Minggu, 25 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Lulusan DKV Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

Oleh Jaya Purnama · 24/10/2026 · 10:24 am
Dukung
Daftar Isi 4 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta, lulusan baru Desain Komunikasi Visual (DKV) bernama Sena, 23 tahun, mulai mempertimbangkan pekerjaan di luar negeri setelah menghadapi persoalan gaji di pasar kerja Indonesia. Ia menilai sejumlah lowongan desain grafis dan multimedia menawarkan upah yang belum sebanding dengan beban pekerjaan.

Sena menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 di Convention Hall SMESCO, Jakarta, pada Jumat (23/10/2026). Kali ini, ia datang bersama ibunya, Eli, yang berusia 53 tahun.

Bagi Sena, kunjungan tersebut terasa berbeda karena baru pertama kali ia menghadiri bursa kerja bersama sang ibu. Ia mengaku cukup gugup, sementara Eli justru terlihat antusias mendatangi berbagai stan perusahaan dan lembaga pelatihan untuk mencari informasi peluang kerja.

Sena tetap bersemangat mencari pekerjaan sesuai bidang yang ia kuasai. Namun, pengalaman melihat tawaran gaji yang kurang sesuai membuatnya mulai mempertimbangkan pilihan karier di negara lain demi memperoleh penghasilan yang lebih layak.

Gaji Jadi Tantangan bagi Lulusan DKV

Sena mengaku pernah hampir mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya. Namun, ia mengurungkan niat setelah mempertimbangkan besaran gaji dan beban kerja yang ditawarkan perusahaan.

Menurut Sena, mencari lowongan sebenarnya bukan persoalan utama. Tantangan yang lebih besar justru muncul ketika ia harus menilai apakah perusahaan menawarkan kompensasi yang pantas untuk pekerjaan tersebut.

“Sebenarnya nyari kerjanya gampang. Cuma yang enggak gampang tuh adalah negosiasi gajinya,” kata Sena saat ditemui di lokasi, Jumat (23/10/2026).

Selain pengalaman tersebut, Sena menemukan banyak lowongan di bidang desain grafis dan multimedia yang menawarkan gaji sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Ia menilai nominal itu belum memenuhi harapannya terhadap kompensasi untuk posisi yang membutuhkan keterampilan desain.

“Kebanyakan tuh di background yang desain grafis, multimedia, itu tuh gajinya masih di bawah UMR gitu. Padahal kan udah seharusnya kalau posisi pekerjaan itu udah minimal udah UMR gitu. Kebanyakan masih di bawah itu, Rp 2 juta, Rp 3 juta,” tutur dia.

Karena itu, Sena memilih tidak melanjutkan sejumlah proses lamaran ketika tawaran gaji tidak sesuai dengan ekspektasinya. Baginya, mendapatkan pekerjaan bukan sekadar soal memperoleh posisi, tetapi juga memastikan penghasilan sepadan dengan tanggung jawab yang harus ia jalankan.

Sena Mulai Mengincar Peluang Kerja di Luar Negeri

Situasi tersebut mendorong Sena mengalihkan sebagian perhatiannya ke pasar kerja internasional. Ia berharap kesempatan bekerja di luar negeri dapat memberinya peluang memperoleh penghasilan yang lebih baik.

Untuk mendukung rencana itu, Sena sudah membekali diri dengan kemampuan berbahasa Inggris. Kemampuan tersebut menjadi salah satu modal yang ia siapkan untuk menghadapi peluang kerja di lingkungan internasional.

Selain mengejar penghasilan yang lebih tinggi, Sena menegaskan bahwa keinginannya bukan untuk memenuhi gaya hidup mewah. Ia justru ingin mendapatkan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara wajar.

“Bukan kita maunya buat foya-foya, tapi buat memenuhi kebutuhan standar aja kita harus memiliki gaji yang tinggi, gitu. UMR aja bahkan untuk satu keluarga aja itu masih belum cukup,” ujar Sena.

