Jayapurnama.com – Jakarta, daratan baru seluas sekitar 30,3 hektare muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Lampung Selatan. Daratan itu terbentuk dari material vulkanik yang terlontar dan menumpuk selama aktivitas erupsi sejak Juli 2026.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan kemunculan daratan baru tersebut. Ia menyebut luas area itu mencapai kurang lebih 30,3 hektare.
βYa benar informasinya, kurang lebih 30,3 hektare,β kata Suwarno saat dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2026).
Daratan baru Gunung Anak Krakatau terbentuk dari material erupsi
Suwarno menjelaskan, daratan baru itu tidak muncul secara tiba-tiba. Material hasil erupsi terlontar dari kawasan gunung api, lalu menumpuk secara bertahap sejak aktivitas erupsi berlangsung pada Juli 2026.
Menurut dia, luas daratan yang mencapai puluhan hektare menunjukkan proses pembentukannya membutuhkan waktu. Karena itu, kemunculan area tersebut tidak dapat dipahami sebagai daratan yang mendadak muncul dalam waktu singkat.
βYa itu hasil erupsi kemarin dari mulai bulan Juli. Luasannya puluhan hektare, jadi gak mungkin mendadak dapat muncul begitu,β ujar Suwarno.
Status daratan masih dalam pemantauan
Petugas masih memantau kondisi daratan baru di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan itu penting karena area tersebut terbentuk dari material vulkanik yang berkaitan dengan aktivitas erupsi gunung api.
Meski demikian, Suwarno belum dapat memastikan apakah kemunculan daratan tersebut berkaitan dengan terbentuknya kerucut gunung api baru atau yang kerap disebut sebagai βanakβ Gunung Anak Krakatau. Informasi mengenai kemungkinan itu masih menunggu hasil pemantauan lebih lanjut.
Lokasi berada dekat tubuh Gunung Anak Krakatau
Suwarno menyebut daratan baru tersebut berada tidak jauh dari tubuh Gunung Anak Krakatau. Lokasinya masih berada di sekitar kawasan gunung api yang menjadi sumber material erupsi sejak Juli.
Ia juga menjelaskan bahwa kawasan Gunung Anak Krakatau memiliki saluran atau pipa magma. Saluran tersebut memungkinkan magma bergerak dan mencari celah untuk keluar ke permukaan.
Namun, keberadaan saluran magma itu belum menjadi bukti bahwa kerucut gunung api baru akan muncul di area tersebut. βYa tetap aja di situ karena kan dia mempunyai pipa-pipa magma. Kalau masalah untuk akan keluar cucunya, belum kita ketahui,β kata Suwarno.
Dengan demikian, daratan seluas sekitar 30,3 hektare itu untuk sementara dipahami sebagai hasil penumpukan material erupsi. Petugas masih mengamati perkembangannya untuk memastikan kondisi kawasan di sekitar Gunung Anak Krakatau.








