Daftar Isi 15 bagian
JayaPurnama.com – Portugal, Cristiano Ronaldo akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama tim nasional Portugal. Keputusan tersebut menutup salah satu karier internasional paling bersejarah dalam sepak bola modern. Penyerang berusia 41 tahun itu meninggalkan warisan berupa 146 gol dan 234 penampilan.
Dua pencapaian tersebut menjadi rekor tersendiri dalam sepak bola internasional putra. Ronaldo juga mencatatkan sejarah sebagai pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia. Prestasi itu memperlihatkan konsistensinya selama lebih dari dua dekade membela negaranya.
Namun, perjalanan panjang tersebut tidak berakhir melalui perayaan gelar juara. Kekalahan Portugal dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu momen paling menyakitkan dalam perjalanan sang kapten. Kini, perhatian publik kembali tertuju pada sepuluh momen penting yang membentuk sejarah Ronaldo bersama Portugal.
Perjalanan Cristiano Ronaldo Menuju Perpisahan
Ronaldo pertama kali mengenakan seragam tim nasional senior Portugal pada 2003. Saat itu, ia masih menjadi pemain muda yang tengah membangun reputasi. Tidak banyak yang menyangka bahwa perjalanan tersebut akan menghasilkan ratusan pertandingan dan berbagai pencapaian bersejarah.
Selama bertahun-tahun, Ronaldo berkembang menjadi pemimpin utama Portugal. Ia tidak hanya menyumbangkan gol, tetapi juga menjadi figur penting ketika tim menghadapi tekanan dalam pertandingan besar. Kehadirannya membawa harapan baru bagi sepak bola Portugal.
Sebelum era Ronaldo, Portugal belum pernah memenangkan trofi utama di level internasional senior. Situasi tersebut berubah ketika generasi yang dipimpin Ronaldo mulai mengukir prestasi. Puncaknya terjadi ketika Portugal memenangkan Piala Eropa 2016.
Selain gelar tersebut, Portugal juga memenangkan UEFA Nations League pada 2019 dan 2025. Ronaldo mengambil peran penting dalam perjalanan menuju keberhasilan itu. Karena itu, kontribusinya tidak hanya terlihat melalui catatan gol individual.
Perjalanan menuju akhir karier internasionalnya juga menghadirkan berbagai tantangan. Portugal tersingkir dari Spanyol pada Piala Dunia 2026. Ronaldo kemudian menghadapi perselisihan dengan pelatih baru, Jorge Jesus.
Ketegangan tersebut berujung pada persoalan disiplin dan skorsing. Situasi itu membuat masa depannya bersama tim nasional semakin tidak menentu. Pada akhirnya, Ronaldo memilih mengakhiri pengabdiannya untuk Portugal.
Meski perpisahan tersebut tidak berlangsung seperti yang diharapkan banyak pendukung, warisannya tetap sangat besar. Sepuluh momen berikut menggambarkan bagaimana Ronaldo membangun reputasinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Portugal.
10 Momen Terbaik Cristiano Ronaldo Bersama Portugal
1. Menjadi Kapten dan Mengantarkan Portugal Juara Euro 2016
Momen paling berharga dalam perjalanan internasional Ronaldo terjadi pada final Piala Eropa 2016. Portugal menghadapi tuan rumah Prancis dalam pertandingan yang menentukan gelar juara. Namun, Ronaldo justru harus meninggalkan lapangan lebih awal.
Ia mengalami cedera pada lutut kirinya dan tidak mampu melanjutkan pertandingan. Ronaldo kemudian keluar ketika final baru berjalan sekitar 25 menit. Kejadian tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi sang kapten.
Meskipun begitu, Ronaldo tidak meninggalkan rekan-rekannya begitu saja. Ia tetap berada di sekitar area teknis dengan lutut yang dibalut. Bahkan, ia terus memberikan semangat dan arahan kepada para pemain Portugal.
