Pos Indonesia Rugi Hampir Rp 100 Miliar per Bulan, Said Iqbal Usulkan Tambahan Modal dari Danantara

Jaya Purnama

Pos Indonesia Rugi Hampir Rp 100 Miliar per Bulan, Said Iqbal Usulkan Tambahan Modal dari Danantara
Pos Indonesia Rugi Hampir Rp 100 Miliar per Bulan, Said Iqbal Usulkan Tambahan Modal dari Danantara

JayaPurnama.com – Jakarta, PT Pos Indonesia (Persero) menghadapi tekanan keuangan akibat penurunan kinerja bisnis layanan logistik. Perusahaan mengalami kerugian operasional hampir Rp 100 miliar setiap bulan. Kondisi tersebut mendorong munculnya usulan tambahan penyertaan modal dari Danantara untuk membantu memulihkan kinerja perusahaan.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan kondisi tersebut setelah berdialog dengan Dewan Direksi dan Komisaris Pos Indonesia pada Rabu (14/10/2026). Menurutnya, manajemen mengakui bahwa kondisi bisnis perusahaan belum menunjukkan perbaikan yang memadai.

Meski menghadapi tekanan operasional, manajemen Pos Indonesia tetap optimistis terhadap prospek pemulihan bisnis. Perusahaan memperkirakan kinerjanya dapat kembali meningkat dalam satu hingga dua tahun ke depan. Namun, optimisme tersebut membutuhkan dukungan pendanaan dan perbaikan model bisnis agar perusahaan mampu kembali mencatatkan kinerja positif.

Pos Indonesia Rugi Hampir Rp 100 Miliar per Bulan

Said Iqbal menjelaskan bahwa kerugian operasional bulanan menjadi salah satu persoalan utama yang perlu segera mendapat perhatian. Tekanan pada layanan logistik membuat kondisi keuangan Pos Indonesia belum membaik. Situasi ini juga menunjukkan besarnya tantangan yang harus perusahaan hadapi untuk memulihkan kegiatan usahanya.

Dalam keterangannya di gedung Pos Indonesia, Jakarta Pusat, Said menyampaikan bahwa direksi dan komisaris telah menjelaskan kondisi perusahaan secara langsung. Manajemen juga menyampaikan keyakinan bahwa bisnis mereka dapat kembali tumbuh dalam satu hingga dua tahun mendatang.

“Tadi juga dijelaskan oleh perusahaan (Direksi dan Komisaris PT Pos), kondisi perusahaan sekarang ini memang tidak sedang baik-baik saja, menurun, tapi mereka berkeyakinan satu hingga dua tahun ini akan rebound, akan naik lagi,” ujar Said Iqbal.

Namun, pemulihan tersebut tidak hanya bergantung pada optimisme manajemen. Perusahaan perlu memperbaiki kinerja operasional agar pendapatan dan pengeluaran dapat mendukung keberlanjutan bisnis. Selain itu, dukungan pendanaan menjadi salah satu pilihan untuk membantu perusahaan melewati tekanan keuangan saat ini.

Said Iqbal Usulkan Tambahan Modal dari Danantara

Melihat kondisi tersebut, Said Iqbal mengusulkan agar Danantara memberikan tambahan penyertaan modal kepada Pos Indonesia. Menurutnya, dukungan itu dapat membantu perusahaan memperkuat kondisi keuangan dan memulihkan kegiatan operasionalnya.

Said menilai kebutuhan pendanaan menjadi penting karena perusahaan menghadapi kerugian operasional yang cukup besar setiap bulan. Tambahan modal diharapkan dapat membantu Pos Indonesia memperbaiki kondisi keuangan, sehingga perusahaan memiliki ruang untuk menjalankan upaya pemulihan bisnis.

“Tentu mereka butuh dukungan dari Danantara. Baik untuk modal awal kembali, yang mungkin sekarang minus, karena tadi biaya operasional saja sudah minus. Setiap bulan itu hampir Rp 100 miliar, itu sudah minus,” paparnya.

Meski begitu, tambahan modal tidak serta-merta menjamin keberhasilan pemulihan. Danantara juga mempertimbangkan model bisnis perusahaan yang mengajukan dukungan pendanaan. Karena itu, Pos Indonesia perlu memperhatikan aspek bisnis selain kebutuhan modal untuk memperbaiki kinerjanya.

Said mengakui bahwa Danantara memiliki persyaratan terkait model bisnis perusahaan penerima pendanaan. Menurutnya, penyertaan modal dapat menjadi alternatif untuk memperbaiki kondisi keuangan Pos Indonesia apabila perusahaan mampu memenuhi persyaratan tersebut.

