Cara Bersihkan Lantai Keramik agar Tidak Kusam dan Tetap Terawat

Jaya Purnama

Cara Bersihkan Lantai Keramik agar Tidak Kusam dan Tetap Terawat
Cara Bersihkan Lantai Keramik agar Tidak Kusam dan Tetap Terawat

JayaPurnama.com – Jakarta, debu, pasir, noda makanan, hingga bekas aktivitas sehari-hari dapat membuat permukaan lantai keramik terlihat kusam. Karena itu, cara bersihkan lantai keramik perlu dilakukan dengan langkah yang tepat agar lantai tetap bersih dan nyaman digunakan.

Kotoran ringan memang dapat hilang dengan menyapu dan mengepel. Namun, noda minyak, kerak air, lumpur, serta sisa sabun membutuhkan penanganan yang lebih teliti. Pembersihan rutin juga membantu mencegah kotoran menumpuk pada permukaan dan sela nat.

Perawatan lantai tidak selalu membutuhkan produk mahal. Sapu, kain pel, spons, sikat berbulu lembut, air, dan cairan pembersih sudah dapat membantu membersihkan berbagai jenis kotoran. Meski begitu, pemilik rumah tetap perlu menyesuaikan bahan pembersih dengan karakter keramik.

Berikut cara bersihkan lantai keramik yang dapat diterapkan di rumah, mulai dari tahap awal hingga proses pengeringan.

Cara Bersihkan Lantai Keramik dari Debu dan Kotoran

Langkah pertama ialah mengangkat debu dan kotoran kasar sebelum mengepel. Gunakan sapu berbulu lembut atau vacuum cleaner untuk membersihkan pasir, rambut, remah makanan, dan kotoran lain.

Tahap ini penting, terutama pada area rumah yang sering dilewati. Pasir dan partikel keras dapat bergesekan dengan permukaan keramik saat penghuni mengepel. Akibatnya, tampilan lantai berpotensi terlihat semakin kusam.

Setelah seluruh kotoran terangkat, siapkan ember berisi air bersih. Kemudian, tambahkan cairan pembersih lantai sesuai takaran pada kemasan.

Penggunaan cairan secara berlebihan tidak otomatis membuat lantai lebih bersih. Sebaliknya, sisa produk dapat menempel pada permukaan dan membuat lantai terasa licin, lengket, atau terlihat kusam.

Celupkan kain pel atau mop ke dalam larutan tersebut. Setelah itu, peras hingga kain berada dalam kondisi lembap dan tidak terlalu basah.

Pel lantai dari bagian paling jauh menuju pintu keluar. Dengan demikian, area yang sudah dibersihkan tidak mudah terinjak kembali selama proses berlangsung. Ganti air pel ketika mulai keruh agar kotoran tidak kembali menyebar.

Fokus Membersihkan Noda dan Sela Nat

Tidak semua noda dapat hilang melalui kegiatan mengepel biasa. Minyak, bekas makanan, tumpahan minuman, lumpur, dan kerak air terkadang membutuhkan pembersihan khusus.

Kenali jenis noda terlebih dahulu sebelum memilih bahan pembersih. Selanjutnya, gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian. Jika diperlukan, diamkan sebentar agar kotoran lebih mudah terangkat.

Gunakan spons atau sikat berbulu lembut untuk menggosok bagian bernoda. Hindari tekanan berlebihan, terutama pada keramik dengan lapisan atau finishing khusus. Cara tersebut membantu mengurangi risiko goresan pada permukaan.

Selain permukaan keramik, perhatikan pula bagian sela nat. Debu, lumpur, minyak, sisa makanan, dan sabun dapat masuk ke celah tersebut. Seiring waktu, kotoran dapat membuat warna nat terlihat hitam, cokelat, atau kusam.

Gunakan sikat kecil agar sela nat lebih mudah dijangkau. Oleskan sedikit cairan pembersih yang aman untuk nat, lalu sikat perlahan sampai kotoran terangkat.

Setelah itu, bilas bagian tersebut menggunakan air bersih. Kemudian, lap permukaan sampai kering agar tidak ada sisa air atau cairan pembersih yang tertinggal.

Baking Soda dan Cuka untuk Noda Tertentu

Baking soda dapat menjadi alternatif untuk membantu membersihkan noda tertentu pada keramik. Campurkan sedikit air dengan baking soda hingga membentuk pasta yang cukup kental.

Oleskan pasta tersebut pada area bernoda. Kemudian, diamkan sebentar sebelum menggosoknya secara perlahan menggunakan spons atau sikat berbulu lembut.

Setelah noda berkurang, bersihkan sisa pasta dengan kain lembap atau air bersih. Namun, pemilik rumah sebaiknya menguji bahan pada area kecil terlebih dahulu jika keramik memiliki lapisan atau finishing khusus.

Selain itu, cuka yang sudah diencerkan dapat membantu menangani kerak mineral ringan pada jenis keramik tertentu. Campurkan cuka dengan air, kemudian aplikasikan larutan pada bagian yang memiliki kerak.

Diamkan selama beberapa saat agar kerak lebih mudah terangkat. Setelah itu, gosok menggunakan spons atau sikat lembut dan bilas permukaan dengan air bersih.

Namun, hindari cuka pada marmer, batu kapur, atau batu alam lainnya karena kandungan asam dapat merusak permukaan. Jangan pernah mencampurkan cuka dengan pemutih atau bahan berbasis klorin karena kombinasi tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.