Sikap tersebut memperlihatkan tanggung jawabnya sebagai kapten. Ronaldo tidak bisa membantu melalui permainan, tetapi ia tetap berusaha memberikan kontribusi dari pinggir lapangan. Semangatnya menjadi salah satu gambaran paling ikonis dari final tersebut.
Portugal akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 setelah Eder mencetak gol pada babak perpanjangan waktu. Kemenangan itu menghadirkan trofi Piala Eropa pertama bagi Portugal.
Bagi Ronaldo, keberhasilan tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang sejak 2004. Ia akhirnya mengangkat trofi utama bersama negaranya. Momen itu juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terpenting dalam sejarah sepak bola Portugal.
2. Mengungguli Zlatan Ibrahimovic dalam Play-off Piala Dunia 2014
Portugal menghadapi Swedia dalam pertandingan play-off Piala Dunia 2014. Pertemuan tersebut menarik perhatian karena mempertemukan Cristiano Ronaldo dengan Zlatan Ibrahimovic. Kedua penyerang itu menjadi tumpuan utama negaranya masing-masing.
Ronaldo lebih dahulu mencetak satu-satunya gol pada leg pertama di Lisbon. Portugal kemudian membawa keunggulan tersebut menuju pertandingan penentuan di Solna, Swedia. Namun, pertandingan kedua menghadirkan drama yang jauh lebih besar.
Ronaldo membuka keunggulan Portugal pada menit ke-50 melalui penyelesaian menggunakan kaki kiri. Ibrahimovic kemudian membalas dengan dua gol. Swedia bahkan sempat unggul dan memberikan tekanan besar kepada Portugal.
Namun, Ronaldo belum selesai. Ia kembali mencetak gol melalui serangan balik dengan menggunakan kaki yang kurang dominan. Setelah itu, ia melengkapi penampilannya melalui tembakan keras kaki kanan untuk mencatatkan hat-trick.
Portugal memenangkan pertandingan 3-2 dan unggul agregat 4-2. Hasil tersebut memastikan tempat Portugal di Piala Dunia Brasil 2014. Penampilan Ronaldo sekaligus menjadi salah satu pertunjukan individual paling menentukan dalam karier internasionalnya.
3. Menyelamatkan Portugal dari Ancaman Tersingkir di Euro 2016
Sebelum memenangkan Euro 2016, Portugal harus melewati fase grup yang sangat sulit. Salah satu pertandingan paling menentukan terjadi ketika mereka menghadapi Hungaria. Portugal membutuhkan hasil positif untuk menjaga peluang melangkah ke babak berikutnya.
Pertandingan berlangsung sengit dan kedua tim terus saling mengejar keunggulan. Hungaria lebih dahulu mencetak gol melalui Zoltan Gera. Ronaldo kemudian membantu Portugal menyamakan kedudukan melalui assist kepada Nani menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Portugal kembali menghadapi situasi sulit. Hungaria dua kali mencetak gol dan membuat Portugal kembali tertinggal. Namun, Ronaldo menunjukkan kualitasnya sebagai pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan.
Ia mencetak gol melalui sentuhan tumit yang mengejutkan. Setelah itu, Ronaldo kembali menyumbangkan gol lewat sundulan keras dan akurat. Dua gol tersebut membuat Portugal mampu menjaga peluang lolos.
Portugal akhirnya bermain imbang 3-3. Hasil tersebut membantu mereka melangkah ke babak gugur melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Perjalanan menuju gelar juara pun tetap terbuka.
Pertandingan tersebut memperlihatkan kemampuan Ronaldo menghadapi tekanan. Ketika Portugal berada dalam posisi sulit, ia mampu memberikan respons melalui kontribusi langsung. Momen itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Portugal menuju gelar juara.
4. Muncul sebagai Bintang Baru pada Euro 2004
Euro 2004 menjadi turnamen internasional besar pertama yang memperlihatkan potensi Ronaldo di level senior. Saat itu, ia baru berusia 19 tahun dan masih membangun karier sebagai pemain sayap. Portugal juga bertindak sebagai tuan rumah turnamen.
