Sabtu, 24 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Pengguna Livin’ by Mandiri Tembus 42,6 Juta

Oleh Jaya Purnama · 24/10/2026 · 11:28 am
Pengguna Livin’ by Mandiri Tembus 42,6 Juta
Dukung
Daftar Isi 5 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta, Bank Mandiri mencatat pengguna aplikasi Livin’ by Mandiri mencapai 42,6 juta hingga September 2026. Jumlah tersebut tumbuh 22 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya penggunaan layanan perbankan digital untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah.

Selain peningkatan jumlah pengguna, Livin’ by Mandiri juga mencatat aktivitas transaksi yang terus berkembang. Sepanjang Januari hingga September 2026, aplikasi tersebut membukukan 4,18 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 3.863 triliun. Nilai transaksi itu meningkat 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut memperkuat peran layanan digital dalam kegiatan perbankan Bank Mandiri. Melalui satu aplikasi, nasabah dapat mengakses beragam kebutuhan keuangan, mulai dari menabung dan melakukan pembayaran hingga memperoleh pembiayaan serta mengakses produk investasi.

Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto Xie menjelaskan bahwa perusahaan terus mengembangkan layanan digital dengan memadukan inovasi, keamanan, dan kenyamanan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam paparan kinerja kuartal III 2026 pada Jumat (23/10/2026).

Pengguna Livin’ by Mandiri Tumbuh 22 Persen

Pertumbuhan pengguna menjadi salah satu indikator perkembangan layanan digital Bank Mandiri. Hingga September 2026, Livin’ by Mandiri memiliki 42,6 juta pengguna. Angka tersebut meningkat 22 persen secara tahunan dan berjalan seiring dengan kenaikan jumlah transaksi.

Sementara itu, total transaksi selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 4,18 miliar. Nilainya menembus Rp 3.863 triliun, atau tumbuh 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas finansial yang berlangsung melalui aplikasi tersebut.

Sunarto menegaskan bahwa Bank Mandiri tidak hanya mengejar pertumbuhan pengguna dan transaksi. Perusahaan juga menempatkan pengalaman nasabah sebagai bagian penting dalam pengembangan teknologi perbankan.

“Bagi kami, layanan digital harus memberikan pengalaman transaksi yang mudah dan nyaman, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keandalan sistem. Karena itu, aspek keamanan dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan layanan,” ujar Sunarto dalam paparan kinerja Kuartal III 2026, Jumat (23/10/2026).

Dengan pendekatan tersebut, Bank Mandiri berupaya menjaga keseimbangan antara kemudahan akses dan perlindungan transaksi. Keandalan sistem juga menjadi perhatian karena nasabah mengandalkan layanan digital untuk menjalankan berbagai aktivitas keuangan.

Tujuh Fitur Baru Perluas Layanan Keuangan

Bank Mandiri mengembangkan Livin’ by Mandiri dengan pendekatan pengalaman nasabah atau customer experience. Melalui pendekatan ini, perusahaan mengintegrasikan berbagai kebutuhan keuangan dalam satu aplikasi agar nasabah dapat mengakses layanan sesuai kebutuhannya.

Layanan tersebut mencakup empat kelompok kebutuhan utama. Nasabah dapat menabung melalui layanan Save Money, melakukan transaksi melalui Move Money, memperoleh pembiayaan melalui Borrow Money, serta mengakses kebutuhan investasi melalui Grow Money. Selain itu, aplikasi ini juga menghadirkan solusi gaya hidup yang terhubung dengan ekosistem Bank Mandiri.

Untuk memperluas pilihan layanan, Bank Mandiri menghadirkan tujuh fitur terbaru. Fitur-fitur tersebut mencakup QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas.

Kehadiran fitur tersebut memperluas jenis layanan yang dapat diakses nasabah melalui aplikasi. Pilihan produk mencakup transaksi digital, simpanan, pembiayaan dengan agunan, serta layanan yang berkaitan dengan emas.

Selain menambahkan fitur, Bank Mandiri memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk mempersonalisasi tampilan dan pengaturan aplikasi. Nasabah dapat mengatur fitur, widget, pilihan penyedia layanan pembayaran, hingga notifikasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Personalisasi tersebut memungkinkan nasabah menyesuaikan pengalaman penggunaan aplikasi dengan kebiasaan transaksi mereka. Dengan demikian, pengembangan Livin’ by Mandiri tidak hanya berfokus pada penambahan layanan, tetapi juga pada kemudahan akses dan pengaturan fitur.

