QRIS Antarnegara Bidik Arab Saudi, Implementasi Ditargetkan pada 2027

Jaya Purnama

QRIS Antarnegara Bidik Arab Saudi, Implementasi Ditargetkan pada 2027
QRIS Antarnegara Bidik Arab Saudi, Implementasi Ditargetkan pada 2027

JayaPurnama.com – Jakarta, pengembangan QRIS antarnegara terus meluas ke kawasan Timur Tengah. Arab Saudi menjadi salah satu negara sasaran konektivitas pembayaran digital Indonesia dengan target implementasi pada 2027. Saat ini, pengembangan teknis bersama sejumlah mitra masih berlangsung.

Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Santoso, mengatakan bahwa proses pengembangan tersebut masih membutuhkan kesiapan sistem dan pengujian operasional. Karena itu, implementasi QRIS di Arab Saudi belum dapat berjalan sebelum seluruh tahapan teknis memenuhi kebutuhan operasional.

Santoso menyampaikan perkembangan tersebut seusai acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Ia menilai Arab Saudi memiliki prospek yang menjanjikan untuk konektivitas pembayaran lintas negara pada tahun depan.

Selain Arab Saudi, ASPI juga mengembangkan konektivitas QRIS dengan Hong Kong dan Timor Leste. Hong Kong berpeluang terhubung pada akhir 2026, sedangkan Timor Leste menargetkan tahap uji coba pada November 2026. Sementara itu, pengembangan dengan India masih menghadapi pembahasan persyaratan teknis dan negosiasi.

QRIS Antarnegara Menyasar Arab Saudi pada 2027

ASPI terus mengembangkan konektivitas pembayaran digital dengan sejumlah mitra di Timur Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan QRIS ke luar Indonesia. Namun, kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting sebelum sistem tersebut dapat beroperasi.

Santoso menyatakan bahwa pengembangan teknis di kawasan Timur Tengah masih berjalan. Menurutnya, Arab Saudi menjadi salah satu negara yang memberikan prospek positif untuk implementasi pada 2027.

Ia mengungkapkan optimisme tersebut ketika menjelaskan target konektivitas pembayaran dengan Arab Saudi. “Arab Saudi kita jauh lebih optimistis di tahun depan kita pikir akan berjalan,” kata Santoso.

Meski demikian, target tersebut masih bergantung pada hasil pengembangan dan pengujian operasional. ASPI berharap pengujian teknis dapat memastikan konektivitas berjalan lancar sebelum peluncuran kepada masyarakat.

Dengan demikian, target 2027 belum berarti layanan sudah tersedia untuk transaksi publik. Pengembangan sistem dan pengujian tetap menjadi tahapan penting yang harus dilalui sebelum implementasi.

Hong Kong Berpeluang Terhubung Akhir 2026

Selain fokus pada Timur Tengah, ASPI juga mempercepat pengembangan QRIS antarnegara dengan Hong Kong. Konektivitas tersebut berpeluang terealisasi pada akhir 2026. Namun, target itu tetap mengikuti perkembangan proses teknis yang berjalan.

Hong Kong menjadi salah satu tujuan pengembangan konektivitas pembayaran digital Indonesia. Kehadiran layanan lintas negara nantinya bergantung pada kesiapan sistem yang menghubungkan mekanisme pembayaran kedua pihak.

Sementara itu, ASPI menargetkan Timor Leste memasuki tahap uji coba atau sandbox pada November 2026. Tahap tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan sebelum target operasional penuh pada awal 2027.

Perbedaan jadwal antara Hong Kong, Timor Leste, dan Arab Saudi menunjukkan bahwa setiap konektivitas memiliki tahapan pengembangan masing-masing. Karena itu, masyarakat perlu menunggu kepastian implementasi sebelum mengandalkan layanan tersebut untuk transaksi sehari-hari.

Pengembangan QRIS dengan India Masih Berproses

Di sisi lain, konektivitas QRIS dengan India masih menghadapi sejumlah tantangan. ASPI telah memulai pembahasan dengan pihak terkait sejak dua tahun lalu. Namun, negosiasi dan pembahasan persyaratan teknis masih berlangsung.

Santoso menjelaskan bahwa pengembangan teknis dengan India belum berjalan secara komprehensif. Kondisi tersebut membuat ASPI belum dapat memastikan jadwal implementasinya.

Berbeda dengan target yang telah disebutkan untuk beberapa negara lain, konektivitas dengan India masih memerlukan perkembangan lebih lanjut. Penyelesaian negosiasi dan pembahasan teknis menjadi bagian penting sebelum proses implementasi dapat ditentukan.

Oleh karena itu, belum adanya tenggat yang pasti tidak berarti pengembangan dengan India telah berhenti. ASPI masih menghadapi tahapan pembahasan yang perlu diselesaikan sebelum dapat menetapkan jadwal operasional.

Kesiapan Teknis Menjadi Penentu Implementasi

Pengembangan QRIS lintas negara membutuhkan koordinasi teknis antara pihak-pihak yang terlibat. Setiap konektivitas juga harus melewati tahapan yang sesuai sebelum layanan beroperasi. Karena itu, target waktu perlu mengikuti kesiapan sistem dan hasil pengujian.

Berdasarkan penjelasan Santoso, ASPI saat ini menjalankan pengembangan dengan beberapa negara dalam tahapan berbeda. Arab Saudi menargetkan implementasi pada 2027, Hong Kong berpeluang terhubung pada akhir 2026, dan Timor Leste menargetkan uji coba pada November 2026 sebelum operasional penuh pada awal 2027.

Sementara itu, ASPI belum memastikan jadwal untuk India karena pengembangan teknisnya belum berlangsung secara komprehensif. Perkembangan setiap negara tersebut masih perlu mengikuti penyelesaian proses teknis dan kesiapan operasional.

Dengan semakin luasnya sasaran konektivitas, perkembangan QRIS antarnegara menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan dalam sektor sistem pembayaran Indonesia. Namun, kepastian jadwal peluncuran tetap bergantung pada kemajuan pengembangan dan hasil pengujian di setiap negara.

Kesimpulan

ASPI menargetkan konektivitas QRIS dengan Arab Saudi dapat berjalan pada 2027. Pengembangan teknis masih berlangsung, sementara pengujian operasional menjadi salah satu tahapan penting sebelum layanan tersedia bagi masyarakat.

Selain Arab Saudi, Hong Kong berpeluang terhubung pada akhir 2026 dan Timor Leste menargetkan operasional penuh pada awal 2027 setelah tahap uji coba. Adapun konektivitas dengan India belum memiliki jadwal pasti karena negosiasi dan pembahasan teknis masih berjalan.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referal Kredivo Terbaru 2026 Dapat Points sampai Rp 125 Ribu

Kode Referal Kredivo Terbaru 2026 Dapat Points sampai Rp 125 Ribu

Kunjungi Artikel