Ronaldo memulai kompetisi dari bangku cadangan. Namun, penampilannya terus berkembang sepanjang turnamen. Ia berhasil mencetak dua gol dan membantu Portugal mencapai final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Salah satu kontribusi terpentingnya muncul ketika Portugal menghadapi Belanda pada semifinal. Ronaldo mencetak gol melalui sundulan setelah menerima sepak pojok dari Deco. Gol tersebut membantu Portugal membuka jalan menuju kemenangan.
Dalam pertandingan yang sama, Ronaldo juga mengambil sepak pojok dengan cepat. Keputusan tersebut memberikan waktu dan ruang bagi Maniche untuk melepaskan tembakan keras. Portugal akhirnya memenangkan pertandingan dan memastikan tempat di final.
Meskipun Portugal kalah 0-1 dari Yunani pada partai puncak, Ronaldo tetap memperoleh perhatian besar. Luis Figo bahkan memberikan penilaian tinggi terhadap kemampuan pemain muda tersebut. Ia melihat potensi Ronaldo untuk menjadi pemain terbaik dunia.
Turnamen itu menjadi awal perjalanan panjang seorang pemain muda menuju status legenda. Portugal mungkin gagal meraih trofi, tetapi mereka mulai memiliki sosok yang kelak memimpin berbagai pencapaian besar.
5. Membuka Jalan Portugal Menuju Final Euro 2016
Perjalanan Portugal menuju final Euro 2016 tidak selalu berjalan mulus. Setelah melewati fase grup, mereka harus menghadapi Wales pada semifinal. Tim asuhan Chris Coleman sebelumnya telah menyingkirkan Belgia yang menjadi salah satu unggulan.
Wales mampu meredam pergerakan Ronaldo sepanjang babak pertama. Namun, Portugal tetap menjaga kesabaran dan mencari kesempatan untuk memecah kebuntuan. Ronaldo akhirnya menunjukkan kualitasnya tidak lama setelah pertandingan memasuki babak kedua.
Ia melompat tinggi dan menyambut umpan silang Raphael Guerreiro melalui sundulan keras. Gol tersebut membawa Portugal unggul dan mengubah suasana pertandingan. Hanya tiga menit kemudian, Ronaldo kembali terlibat dalam proses gol kedua.
Tembakannya mengarah ke gawang dan Nani berhasil membelokkan bola hingga melewati penjaga gawang Wales. Portugal kemudian mempertahankan keunggulan 2-0 sampai pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut mengantarkan Portugal ke final. Ronaldo semakin dekat dengan impiannya meraih trofi bersama tim nasional. Impian itu akhirnya terwujud melalui kemenangan atas Prancis pada pertandingan berikutnya.
6. Menangis Bahagia Setelah Menjuarai Nations League 2025
Keberhasilan Portugal di UEFA Nations League 2025 menghadirkan momen emosional lainnya bagi Ronaldo. Kali ini, air mata yang mengalir bukan karena kegagalan. Ia justru menangis setelah membantu negaranya meraih gelar juara.
Portugal menghadapi Spanyol dalam pertandingan final di Munich. Ronaldo mencetak gol penyeimbang yang membantu Portugal menjaga peluang memenangkan pertandingan. Skor imbang bertahan hingga kedua tim harus menentukan pemenang melalui adu penalti.
Portugal akhirnya memenangkan adu penalti dan meraih gelar Nations League untuk kedua kalinya. Keberhasilan tersebut semakin memperkuat catatan prestasi Ronaldo bersama negaranya.
Sebelumnya, ia juga mencetak gol ketika Portugal mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 pada semifinal. Selain itu, Ronaldo menyumbangkan gol dalam pertandingan leg kedua perempat final melawan Denmark.