Pernyataan tersebut menggambarkan pertimbangan Sena dalam menentukan arah karier. Ia ingin pekerjaan yang memberinya ruang untuk hidup mandiri, memenuhi kebutuhan dasar, dan merencanakan masa depan tanpa terus menghadapi kesenjangan antara beban kerja dan pendapatan.

Meski demikian, keinginan bekerja di luar negeri tidak serta-merta menjamin penghasilan yang lebih besar. Sena tetap perlu mempertimbangkan biaya hidup, persyaratan pekerjaan, serta peluang karier yang sesuai dengan keahlian desain yang ia miliki.

Dukungan Ibu Menguatkan Langkah Sena

Di tengah pertimbangannya mencari pekerjaan, Sena mendapat dukungan penuh dari Eli. Sang ibu ikut mendampingi putrinya mengunjungi bursa kerja dan mencari informasi dari perusahaan maupun lembaga pelatihan yang membuka kesempatan bagi pencari kerja.

Kehadiran Eli juga memperlihatkan peran keluarga dalam perjalanan seorang lulusan baru memasuki dunia kerja. Bagi Sena, dukungan tersebut menjadi bagian penting ketika ia harus menentukan pilihan di tengah tawaran pekerjaan yang belum sesuai harapan.

Sebagai anak perempuan pertama, Sena diharapkan mampu membangun kemandirian dan tidak bergantung pada orang lain. Harapan tersebut turut menjadi dorongan baginya untuk mencari pekerjaan yang dapat menopang kehidupannya sendiri.

Namun, perjalanan menuju kemandirian itu tidak selalu mudah. Sena harus menimbang kesempatan kerja yang tersedia, besaran gaji, serta kesesuaian pekerjaan dengan kompetensi yang ia pelajari selama menempuh pendidikan DKV.

Dengan dukungan ibunya, Sena terus mencari peluang yang sesuai dengan tujuan kariernya. Ia juga mulai membuka kemungkinan bekerja di luar negeri apabila peluang tersebut menawarkan prospek yang lebih baik.

Bursa Kerja Menjadi Ruang Mencari Peluang

Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri Expo 2026 menjadi salah satu tempat bagi Sena untuk menjajaki kesempatan kerja dan mengenal kebutuhan perusahaan. Dalam acara tersebut, pencari kerja dapat mencari informasi lowongan sekaligus mendatangi lembaga pelatihan untuk mengetahui peluang pengembangan keterampilan.

Bagi lulusan baru seperti Sena, kegiatan semacam ini dapat membantu memperluas informasi tentang pasar kerja. Namun, pengalaman yang ia ceritakan juga menunjukkan bahwa jumlah lowongan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keputusan seseorang untuk menerima pekerjaan.

Besaran gaji, tanggung jawab pekerjaan, dan prospek karier ikut memengaruhi pertimbangan pencari kerja. Karena itu, perusahaan perlu menawarkan kompensasi yang sesuai dengan tuntutan posisi agar dapat menarik kandidat dengan keterampilan yang dibutuhkan.

Di sisi lain, pencari kerja juga perlu memahami standar upah yang berlaku di lokasi kerja, menilai rincian tanggung jawab, dan mempertimbangkan peluang pengembangan karier sebelum menerima tawaran. Langkah tersebut dapat membantu mereka mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Pengalaman Sena memperlihatkan bahwa bagi sebagian lulusan baru, tantangan mencari pekerjaan tidak berhenti ketika mereka menemukan lowongan. Mereka juga harus menilai apakah pekerjaan tersebut mampu memberikan penghasilan yang layak dan mendukung kemandirian dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, Sena masih berupaya menemukan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan harapannya. Sambil terus mencari peluang di dalam negeri, ia menyiapkan kemampuan bahasa Inggris dan mempertimbangkan pasar kerja internasional sebagai salah satu jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Tag: ·

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.