Transaksi Kopra by Mandiri Capai Rp 22.801 Triliun

Di segmen bisnis, Bank Mandiri juga mencatat perkembangan pada platform digital Kopra by Mandiri. Hingga September 2026, platform tersebut memiliki 406.000 pengguna terdaftar. Jumlah transaksi bisnis melalui Kopra juga menunjukkan nilai yang besar.

Sepanjang Januari hingga September 2026, nilai transaksi Kopra by Mandiri mencapai Rp 22.801 triliun. Angka tersebut tumbuh 17 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan peran platform tersebut dalam mendukung aktivitas transaksi perbankan nasabah bisnis.

Selama ini, Kopra menjadi salah satu platform andalan nasabah bisnis untuk mengelola transaksi perbankan melalui perangkat desktop. Layanan digital tersebut membantu kebutuhan operasional bisnis yang memerlukan akses terhadap informasi rekening dan proses transaksi.

Namun, mobilitas nasabah bisnis terus berkembang. Karena itu, Bank Mandiri menghadirkan Kopra Mobile dengan tampilan dan pengalaman transaksi baru agar nasabah dapat mengakses layanan secara lebih fleksibel.

Melalui Kopra Mobile, nasabah bisnis dapat menjalankan transaksi kapan saja dan di mana saja. Layanan ini juga mengintegrasikan sejumlah kebutuhan operasional langsung melalui perangkat seluler.

Kopra Mobile Permudah Operasional Bisnis

Kopra Mobile menghadirkan akses terhadap sejumlah kebutuhan utama operasional bisnis. Nasabah dapat memantau saldo, mengeksekusi transaksi, serta memberikan otorisasi pembayaran melalui perangkat seluler.

Bank Mandiri juga melengkapi layanan tersebut dengan proses pendaftaran atau onboarding melalui verifikasi biometrik Face Recognition. Selain itu, integrasi Mobile Token mendukung proses otorisasi dalam penggunaan layanan digital bisnis.

Sunarto menjelaskan bahwa integrasi berbagai kebutuhan operasional menjadi bagian dari pengembangan Kopra Mobile. Menurutnya, nasabah bisnis kini dapat mengakses sejumlah fungsi penting tanpa harus selalu mengandalkan perangkat desktop.

“Berbagai kebutuhan utama operasional bisnis kini terintegrasi langsung dalam genggaman, mulai dari pemantauan saldo hingga eksekusi transaksi dan otorisasi pembayaran, dilengkapi onboarding melalui verifikasi biometrik Face Recognition serta integrasi Mobile Token,” pungkasnya.

Pengembangan layanan untuk nasabah individu dan bisnis menunjukkan bahwa Bank Mandiri terus memperluas pemanfaatan kanal digital. Livin’ by Mandiri berfokus pada beragam kebutuhan finansial nasabah individu, sedangkan Kopra mendukung transaksi serta operasional bisnis.

Meski begitu, angka pertumbuhan pengguna dan transaksi tetap menjadi gambaran capaian hingga September 2026. Bank Mandiri menekankan pentingnya inovasi, kenyamanan, keamanan, dan keandalan sistem dalam pengembangan layanan berikutnya.

Digitalisasi Perbankan Menjangkau Beragam Kebutuhan

Perkembangan Livin’ by Mandiri dan Kopra by Mandiri memperlihatkan cakupan layanan digital Bank Mandiri pada dua segmen nasabah. Pertumbuhan pengguna Livin’ berjalan seiring dengan peningkatan nilai transaksi, sementara Kopra mencatat aktivitas transaksi bisnis dalam skala besar.

Di sisi lain, penambahan fitur dan pengembangan aplikasi seluler menunjukkan upaya perusahaan dalam menyesuaikan layanan dengan kebutuhan nasabah. Personalisasi pada Livin’ serta akses operasional melalui Kopra Mobile menjadi bagian dari pendekatan tersebut.

Ke depan, keseimbangan antara kemudahan penggunaan, keamanan, dan keandalan sistem tetap menjadi aspek penting dalam layanan perbankan digital. Bagi nasabah individu maupun pelaku bisnis, kualitas layanan dan kemudahan mengakses kebutuhan transaksi menjadi bagian dari pengalaman menggunakan perbankan digital.

Hingga September 2026, Livin’ by Mandiri mencatat 42,6 juta pengguna dan nilai transaksi Rp 3.863 triliun selama Januari–September. Sementara itu, Kopra by Mandiri membukukan nilai transaksi Rp 22.801 triliun pada periode yang sama. Kedua capaian tersebut menegaskan semakin pentingnya kanal digital dalam layanan perbankan Bank Mandiri.

Tag: ·
Jaya Purnama

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)