Ronaldo mengungkapkan bahwa kemenangan bersama Portugal memiliki arti yang sangat istimewa. Menurutnya, gelar bersama tim nasional memberikan kebahagiaan yang berbeda dibandingkan keberhasilan bersama klub.
Air mata tersebut menjadi gambaran betapa besar arti sepak bola internasional bagi dirinya. Setelah bertahun-tahun berjuang, ia masih memiliki semangat besar untuk memberikan trofi kepada negaranya.
7. Hat-trick Bersejarah Melawan Spanyol di Piala Dunia 2018
Piala Dunia 2018 di Rusia menghadirkan salah satu penampilan terbaik Ronaldo dalam kompetisi sepak bola terbesar dunia. Portugal menghadapi Spanyol pada pertandingan fase grup. Duel tersebut berlangsung sengit karena kedua tim memiliki kekuatan besar.
Ronaldo langsung memberikan pengaruh melalui gol dari titik penalti. Ia kemudian kembali mencetak gol untuk membawa Portugal unggul 2-1. Tembakannya menghasilkan gol setelah penjaga gawang David de Gea gagal mengantisipasi bola dengan sempurna.
Spanyol kemudian bangkit dan membalikkan keadaan. Portugal tertinggal 2-3 ketika pertandingan mendekati akhir waktu normal. Situasi tersebut menempatkan Ronaldo dalam tekanan besar untuk menyelamatkan timnya.
Namun, ia menjawab tantangan tersebut melalui tendangan bebas yang luar biasa. Ronaldo melepaskan tembakan melengkung menuju pojok atas gawang. Bola melewati jangkauan penjaga gawang dan menghasilkan gol penyeimbang.
Portugal akhirnya bermain imbang 3-3. Ronaldo mencetak seluruh gol Portugal dalam pertandingan tersebut. Ia juga menjadi pemain tertua yang mencetak hat-trick dalam sejarah Piala Dunia ketika itu.
Penampilan tersebut membuktikan bahwa Ronaldo mampu menghadirkan momen besar di panggung internasional. Bahkan, ketika menghadapi salah satu lawan terkuat, ia tetap mampu menjadi pusat perhatian.
8. Memecahkan Rekor Gol Internasional Milik Ali Daei
Ronaldo mencatatkan pencapaian bersejarah ketika Portugal menghadapi Republik Irlandia dalam kualifikasi Piala Dunia 2022. Pertandingan tersebut awalnya berjalan tidak sesuai harapan. Portugal bahkan tertinggal setelah gagal memanfaatkan peluang penalti.
Ronaldo sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti. Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Ia terus mencari peluang untuk membantu Portugal membalikkan keadaan.
Menjelang akhir pertandingan, Ronaldo mencetak dua gol melalui sundulan. Kedua gol tersebut membawa Portugal meraih kemenangan. Selain itu, pencapaiannya membuat ia melewati rekor Ali Daei sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional putra.
Gol ke-110 dan ke-111 bersama Portugal menjadi pencapaian yang sangat berarti. Ronaldo menyebut rekor tersebut sebagai salah satu koleksi penting dalam perjalanan kariernya. Ia juga menegaskan keinginannya untuk terus berkembang dan memberikan kebahagiaan kepada para pendukung.
Pencapaian tersebut memperlihatkan kemampuan Ronaldo mempertahankan ketajaman dalam jangka panjang. Ia tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga terus memberikan kontribusi bagi negaranya.
9. Hat-trick Melawan Swiss di Nations League 2019
Portugal menghadapi Swiss pada semifinal UEFA Nations League 2019. Pertandingan berlangsung di Porto dan menjadi kesempatan penting bagi Ronaldo untuk membawa negaranya menuju final. Ia kembali menunjukkan kemampuan menentukan hasil pertandingan.
Ronaldo membuka keunggulan Portugal melalui tendangan bebas. Namun, Swiss mampu menyamakan kedudukan melalui penalti Ricardo Rodriguez. Pertandingan kemudian memasuki fase yang semakin menegangkan.
