Jumat, 23 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Danantara Dorong Data Center Jumbo Punya Energi Sendiri

Oleh Jaya Purnama · 23/10/2026 · 1:40 pm
Danantara Dorong Data Center Jumbo Punya Energi Sendiri Jumlah karakter: 54 dari maksimal 60 karakter
Dukung
Daftar Isi 11 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta, Danantara Indonesia mendorong pengelola pusat data atau data center berskala besar untuk menyiapkan sumber energi sendiri. Kebijakan ini terutama menyasar fasilitas yang membutuhkan daya listrik tinggi, termasuk pusat data untuk mendukung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Managing Director Danantara Investment Management Stefanus Ade Hadiwidjaja menegaskan bahwa pembangunan fasilitas digital berskala besar tidak boleh mengganggu pasokan energi bagi industri maupun masyarakat. Karena itu, investor perlu memperhitungkan kebutuhan listrik sejak tahap awal perencanaan proyek.

Stefanus menyoroti proyek data center dengan kapasitas di atas 500 megawatt (MW). Menurut dia, proyek dengan kebutuhan daya sebesar itu perlu menerapkan prinsip Bring Your Own Energy (BYOE), yakni menyiapkan dukungan energi sendiri agar kebutuhan listrik fasilitas tidak membebani pasokan yang sudah tersedia di Indonesia.

Danantara Dorong Data Center Siapkan Energi Sendiri

Stefanus menyampaikan pandangan tersebut di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (22/10). Ia menjelaskan bahwa kebutuhan energi harus berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur pusat data, terutama ketika investor merencanakan fasilitas berkapasitas sangat besar.

“Intinya kalau itu data center dalam skala besar misalnya di atas 500 megawatt, kita sebutnya BYOD, Bring Your Own Energy. Jadi kita juga tidak mau mengganggu pasokan energi yang ada di Indonesia sekarang, (yang) buat industrialisasi dan buat masyarakat,” ujar Stefanus.

Dengan pendekatan tersebut, investor perlu memasukkan aspek ketersediaan energi ke dalam perencanaan proyek. Langkah ini penting karena pusat data AI membutuhkan dukungan listrik dalam jumlah besar untuk menjalankan infrastruktur komputasi dan operasional fasilitasnya.

Selain itu, perencanaan energi sejak awal dapat membantu investor menyesuaikan pengembangan pusat data dengan kesiapan infrastruktur pendukung. Dengan demikian, ekspansi industri digital tetap memperhatikan kebutuhan sektor industri lain serta konsumsi energi masyarakat.

Pasokan Listrik PLN Tetap Perhatikan Kelayakan Bisnis

Danantara tidak menutup kemungkinan bagi proyek pusat data untuk menggunakan listrik dari jaringan PT PLN (Persero). Namun, Stefanus menekankan bahwa tarif listriknya harus tetap memungkinkan PLN memperoleh keuntungan dari layanan tersebut.

Ketentuan itu menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur digital berskala besar perlu mempertimbangkan kepentingan investor dan penyedia energi. Di satu sisi, investor membutuhkan pasokan listrik yang memadai untuk menjalankan fasilitasnya. Di sisi lain, PLN perlu menjaga kelayakan bisnis ketika melayani pelanggan dengan kebutuhan daya sangat tinggi.

Karena itu, keputusan mengenai sumber energi tidak cukup hanya mempertimbangkan ketersediaan listrik. Investor juga perlu menghitung kebutuhan operasional dan biaya energi agar proyek dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bagi Indonesia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menarik investasi infrastruktur digital tanpa mengabaikan kebutuhan energi nasional. Dengan perencanaan yang matang, proyek pusat data berpotensi mendukung perkembangan ekonomi digital sekaligus memperhatikan keseimbangan pemanfaatan infrastruktur.

AI dan Data Center Jadi Peluang Investasi Danantara

Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, Danantara melihat sektor AI dan pusat data sebagai salah satu peluang investasi yang dapat dikembangkan di Indonesia. Investasi pada sektor ini juga berpotensi memperkuat infrastruktur digital nasional.

Stefanus menyampaikan bahwa sejumlah proyek berskala besar berpotensi diumumkan atau mencapai penandatanganan kesepakatan dalam penyelenggaraan The New Asia Forum. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali.

Forum tersebut diharapkan mempertemukan investor dengan berbagai peluang investasi di kawasan Asia. Selain itu, Danantara ingin menarik lebih banyak modal ke Indonesia, termasuk untuk pembangunan infrastruktur digital yang membutuhkan dukungan energi dan fasilitas pendukung lainnya.

Meski demikian, potensi pengumuman proyek tidak serta-merta berarti seluruh investasi sudah mencapai tahap realisasi. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan investor, kebutuhan infrastruktur, serta kesepakatan yang tercapai di antara pihak-pihak terkait.