“Nah, mungkin dengan ada penyertaan modal dari Danantara, dia akan kembali positif, membaik. Tapi kan Danantara mensyaratkan model bisnisnya,” pungkas Said.

Said Iqbal Akan Bahas Kondisi Pos Indonesia dengan Danantara

Sebagai langkah lanjutan, Said berencana bertemu dengan pihak Danantara pada Kamis pekan depan. Dalam pertemuan tersebut, ia akan menyampaikan persoalan keuangan yang tengah dihadapi Pos Indonesia. Ia juga berencana membahas kesulitan perusahaan dalam memperoleh tambahan penyertaan modal.

Said menyebut rencana pertemuan itu sebagai kesempatan untuk menyampaikan kebutuhan Pos Indonesia secara langsung kepada pihak terkait. Ia berharap pembahasan tersebut dapat membantu menjelaskan persoalan yang menghambat pemulihan bisnis perusahaan.

“Jadi saya rasa tiket baiknya sudah ada, dan dengan Danantara kebetulan Kamis minggu depan, kami akan bertemu, saya akan bertemu dengan Pak Doni Oskaria. Mungkin salah satu kesulitan PT Pos untuk mendapatkan bantuan penyertaan tambahan modal, akan saya sampaikan,” lanjut Said.

Namun, pertemuan tersebut belum memastikan adanya persetujuan pendanaan tambahan. Keputusan dukungan modal tetap berkaitan dengan pertimbangan Danantara, termasuk persyaratan model bisnis. Oleh karena itu, hasil pembahasan mendatang akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam perkembangan pemulihan Pos Indonesia.

Danantara Juga Menyoroti Perlindungan Pekerja BUMN

Selain persoalan pendanaan, Said Iqbal menyinggung perlindungan pekerja apabila pemerintah atau pengelola melakukan penggabungan maupun restrukturisasi badan usaha milik negara (BUMN). Ia mengingatkan bahwa perubahan struktur perusahaan perlu memperhatikan kepentingan karyawan.

Menurut Said, Danantara telah menyampaikan komitmen bahwa proses merger BUMN tidak akan berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai perubahan struktur perusahaan milik negara.

Meski demikian, Said menegaskan bahwa setiap keputusan PHK harus memiliki alasan yang jelas. Ia juga menekankan pentingnya pembahasan bersama pekerja apabila perusahaan mengambil langkah tersebut.

“Danantara kan juga sudah memang mengatakan, kalau terjadi merger-merger atau restrukturisasi di BUMN, maka tidak boleh PHK karyawan. Kalau itu terjadi, harus ada alasan dan diskusi dengan pekerjanya,” katanya.

Dengan demikian, upaya memulihkan Pos Indonesia tidak hanya berkaitan dengan persoalan keuangan dan keberlanjutan layanan logistik. Perlindungan tenaga kerja juga menjadi perhatian ketika perusahaan menghadapi kemungkinan perubahan struktur bisnis. Keseimbangan antara pemulihan kinerja dan kepentingan karyawan menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian.

Pemulihan Bisnis Pos Indonesia Menjadi Perhatian

Kerugian operasional hampir Rp 100 miliar per bulan memperlihatkan besarnya tekanan yang tengah dihadapi Pos Indonesia. Perusahaan berharap dapat memulihkan kinerja dalam satu hingga dua tahun ke depan. Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan langkah perbaikan bisnis dan dukungan pendanaan yang sesuai.

Usulan Said Iqbal agar Danantara memberikan tambahan modal menjadi salah satu langkah yang ia dorong untuk membantu perusahaan. Selanjutnya, pembahasan mengenai kondisi keuangan Pos Indonesia dan persyaratan pendanaan akan menjadi bagian penting dalam upaya mencari jalan keluar.

Di sisi lain, komitmen perlindungan pekerja juga perlu mendapat perhatian apabila proses restrukturisasi BUMN berlangsung. Pada akhirnya, keberhasilan pemulihan Pos Indonesia akan bergantung pada kemampuan perusahaan memperbaiki kinerja bisnis sekaligus menjaga keberlanjutan operasionalnya.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Pengalaman Daftar Yup PayLater: Limit Hingga Rp100 Juta dan Cicilan 0% di Oktober 2026

Pengalaman Daftar Yup PayLater: Limit Hingga Rp100 Juta dan Cicilan 0% di Oktober 2026

Kunjungi Artikel