Ketika waktu normal tinggal sedikit, Ronaldo kembali mencetak gol. Ia menyambar bola melalui tembakan langsung dari jarak sekitar 12,8 meter. Gol tersebut membawa Portugal kembali unggul.
Swiss kemudian berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, Portugal berhasil membangun serangan balik yang memberikan peluang kepada Ronaldo. Setelah melakukan dua gerakan tipuan kaki, ia melepaskan tembakan menuju sudut bawah gawang Yann Sommer.
Portugal akhirnya menang 3-1 dan memastikan tempat di final. Ronaldo mencetak ketiga gol dalam pertandingan tersebut. Pelatih Fernando Santos bahkan menyebutnya sebagai seorang jenius sepak bola.
Hat-trick tersebut memperlihatkan kemampuan Ronaldo membaca situasi pertandingan. Ia mampu menciptakan peluang dari berbagai posisi dan menentukan hasil ketika tim membutuhkan kontribusinya.
10. Mencatatkan Rekor Penampilan Internasional
Setelah Piala Dunia 2022, masa depan Ronaldo bersama Portugal sempat menghadapi pertanyaan besar. Performa tim yang mengecewakan membuat muncul keraguan mengenai kelanjutan perannya. Namun, pelatih baru Roberto Martinez tetap memberikan kepercayaan kepadanya.
Pada Maret 2023, Portugal menghadapi Liechtenstein dalam pertandingan kualifikasi Euro 2024. Ronaldo mencetak dua gol ketika Portugal memenangkan pertandingan dengan skor 4-0. Laga tersebut juga menjadi momen bersejarah bagi karier internasionalnya.
Ronaldo mencatatkan penampilan ke-197 dan menjadi pemain dengan jumlah pertandingan internasional terbanyak sepanjang sejarah sepak bola. Ia melewati berbagai nama besar yang sebelumnya menghuni daftar rekor tersebut.
Pencapaian itu memiliki arti khusus bagi Ronaldo. Ia mengakui bahwa rekor penampilan internasional menjadi sumber motivasi. Ia juga merasa bangga karena mampu mencapai sesuatu yang belum pernah diraih pemain lain sebelumnya.
Rekor tersebut akhirnya terus berkembang hingga mencapai 234 penampilan. Angka itu menjadi salah satu bagian terbesar dari warisan Ronaldo bersama Portugal. Konsistensinya memperlihatkan betapa panjang pengabdiannya kepada tim nasional.
Rekor 146 Gol dan 234 Penampilan Menjadi Warisan Ronaldo
Sepuluh momen tersebut hanya menggambarkan sebagian kecil perjalanan Ronaldo bersama Portugal. Selama lebih dari dua dekade, ia menghadapi berbagai situasi. Ada kemenangan bersejarah, kekalahan menyakitkan, rekor pribadi, hingga momen emosional bersama rekan setim.
Namun, angka 146 gol dan 234 penampilan menjadi gambaran paling jelas mengenai kontribusinya. Kedua pencapaian tersebut menempatkannya sebagai pemegang rekor dalam sepak bola internasional putra. Tidak banyak pemain mampu mempertahankan pengaruh sebesar itu selama periode yang begitu panjang.
Ronaldo juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia. Ia memulai catatan tersebut pada Piala Dunia 2006 di Jerman dan melanjutkannya hingga edisi 2026. Pencapaian itu memperlihatkan konsistensinya di tengah perubahan generasi sepak bola.
Selain rekor individu, Ronaldo memiliki kontribusi penting dalam keberhasilan Portugal memenangkan tiga gelar utama. Portugal menjuarai Euro 2016, Nations League 2019, dan Nations League 2025. Ketiga pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Sebelum generasi Ronaldo, Portugal belum pernah memenangkan trofi utama tim nasional senior. Karena itu, perubahan prestasi tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar koleksi gelar. Portugal berhasil membangun identitas sebagai salah satu kekuatan penting sepak bola Eropa.
