemitraan.
Rencana berikutnya mencakup kolaborasi Total dan Petronas di Blok Tanah Besar serta Kali Besar. Selain itu, Petronas dan Chevron juga akan menjajaki peluang kerja sama di wilayah Padang.
Petronas turut merencanakan joint study di empat wilayah lainnya. Wilayah tersebut mencakup East Kabayan, North Kabayan, South Kabayan, dan Sebira.
Keempat wilayah itu berada di kawasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Dengan demikian, penjajakan investasi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan Indonesia timur. Potensi eksplorasi di Pulau Jawa juga menarik perhatian perusahaan migas global.
Djoko menegaskan bahwa seluruh rencana kerja sama tersebut turut membuka kesempatan bagi perusahaan nasional. Investor internasional akan menjalin kemitraan dengan perusahaan dalam negeri dalam kegiatan eksplorasi.
“Kesemuanya akan juga berpartner dengan perusahaan nasional,” tegas Djoko.
BP dan INPEX Siapkan Survei Seismik di Utara Bali
Di luar berbagai rencana joint study, perusahaan migas global juga menyiapkan kegiatan eksplorasi melalui survei seismik. Salah satu kegiatan tersebut akan berlangsung di wilayah utara Bali.
Perusahaan energi bp dan INPEX dijadwalkan menggelar survei seismik di wilayah Agung 1 dan Agung 2 pada November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperoleh informasi mengenai potensi sumber daya migas di kawasan tersebut.
Saat ini, persiapan survei masih berlangsung. Salah satu tahapan yang tengah berjalan mencakup mobilisasi kapal survei menuju wilayah kegiatan.
Selain survei di Agung 1 dan Agung 2, INPEX bersama bp juga merencanakan kegiatan eksplorasi di wilayah Blok Barong. Rencana tersebut menambah daftar kegiatan eksplorasi yang melibatkan perusahaan internasional di Indonesia.
Kegiatan survei seismik memiliki peran penting dalam tahapan eksplorasi migas. Melalui survei tersebut, perusahaan dapat mengumpulkan data geologi bawah permukaan untuk membantu menilai potensi suatu wilayah.
Kemitraan Nasional Jadi Bagian Strategi Investasi Migas
Meningkatnya minat perusahaan migas global membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas aktivitas eksplorasi. Selain mendatangkan investasi, kolaborasi tersebut juga dapat memperkuat keterlibatan perusahaan nasional dalam industri hulu migas.
Keterlibatan perusahaan lokal menjadi salah satu aspek penting dalam berbagai rencana kerja sama. Melalui kemitraan tersebut, perusahaan nasional memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam kegiatan kajian, persiapan, hingga pengembangan potensi wilayah eksplorasi.
Di sisi lain, masuknya investor internasional dapat memperluas dukungan pendanaan dan pengalaman teknis dalam kegiatan eksplorasi. Perusahaan migas global memiliki pengalaman dalam mengelola proyek dengan tingkat kompleksitas yang berbeda.
Namun, penjajakan kerja sama belum otomatis menghasilkan penemuan cadangan migas baru. Perusahaan masih perlu menjalankan kajian teknis dan tahapan eksplorasi untuk mengetahui potensi sumber daya di setiap wilayah.
Karena itu, realisasi berbagai rencana tersebut akan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan industri hulu migas Indonesia.
Peluang Penemuan Cadangan Migas Baru
Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara investor internasional dan perusahaan nasional untuk memperkuat kegiatan eksplorasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik investasi sektor migas sekaligus memperluas pencarian sumber daya energi baru.
Berbagai wilayah yang masuk dalam penjajakan joint study menunjukkan luasnya peluang eksplorasi di Indonesia. Maluku Utara, Papua Tengah, Sumatera, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga kawasan utara Bali menjadi bagian dari rencana kegiatan tersebut.
Meski begitu, hasil kajian dan survei nantinya akan menentukan kelanjutan setiap proyek. Perusahaan perlu memastikan potensi geologi dan kelayakan teknis sebelum melangkah menuju tahapan pengembangan lebih lanjut.
Dengan meningkatnya ketertarikan perusahaan seperti Petronas, INPEX, Chevron, Total, dan bp, Indonesia memiliki peluang memperluas kemitraan strategis di sektor energi. Selanjutnya, realisasi investasi dan keberhasilan eksplorasi akan menjadi faktor penting dalam mendorong penemuan cadangan migas baru.
Pada akhirnya, kolaborasi antara perusahaan global dan pelaku industri nasional diharapkan dapat memperkuat sektor hulu migas. Selain mendukung investasi, kegiatan tersebut juga berpotensi meningkatkan kapasitas industri energi dalam negeri.