Oleh karena itu, perkembangan proyek AI dan pusat data perlu dicermati melalui langkah konkret, seperti pengumuman resmi, penandatanganan kesepakatan, dan tindak lanjut pembangunan. Langkah-langkah tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai realisasi investasi yang direncanakan.

Pengelola Pusat Data Perlu Mengoptimalkan Air

Selain energi, Danantara menyoroti kebutuhan air untuk mendukung operasional pusat data. Stefanus mendorong pengelola fasilitas agar mengoptimalkan penggunaan air, termasuk melalui penerapan sistem sirkulasi tertutup atau closed-loop water system.

“Sebisa mungkin, kita mau ada water treatment system dan juga water desalinasi. jadi, mengoptimalisasi dari sisi air, semua investasi dilakukan dengan cara yang benar dan tepat, baik untuk masyarakat dan juga buat environment,” ujarnya.

Sistem sirkulasi tertutup memungkinkan pengelola menggunakan kembali air dalam proses operasional tertentu. Dengan cara ini, fasilitas dapat menekan kebutuhan air baru sesuai dengan rancangan sistem dan kebutuhan operasionalnya.

Selain itu, teknologi pengolahan air atau water treatment system dapat membantu mengelola air untuk kebutuhan fasilitas. Sementara itu, desalinasi menjadi salah satu opsi untuk mendukung penyediaan air dengan mengolah air berkadar garam tinggi sesuai kebutuhan dan kondisi setempat.

Namun, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan perencanaan teknis yang sesuai dengan karakteristik setiap proyek. Pengelola perlu memperhitungkan kebutuhan air, sistem pengolahan, serta dampak operasionalnya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Investasi Digital Perlu Memberikan Manfaat bagi Indonesia

Danantara memandang pembangunan pusat data tidak hanya dari besarnya nilai investasi. Kesiapan infrastruktur pendukung dan manfaat ekonomi bagi Indonesia juga menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan proyek.

Salah satu manfaat yang menjadi perhatian ialah penciptaan lapangan kerja. Selain itu, investasi AI dan pusat data diharapkan dapat memperkuat infrastruktur digital yang mendukung perkembangan berbagai aktivitas ekonomi.

Meski demikian, manfaat tersebut bergantung pada pelaksanaan proyek dan kebutuhan tenaga kerja yang muncul selama pembangunan maupun operasional. Karena itu, besarnya nilai investasi saja belum cukup untuk menggambarkan dampak ekonomi secara menyeluruh.

Di sisi lain, kebutuhan energi dan air menuntut investor untuk menyelaraskan rencana pembangunan dengan kondisi infrastruktur setempat. Pendekatan ini penting agar ekspansi pusat data tidak mengabaikan kepentingan masyarakat, industri, maupun lingkungan.

Dengan demikian, dorongan Danantara agar pusat data berskala besar menyiapkan energi sendiri menjadi bagian dari perhatian terhadap kesiapan infrastruktur digital Indonesia. Pengembangan sektor AI tetap membuka peluang investasi, tetapi pelaksanaannya perlu memperhitungkan pasokan listrik, pengelolaan air, kelayakan bisnis, dan manfaat ekonomi nasional.

FAQ Seputar Kebijakan Danantara untuk Data Center

Apa yang diminta Danantara dari pengelola pusat data besar?

Danantara mendorong proyek pusat data berskala besar, terutama yang berkapasitas di atas 500 MW, untuk menyiapkan sumber energi sendiri agar tidak mengganggu pasokan listrik bagi industri dan masyarakat.

Apakah pusat data masih boleh menggunakan listrik PLN?

Ya. Menurut Stefanus Ade Hadiwidjaja, proyek dapat menggunakan pasokan listrik PLN, tetapi tarifnya perlu memungkinkan PLN memperoleh keuntungan.

Bagaimana pusat data dapat mengoptimalkan penggunaan air?

Pengelola dapat mempertimbangkan sistem sirkulasi tertutup, teknologi pengolahan air, dan desalinasi sesuai kebutuhan fasilitas serta kondisi setempat.

Kapan The New Asia Forum berlangsung?

The New Asia Forum dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali. Danantara berharap forum tersebut membuka peluang pengumuman proyek besar atau penandatanganan kesepakatan investasi.

Apa manfaat investasi pusat data bagi Indonesia?

Investasi pusat data berpotensi memperkuat infrastruktur digital dan membuka lapangan kerja. Namun, manfaat akhirnya bergantung pada realisasi proyek, kesiapan infrastruktur, serta pelaksanaan investasi.

Tag: ·
Jaya Purnama

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)