Perselisihan dengan Jorge Jesus Mengiringi Akhir Karier Internasional
Meskipun memiliki banyak pencapaian, perjalanan Ronaldo menuju perpisahan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kekalahan Portugal dari Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu titik emosional. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri kesempatan Ronaldo tampil di Piala Dunia berikutnya bersama negaranya.
Ronaldo sempat menunjukkan kesedihan setelah pertandingan tersebut. Impiannya memenangkan Piala Dunia bersama Portugal tidak pernah terwujud. Meski begitu, ia masih memiliki berbagai pencapaian lain yang memperkuat warisannya di sepak bola internasional.
Harapan untuk melanjutkan karier bersama tim nasional sempat terbuka. Namun, hubungan Ronaldo dengan pelatih baru Portugal, Jorge Jesus, kemudian mengalami ketegangan. Perselisihan tersebut berkaitan dengan perannya dalam tim dan situasi yang terjadi selama agenda internasional.
Persoalan itu berkembang setelah Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal. Keputusan tersebut kemudian memicu tindakan disiplin dari otoritas sepak bola Portugal. Skorsing yang menyusul semakin memperumit situasi masa depannya bersama tim nasional.
Situasi tersebut akhirnya berujung pada keputusan pensiun. Ronaldo memilih mengakhiri perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003. Keputusan itu menutup pengabdian selama lebih dari dua dekade dengan berbagai catatan yang sulit disamai.
Perpisahan tersebut mungkin bukan akhir yang diharapkan para pendukung Portugal. Banyak orang tentu ingin melihat sang kapten mengakhiri kariernya melalui pertandingan perpisahan yang penuh penghormatan. Namun, perjalanan seorang pemain tidak selalu mengikuti skenario yang diinginkan.
Portugal Kehilangan Ikon, tetapi Warisannya Tetap Hidup
Kepergian Ronaldo dari tim nasional menandai berakhirnya sebuah era. Portugal kehilangan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi pusat perhatian. Nomor punggung tujuh yang identik dengannya juga membawa kenangan panjang bagi para pendukung.
Namun, Portugal tidak kehilangan sejarah yang telah dibangun bersama Ronaldo. Gelar Euro 2016 akan selalu menjadi salah satu pencapaian paling penting. Begitu pula dua keberhasilan di Nations League yang memperkuat reputasi tim nasional tersebut.
Generasi pemain berikutnya kini memiliki tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjalanan Portugal. Mereka harus membangun identitas baru tanpa bergantung pada sosok yang selama ini menjadi tumpuan utama. Tantangan tersebut tentu tidak mudah.
Di sisi lain, Ronaldo masih memiliki kesempatan melanjutkan karier sepak bola pada level klub. Pensiun dari tim nasional tidak berarti ia langsung meninggalkan dunia sepak bola profesional. Ia masih dapat berkompetisi dan menambah pencapaian bersama klubnya.
Pada akhirnya, sejarah Ronaldo bersama Portugal tidak hanya berbicara tentang jumlah gol atau pertandingan. Kisah tersebut juga memperlihatkan ambisi, ketahanan, kepemimpinan, dan keinginan untuk terus memenangkan sesuatu bagi negaranya.
Dari pemain muda berusia 19 tahun pada Euro 2004 hingga kapten berusia 41 tahun yang mengakhiri karier internasional, Ronaldo telah melewati perjalanan luar biasa. Ia datang sebagai talenta muda dan pergi sebagai salah satu legenda terbesar Portugal.
Cristiano Ronaldo mungkin tidak pernah membawa Portugal menjuarai Piala Dunia. Namun, ia telah memberikan sesuatu yang tidak kalah berharga: perubahan besar dalam sejarah sepak bola negaranya dan warisan yang akan dikenang oleh generasi berikutnya.





