Daftar Isi 5 bagian
JayaPurnama.com – Kendari, Sulawesi Tenggara, Festival Pantai Nambo akan berlangsung pada 7–8 November 2026 dengan melibatkan komunitas lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai elemen masyarakat. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari menyiapkan kegiatan ini sebagai bagian dari strategi promosi wisata daerah.
Pemerintah Kota Kendari menargetkan Festival Pantai Nambo mampu menembus Kalender Event Nasional (KEN). Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan komunitas kreatif, institusi pendidikan, dan generasi muda.
Festival selama dua hari ini menghadirkan beragam kegiatan. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni budaya, pameran UMKM, kuliner lokal, serta perlombaan kreatif. Selain itu, ajang olahraga UT Namborun akan menambah daya tarik festival pada hari kedua.
Festival Pantai Nambo Perkuat Promosi Wisata Kendari
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, Hermawaty, menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini mengutamakan konsep pariwisata berbasis pengalaman atau experiential tourism. Pendekatan tersebut menggabungkan keindahan destinasi dengan aktivitas olahraga, seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Menurut Hermawaty, penyelenggaraan acara menjadi salah satu strategi penting untuk memperkenalkan potensi wisata daerah. Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin menarik wisatawan melalui pemandangan alam. Sebaliknya, wisatawan juga perlu memperoleh pengalaman menyeluruh selama mengunjungi destinasi.
Pengalaman tersebut mencakup kenyamanan, keamanan, kebersihan lingkungan, hingga kesempatan menikmati kuliner khas daerah. Selain itu, wisatawan dapat mengikuti aktivitas olahraga dan menyaksikan pertunjukan budaya.
Dengan pendekatan tersebut, Festival Pantai Nambo diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas. Pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya, sedangkan komunitas lokal memiliki ruang untuk menunjukkan kreativitas.
Pameran UMKM dan Enam Perlombaan Meriahkan Acara
Panitia menyiapkan panggung kreatif dan pameran yang melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM. Berbagai produk usaha dan kuliner lokal akan mengisi kegiatan tersebut selama festival berlangsung.
Selain pameran, penyelenggara juga menghadirkan enam cabang perlombaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas warga Kendari.
Berikut enam jenis perlombaan yang masuk dalam rangkaian Festival Pantai Nambo:
- Lomba lulo: menghadirkan kesenian tari tradisional yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.
- Tari kreasi: memberikan ruang bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dalam seni tari.
- Fashion kreatif: menampilkan kreativitas peserta melalui konsep busana.
- Mosolori: menjadi salah satu cabang perlombaan dalam rangkaian festival.
- Musik: menghadirkan penampilan band dan akustik.
- Video promosi wisata dan ekonomi kreatif: mengajak peserta memperkenalkan potensi daerah melalui konten kreatif.
Beragam perlombaan tersebut memperlihatkan upaya pemerintah dalam menggabungkan pelestarian budaya dengan perkembangan kreativitas masyarakat. Terlebih lagi, kegiatan ini membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam promosi pariwisata.
UT Namborun Hadirkan Wisata Olahraga di Pantai Nambo
Pada hari kedua, 8 November 2026, Festival Pantai Nambo akan berkolaborasi dengan Universitas Terbuka (UT) Kendari melalui kegiatan olahraga bertajuk UT Namborun. Ajang lari tersebut memasuki penyelenggaraan tahun kedua dan diproyeksikan menarik ribuan peserta.
Penyelenggara menyiapkan dua kategori jarak, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer. Kedua kategori tersebut memiliki jalur berbeda, tetapi sama-sama mengarahkan peserta menuju garis akhir di Pantai Nambo.
Untuk kategori 5 kilometer, peserta memulai perjalanan dari Jembatan Kuning di wilayah Buku Toko. Selanjutnya, mereka berlari menyusuri kawasan pesisir hingga mencapai Pantai Nambo.
Sementara itu, peserta kategori 10 kilometer akan menempuh rute yang lebih panjang. Mereka terlebih dahulu melewati kawasan Jembatan Teluk Kendari sebelum menuju garis akhir di Pantai Nambo.
Kolaborasi ini memperkuat konsep sport tourism atau wisata olahraga. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mengikuti perlombaan lari, tetapi juga dapat menikmati suasana kawasan pesisir Kendari.
Selain melibatkan Universitas Terbuka, Dinas Pariwisata Kota Kendari juga menggandeng komunitas kreatif. Salah satunya adalah pegiat wisata Trip A yang turut membantu memperluas jangkauan promosi kegiatan.
Hermawaty mengatakan bahwa panitia telah menjalin komunikasi dengan berbagai komunitas. Dinas Pariwisata juga memfasilitasi keterlibatan mereka agar semakin banyak elemen masyarakat ikut menyemarakkan festival.
Duta Wisata Anandonia Luale Libatkan Generasi Muda
Di sisi lain, pemerintah daerah turut memperkuat promosi melalui keterlibatan generasi muda. Dinas Pariwisata memaksimalkan peran finalis Duta Wisata Anandonia Luale 2026 untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kebudayaan Kendari.
Sebanyak 10 pasang finalis telah melewati proses seleksi. Mereka juga mengikuti pembekalan mengenai kebudayaan, pariwisata, kemampuan bahasa Inggris, serta penguatan mental bersama psikolog.
Pemerintah berharap para finalis dapat mengambil peran dalam berbagai kegiatan kepariwisataan. Mereka juga diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mencintai dan melestarikan budaya lokal.
Nama Anandonia dan Luale sendiri merepresentasikan kebanggaan terhadap kebudayaan suku asli Tolaki. Karena itu, keterlibatan para finalis tidak hanya berorientasi pada promosi destinasi, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah.
Hermawaty berharap para duta wisata tersebut dapat menjadi teladan bagi anak muda. Melalui keterlibatan aktif, mereka dapat membantu memperkenalkan kekayaan budaya Kendari kepada masyarakat yang lebih luas.
Kendari Targetkan Festival Masuk Kalender Event Nasional
Seluruh rangkaian promosi dan penyelenggaraan Festival Pantai Nambo dikoordinasikan secara berkala dengan Kementerian Pariwisata. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat peluang festival masuk Kalender Event Nasional.
Masuknya sebuah acara dalam KEN dapat memperluas perhatian terhadap potensi wisata daerah. Karena itu, Pemerintah Kota Kendari terus mendorong penyelenggaraan kegiatan yang memiliki daya tarik dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Selain Festival Pantai Nambo, pemerintah daerah juga ingin memperkuat posisi Kendari sebagai pusat pariwisata, kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran atau MICE. Potensi tersebut berjalan seiring dengan perkembangan Kendari sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara dan kota jasa.
Kolaborasi pemerintah, komunitas, institusi pendidikan, pelaku UMKM, dan generasi muda menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Dengan demikian, promosi pariwisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.
Festival Pantai Nambo pada 7–8 November 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan daya tarik pesisir Kendari. Melalui perpaduan olahraga, budaya, kuliner, dan ekonomi kreatif, pemerintah berharap festival ini semakin memperkuat citra pariwisata daerah sekaligus membuka peluang masuk ke Kalender Event Nasional.