Bilas dan Keringkan Lantai Setelah Dibersihkan

Setelah proses pembersihan selesai, perhatikan petunjuk pada kemasan cairan pembersih. Jika produk meminta pengguna membilas permukaan, gunakan air bersih untuk mengangkat sisa bahan dari lantai.

Pembilasan menjadi penting setelah penggunaan produk untuk noda membandel. Sisa cairan dapat membuat lantai terasa lengket atau licin. Selain itu, residu tertentu juga dapat meninggalkan lapisan pada permukaan.

Lakukan pembilasan secara bertahap pada lantai berukuran luas. Dengan cara tersebut, seluruh bagian dapat memperoleh perhatian yang cukup dan tidak ada area yang terlewat.

Selanjutnya, pastikan permukaan lantai benar-benar kering. Buka pintu atau jendela agar sirkulasi udara membantu mempercepat proses pengeringan.

Jika masih terdapat air, gunakan kain pel kering untuk menyerap sisa cairan. Cara ini juga dapat mengurangi kemungkinan munculnya bekas tapak kaki setelah lantai selesai dibersihkan.

Pastikan lantai kering sebelum ruangan kembali digunakan. Perawatan rutin, bahan pembersih yang sesuai, dan alat yang tepat dapat membantu mempertahankan kondisi lantai.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membersihkan Keramik

Membersihkan lantai secara rutin memang penting. Namun, metode yang kurang tepat justru dapat membuat permukaan cepat kusam atau tergores.

Menggunakan Cairan Pembersih Berlebihan

Menuangkan cairan pembersih terlalu banyak tidak membuat lantai otomatis semakin bersih. Residu produk dapat membuat permukaan terasa lengket atau licin setelah kering.

Karena itu, gunakan cairan sesuai takaran pada kemasan. Untuk noda tertentu, fokuskan pembersihan pada area tersebut daripada menambah konsentrasi cairan ke seluruh lantai.

Mengepel Tanpa Mengangkat Debu

Debu, pasir, rambut, dan kotoran kasar sebaiknya terangkat sebelum proses mengepel. Jika tidak, kotoran dapat menyebar ketika terkena air.

Selain itu, partikel keras seperti pasir dapat bergesekan dengan keramik saat proses mengepel. Kebiasaan tersebut berpotensi membuat tampilan lantai kurang mengilap dalam jangka panjang.

Memakai Sikat Terlalu Kasar

Sikat berbulu sangat keras atau alat penggosok abrasif tidak cocok untuk semua jenis keramik. Alat tersebut dapat meninggalkan goresan, terutama pada permukaan dengan lapisan khusus.

Pilih spons atau sikat berdasarkan karakter lantai. Untuk noda ringan, gunakan alat yang lembut terlebih dahulu. Jika noda tetap bertahan, tingkatkan metode pembersihan secara bertahap.

Mencampurkan Bahan Pembersih

Hindari mencampurkan berbagai produk pembersih secara sembarangan. Pemutih berbahan klorin dan pembersih asam seperti cuka dapat menghasilkan gas berbahaya ketika bercampur.

Gunakan satu produk sesuai petunjuk. Jika ingin mengganti bahan pembersih, bilas permukaan terlebih dahulu sampai bersih agar tidak ada sisa produk sebelumnya.

Membiarkan Noda Terlalu Lama

Tumpahan minyak, makanan, minuman, atau cairan berwarna sebaiknya segera dibersihkan. Semakin lama noda menempel, semakin sulit proses pembersihannya.

Segera lap tumpahan menggunakan kain atau tisu. Kemudian, bersihkan area tersebut dengan bahan yang sesuai. Kebiasaan sederhana ini dapat mengurangi kebutuhan menggosok lantai secara berlebihan.

Pertanyaan Seputar Cara Bersihkan Lantai Keramik

Bagaimana cara bersihkan lantai keramik sehari-hari?

Mulailah dengan menyapu atau menggunakan vacuum cleaner untuk mengangkat debu dan pasir. Setelah itu, pel lantai menggunakan air serta cairan pembersih sesuai takaran pada kemasan. Terakhir, keringkan permukaan agar tidak meninggalkan bekas air.

Apa cara paling mudah membersihkan lantai keramik?

Cara sederhana mencakup menyapu lantai, mengepel menggunakan larutan pembersih, lalu mengeringkan permukaan. Pembersihan rutin membuat kotoran tidak mudah menumpuk.

Bagaimana cara membersihkan lantai keramik agar tidak kusam?

Gunakan cairan pembersih sesuai jenis keramik dan hindari takaran berlebihan. Bersihkan debu sebelum mengepel, kemudian bilas jika petunjuk produk mengharuskannya. Residu pembersih dapat membuat permukaan terlihat kusam.

Apakah lantai keramik bisa dibersihkan hanya menggunakan air?

Air dapat membantu menghilangkan debu dan kotoran ringan. Namun, noda minyak, kerak, atau bekas sabun biasanya membutuhkan bahan pembersih yang sesuai dengan jenis kotorannya.

Pada akhirnya, cara bersihkan lantai keramik yang tepat tidak hanya mengandalkan cairan pembersih. Pemilik rumah perlu mengangkat debu terlebih dahulu, memilih alat yang sesuai, menangani noda secara hati-hati, serta memastikan lantai kering setelah dibersihkan.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu