Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Kepemilikan Naik Jadi 7,0299%

Jaya Purnama

Morgan Stanley Borong 400 Juta Saham GOTO, Kepemilikan Naik Jadi 7,0299%
Ilustrasi: Morgan Stanley borong saham GOTO

Jayapurnama.comJakarta, Morgan Stanley borong saham GOTO sebanyak 400 juta lembar melalui Morgan Stanley and Co International Plc. Transaksi tersebut berlangsung pada harga Rp27 per saham dan meningkatkan kepemilikan langsung perusahaan menjadi 7,0299%.

Data laporan perubahan kepemilikan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tertanggal 23 September 2026 mencatat transaksi tersebut. Morgan Stanley menyebut tujuan pembelian itu sebagai investasi.

Morgan Stanley borong saham GOTO di harga Rp27

Sebelum transaksi, Morgan Stanley menggenggam 80.539.349.984 saham GOTO. Setelah pembelian, jumlah kepemilikannya bertambah menjadi 80.939.349.984 saham.

Dengan demikian, Morgan Stanley menambah 400.000.000 saham GOTO. Transaksi itu berlangsung dengan status kepemilikan langsung. Persentase kepemilikan Morgan Stanley pun naik dari 6,9951% menjadi 7,0299%.

Kenaikan tersebut menunjukkan adanya penambahan porsi kepemilikan di tengah pergerakan saham GOTO yang masih bertahan pada level rendah. Namun, transaksi pembelian berlangsung pada harga Rp27 per saham, sedangkan saham GOTO di pasar reguler masih berada di level Rp50.

Saham GOTO masih bertahan di level gocap

Harga Rp50 dikenal sebagai level gocap di pasar saham. Pada level tersebut, ruang pergerakan saham menjadi terbatas karena harga minimum yang berlaku masih menetapkan batas bawah Rp50.

Situasi itu akan berubah setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan kebijakan baru. Mulai 28 September 2026, BEI akan membuka harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1.

Kebijakan tersebut membuka ruang pergerakan yang lebih luas bagi saham-saham yang selama ini stagnan di level gocap. Selain itu, perubahan batas minimum dapat membuat saham yang tertahan di harga Rp50 bergerak mengikuti dinamika permintaan dan penawaran di pasar.

Batas minimum baru membuka ruang price discovery

Senior Technical Analyst Mira Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta, menilai penerapan batas minimum Rp1 akan menciptakan ruang baru bagi proses price discovery. Menurutnya, saham dengan fundamental atau likuiditas yang lemah berpotensi menghadapi tekanan jual lanjutan setelah tidak lagi terkunci pada harga Rp50.

Sebaliknya, saham yang memiliki katalis atau menunjukkan perbaikan fundamental juga memperoleh ruang untuk membentuk harga yang lebih mencerminkan kondisi pasar. Dengan demikian, perubahan batas minimum tidak hanya membuka peluang penurunan harga, tetapi juga memungkinkan terbentuknya harga baru sesuai kondisi masing-masing saham.

Bagi GOTO, transaksi Morgan Stanley dan perubahan kebijakan batas minimum BEI menjadi dua perkembangan yang berlangsung berdekatan. Morgan Stanley menambah kepemilikannya untuk tujuan investasi, sementara pasar akan menghadapi perubahan batas harga mulai 28 September 2026.

Pergerakan saham GOTO setelah penerapan aturan baru akan menjadi perhatian pelaku pasar. Namun, arah pergerakannya tetap bergantung pada kondisi perdagangan, likuiditas, serta katalis dan fundamental yang memengaruhi penilaian investor.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Promo Maxim September 2026: Dapatkan Bonus Saldo Rp200.000!

Kode Promo Maxim September 2026: Dapatkan Bonus Saldo Rp200.000!

Kunjungi Artikel