Daftar Isi 4 bagian
Jayapurnama.com – Saham treasuri Sari Roti sebanyak sekitar 514 juta lembar direncanakan untuk dihapus setelah perusahaan menjalankan program pembelian kembali saham pada 2021–2025. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) mengajukan rencana tersebut sebagai bagian dari langkah untuk memperbaiki struktur kepemilikan dan meningkatkan porsi saham yang beredar di pasar.
Rencana itu masih memerlukan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Perseroan menjadwalkan rapat pada 15 Desember 2026, sementara pemegang saham yang berhak hadir harus tercatat dalam daftar pemegang saham paling lambat 20 November 2026.
Rincian saham treasuri Sari Roti yang akan dihapus
Jumlah saham yang diusulkan untuk dihapus mencapai sekitar 514 juta lembar, atau 8,31 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor perseroan. Nilai nominal saham tersebut setara dengan Rp10,28 miliar. Angka ini merujuk pada nilai nominal, bukan nilai pasar saham di bursa.
Manajemen menyampaikan bahwa penarikan saham treasuri dimaksudkan untuk menjaga stabilitas perdagangan saham dan meningkatkan kepercayaan investor. Perseroan juga menyebut langkah tersebut sebagai tahap awal untuk meningkatkan free float, yaitu porsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.
Dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada 7 November 2026, manajemen menjelaskan bahwa penarikan itu merupakan bagian dari upaya memperbaiki struktur kepemilikan saham perusahaan. Namun, perubahan tersebut baru dapat dijalankan setelah pemegang saham memberikan persetujuan dalam RUPSLB.
Asal saham dan penggunaan sebagian hasil buyback
Sepanjang program pembelian kembali saham periode 2021–2025, Sari Roti membeli sekitar 564 juta saham. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 juta lembar telah dialokasikan untuk program Management and Employee Stock Option Program (MESOP), sedangkan sekitar 514 juta lembar sisanya masuk dalam rencana penghapusan.
Dengan demikian, tidak seluruh saham hasil buyback akan ditarik. Bagian yang telah dialokasikan untuk MESOP dipisahkan dari saham treasuri yang diusulkan untuk dihapus. Perseroan tidak mengungkapkan harga rata-rata pembelian kembali saham tersebut dalam informasi yang tersedia.
Sebagai gambaran nilai pasar, harga saham ROTI sebesar Rp476 per lembar digunakan sebagai acuan untuk menghitung nilai sekitar 514 juta saham itu. Berdasarkan acuan tersebut, nilainya diperkirakan mencapai Rp244,76 miliar. Angka perkiraan ini berbeda dari nilai nominal Rp10,28 miliar karena menggunakan dasar perhitungan harga saham, bukan nilai nominal.
Perubahan persentase kepemilikan pemegang saham
Penghapusan saham treasuri akan mengubah persentase kepemilikan karena jumlah saham dalam perhitungan kepemilikan menjadi lebih kecil. Jumlah lembar saham yang dipegang masing-masing investor tidak berubah hanya karena rencana penghapusan tersebut, tetapi porsinya terhadap keseluruhan saham dapat meningkat.
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk, pemegang saham utama sekaligus pengendali, diproyeksikan memiliki porsi 28,11 persen setelah aksi tersebut. Persentase itu meningkat dari posisi sebelumnya sebesar 24,17 persen.
Demeter Indo Investment Pte. Ltd juga diperkirakan mengalami kenaikan porsi kepemilikan. Persentasenya berubah dari 22,16 persen menjadi 24,17 persen dalam proyeksi setelah penghapusan saham treasuri.
Porsi saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen juga diproyeksikan naik. Free float tersebut diperkirakan bertambah dari 7,60 persen menjadi 8,29 persen. Perseroan mengaitkan rencana ini dengan upaya meningkatkan saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar.
RUPSLB menjadi tahapan penentu
RUPSLB pada 15 Desember 2026 menjadi tahapan penting bagi rencana penghapusan saham. Pemegang saham yang ingin menghadiri rapat perlu tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan paling lambat 20 November 2026. Kedua tanggal itu menjadi jadwal yang telah diumumkan untuk proses permintaan persetujuan.
Sebelum keputusan rapat, angka perubahan kepemilikan yang diproyeksikan belum menjadi hasil final dari aksi korporasi. Persetujuan pemegang saham diperlukan agar rencana penarikan saham treasuri dapat dilanjutkan. Karena itu, perkembangan agenda RUPSLB akan menentukan apakah sekitar 514 juta lembar saham tersebut benar-benar dihapus.
Bagi investor, informasi yang perlu diperhatikan mencakup jumlah saham yang diusulkan, perubahan porsi kepemilikan, serta hasil rapat pemegang saham. Harga rata-rata buyback tidak diungkapkan, sehingga perkiraan nilai berdasarkan harga Rp476 per saham tidak dapat dianggap sebagai harga perolehan perseroan. Informasi itu juga tidak menggantikan keputusan resmi mengenai pelaksanaan rencana.
Jika disetujui dan dilaksanakan, penghapusan tersebut akan menjadi tindak lanjut dari program buyback yang berlangsung selama 2021–2025. Perseroan menempatkan rencana ini sebagai upaya menjaga perdagangan saham dan meningkatkan free float. Namun, perubahan persentase kepemilikan maupun jumlah saham yang tersedia di pasar tetap perlu dilihat berdasarkan pelaksanaan akhir aksi korporasi.





