Jayapurnama.com – Bandar Lampung, Sebagai penikmat musik sekaligus orang yang doyan banget jalan-jalan, aku ngerasa ada sesuatu yang beda waktu pertama kali denger lagu “Teman Berwisata” hasil kolaborasi Ragilkun dan Mey Deana. Dirilis secara resmi pada 22 Juli 2025, lagu ini bener-bener berhasil bikin aku senyum-senyum sendiri. Bukan cuma karena melodinya yang ringan dan fun, tapi juga karena liriknya yang penuh makna soal liburan, kebersamaan, dan kenangan. Lagu ini dibuat khusus untuk agen perjalanan wisata Delapan Tour, dan menurutku, ini kolaborasi musik dan pariwisata paling menarik tahun ini.
Dari awal denger, aku langsung sadar bahwa lagu ini beda dari lagu-lagu pop biasanya. Ada aura positif yang kuat, seolah ngajak kita buat ninggalin penat dan nyebur ke dalam suasana liburan. Lagu “Teman Berwisata” bukan sekadar hiburan, tapi lebih ke bentuk perasaan yang dikemas dalam musik. Lagu wisata, musik liburan, dan soundtrack perjalanan langsung muncul di kepalaku. Rasanya kayak punya lagu tema sendiri pas lagi naik bus ke tempat wisata atau pas baru bangun di vila sambil nunggu sarapan.
Aransemen musiknya digarap sama Dhanis Martin, yang emang udah aku kenal dari beberapa karyanya yang sebelumnya. Musiknya itu nggak lebay, tapi pas banget: ringan, catchy, dan bikin mood naik. Beat-nya enak buat dijadiin teman perjalanan—baik naik mobil, kereta, atau bahkan pas lagi scrolling itinerary di HP. Ragilkun, sebagai pencipta lagu, bilang kalau inspirasi lagu ini datang dari ide simpel: “Gimana kalau setiap liburan punya soundtrack-nya sendiri?” Dan jujur aja, aku ngerasa ide itu relate banget sama aku. Kadang yang bikin liburan terasa lengkap itu ya musik.
Sebagai traveler yang suka nge-share momen di medsos, aku ngerasa lagu ini punya potensi viral. Apalagi liriknya yang sederhana tapi penuh semangat, cocok banget buat dijadiin backsound Reels, TikTok, atau Instastory pas lagi traveling. Vokal Mey Deana juga nggak kalah keren. Suaranya lembut tapi tegas, dan berhasil banget nyatu sama nuansa lagu. Mey bilang ini pengalaman barunya, dan menurutku dia berhasil banget bawain karakter lagu ini dengan jujur dan penuh energi. Ada bagian lirik yang bikin aku senyum sendiri: “Jalan bareng teman, canda tawa jadi kenangan,”—karena itu 100% aku banget.
Delapan Tour sendiri, yang jadi latar belakang kolaborasi ini, adalah agen perjalanan yang dikenal ramah dan cocok buat semua kalangan. Aku pernah cek layanan mereka, dan emang bener—fleksibel, kekinian, dan penuh ide kreatif. Makanya pas tahu mereka bikin lagu promosi, aku langsung kepo. Ternyata bukan cuma promosi biasa, tapi kampanye yang menyentuh sisi emosional. Lagu ini semacam bukti bahwa Delapan Tour bukan cuma jual tiket dan paket wisata, tapi juga jual experience yang personal. Dan lagu ini adalah bagian dari strategi branding mereka yang menurutku sangat cerdas.
Buat aku pribadi, “Teman Berwisata” ini bisa jadi semacam anthem baru tiap aku traveling. Karena selama ini, aku selalu nyari lagu yang bisa jadi teman dalam perjalanan—yang bisa ngingetin aku sama momen-momen seru bareng teman, keluarga, atau bahkan solo trip. Lagu ini punya potensi besar buat masuk ke playlist favorit para pelancong. Udah tersedia di Spotify, Apple Music, Joox, dan YouTube Music, jadi gampang banget buat diakses. Bahkan aku udah masukin ke playlist aku yang khusus buat road trip, bareng lagu-lagu dari Sheila On 7 dan Tulus.
Yang aku kagumi dari kolaborasi ini adalah keberanian mereka buat menabrak batas. Jarang banget ada travel agency yang berani tampil beda lewat musik. Tapi Delapan Tour dan tim kreatifnya, termasuk Ragilkun dan Mey Deana, bisa ngebuktiin bahwa musik adalah media komunikasi yang ampuh. Musik bisa jadi jembatan antara brand dan pelanggan. Dan lebih dari itu, musik bisa membangun rasa percaya dan keterikatan. Aku yakin, strategi ini akan diikuti oleh banyak brand lain yang pengen tampil lebih dekat dan humanis.
Kalau dipikir-pikir, selama ini aku sering banget ngerasa hampa waktu liburan sendirian atau pas lagi capek di jalan. Tapi musik selalu jadi pelipur lara. Dan lagu “Teman Berwisata” ini punya vibe yang bisa nyemangatin aku lagi. Liriknya yang positif, nada yang optimis, dan pesan-pesan tentang kebersamaan bikin lagu ini lebih dari sekadar hiburan—dia adalah penyemangat. Apalagi di era digital kayak sekarang, di mana segala sesuatu bisa viral, lagu kayak gini punya peluang gede banget buat dikenal luas.
Aku juga ngelihat proyek ini sebagai sinyal positif buat industri kreatif di Indonesia. Kolaborasi lintas bidang—antara musisi dan pelaku pariwisata—itu sesuatu yang harus lebih sering dilakukan. Karena pada dasarnya, semua industri butuh pendekatan emosional biar makin nyambung ke audiens. Dan musik adalah salah satu cara paling efektif buat nyampein pesan itu. “Teman Berwisata” bukan cuma lagu, tapi juga strategi komunikasi. Dan sebagai penikmatnya, aku bangga bisa ngerasain energi positif dari proyek ini.
Ke depannya, aku berharap bakal ada lebih banyak lagu tema perjalanan kayak gini. Mungkin versi kota-kota tertentu, atau bahkan versi khusus musim liburan. Bisa jadi nanti ada lagu “Menuju Lombok”, “Cerita di Jogja”, atau “Liburan di Labuan Bajo”—semua dalam nuansa musik yang bisa bikin hati makin rindu jalan-jalan. Dan siapa tahu, Ragilkun dan Mey Deana bisa jadi pelopor gerakan ini. Karena mereka udah buktiin bahwa dengan musik, kita bisa berwisata secara emosional, bahkan dari dalam kamar.
Buat kamu yang suka traveling dan suka musik, lagu ini wajib kamu dengerin. Coba resapi liriknya sambil kamu siapin itinerary atau pas kamu lagi duduk di kursi mobil yang lagi melaju pelan menuju pantai. Aku yakin, lagu ini bakal jadi teman berwisata terbaik kamu. Dan jangan lupa, ada Delapan Tour yang siap bantu wujudin liburan impian kamu, lengkap dengan soundtrack yang udah disiapin khusus. Karena setiap perjalanan, pantas punya lagu yang bisa dikenang selamanya.





