Daftar Isi 4 bagian
Jayapurnama.com – Kolaborasi antar-BPD menjadi salah satu cara Bank Jatim mendukung pertumbuhan ekonomi, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur itu bekerja sama dengan sejumlah BPD, terutama melalui Kelompok Usaha Bank (KUB), untuk memperkuat kapasitas dan membuka peluang bisnis bersama.
Upaya tersebut melengkapi peran Bank Jatim sebagai lembaga intermediasi. Perseroan menyalurkan pembiayaan, mengelola dana masyarakat, menyediakan layanan transaksi, serta membagikan dividen yang turut menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah.
Peran Bank Jatim dalam ekonomi regional
Melalui penyaluran kredit, Bank Jatim mendukung pembiayaan berbagai segmen, dengan perhatian khusus pada sektor ekonomi produktif. Peran ini menghubungkan dana yang dihimpun dari masyarakat dengan kebutuhan pembiayaan usaha dan kegiatan ekonomi di daerah.
Selain kredit, pengelolaan dana masyarakat dan layanan transaksi juga menjadi bagian dari kontribusi bank. Kemudahan dalam melakukan pembayaran dapat membantu kebutuhan nasabah dan instansi, sementara fungsi penghimpunan dana menjaga peran perbankan sebagai penghubung antara masyarakat dan kegiatan ekonomi.
Bank Jatim juga menyebut dividen sebagai salah satu kontribusinya kepada daerah. Pendapatan Asli Daerah dapat menjadi salah satu unsur pendukung pembangunan, sehingga kinerja bank daerah berkaitan dengan kapasitas ekonomi di wilayah tempatnya beroperasi.
Meski demikian, kontribusi regional tidak hanya bertumpu pada aktivitas satu bank. Kerja sama dengan sesama BPD memberi ruang bagi masing-masing lembaga untuk melengkapi kemampuan, memperluas layanan, dan mencari kesempatan usaha yang mungkin lebih sulit dijalankan sendiri.
Kolaborasi antar-BPD melalui KUB
Bank Jatim mendorong kerja sama khususnya di antara BPD yang tergabung dalam KUB. Pola ini diarahkan untuk memperkuat keberadaan setiap anggota, menciptakan peluang bisnis baru, dan menghasilkan nilai tambah bersama. Dengan demikian, kolaborasi diharapkan memberi manfaat bagi lebih dari satu lembaga.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan kolaborasi dapat menjadi jalan bagi pelaku industri keuangan untuk bertahan sekaligus tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Ia menilai kerja sama antar-BPD memungkinkan para pihak saling melengkapi.
Winardi menyebut kolaborasi antar-BPD sebagai salah satu enabler bagi pertumbuhan ekonomi negara, dengan kekuatan yang dibangun dari tingkat regional. Pernyataan itu menempatkan kerja sama daerah sebagai bagian dari upaya lebih luas, bukan semata-mata hubungan bisnis antarlembaga.
Dalam praktiknya, hasil kerja sama bergantung pada layanan dan kebutuhan yang dapat dipertemukan. Salah satu bentuk yang telah dijalankan Bank Jatim ialah penyediaan layanan pembayaran digital bagi Bank Banten melalui platform Jconnect PartnerPay.
Jconnect PartnerPay layani transaksi Bank Banten
Jconnect PartnerPay memungkinkan nasabah Bank Banten bertransaksi secara real time melalui QRIS dan Virtual Account. Bank Jatim menyebut layanan tersebut dirancang agar transaksi berlangsung cepat dan aman, serta membantu menyediakan pilihan pembayaran digital bagi nasabah dan mitra bank.
Bank Banten memiliki peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat di Provinsi Banten. Karena itu, layanan pembayaran tersebut dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan transaksi instansi maupun nasabah korporasi yang bekerja sama dengan bank tersebut.
Sejumlah rumah sakit daerah tercatat telah menggunakan layanan ini, yaitu RSUD Banten, RSUD Balaraja, dan RSUD Labuan. Penggunaan di tiga instansi tersebut menunjukkan penerapan Jconnect PartnerPay pada kebutuhan pembayaran layanan publik, meski tidak tersedia rincian jumlah transaksi untuk masing-masing rumah sakit.
Secara keseluruhan, transaksi melalui layanan itu pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 21.095 transaksi. Angka tersebut menjadi gambaran pemanfaatan layanan dalam rentang delapan bulan, tanpa menjelaskan nilai rupiah atau komposisi transaksi berdasarkan jenis pembayaran.
Kinerja Bank Jatim hingga September 2026
Kerja sama antarbank berlangsung seiring pertumbuhan kinerja Bank Jatim. Secara konsolidasi, per September 2026, total aset perseroan mencapai Rp163,37 triliun, naik 30,59 persen. Kredit yang disalurkan tercatat Rp110,82 triliun, tumbuh 38,09 persen.
Pengelolaan dana masyarakat secara konsolidasi mencapai Rp125,02 triliun, meningkat 25,87 persen. Sementara itu, pendapatan bunga bersih tumbuh 39,19 persen. Pada triwulan III 2026, laba bersih konsolidasi tercatat Rp1,86 triliun, naik 61,89 persen.
Untuk posisi bank saja atau bank only, Bank Jatim mencatat total aset Rp102,61 triliun dan penyaluran kredit Rp66,54 triliun. Dana Pihak Ketiga mencapai Rp76,37 triliun, sedangkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp4,44 triliun.
Laba bersih bank only pada periode tersebut tercatat Rp1,06 triliun. Angka konsolidasi dan bank only menggambarkan cakupan pelaporan yang berbeda, sehingga keduanya perlu dibaca sesuai basis masing-masing. Data kinerja itu memberi konteks mengenai skala operasional Bank Jatim saat memperluas kerja sama dengan BPD lain.
Ke depan, penguatan kemitraan antar-BPD menempatkan layanan dan pertumbuhan bersama sebagai dua aspek penting. Bagi Bank Jatim, penyediaan sistem pembayaran untuk Bank Banten menjadi contoh nyata kolaborasi yang sudah berjalan. Kemitraan semacam ini juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan aktivitas keuangan regional dengan dukungan terhadap ekonomi nasional.





