Aku Sering Miris dengan Keluh Kesah Driver Ojol

Jaya Purnama

Seringkali aku mendengar cerita dari driver ojol yang bikin hati ini terenyuh. Aku gak nyangka bahwa beberapa dari mereka ternyata punya pendidikan yang lebih tinggi daripada aku. Tapi apa daya, minimnya lapangan pekerjaan membuat mereka terpaksa beralih profesi sebagai driver ojol untuk menyambung hidup.

Banyak dari mereka sebenarnya mau buka usaha sendiri, tapi kendala permodalan dan syarat pinjaman yang ribet bikin niat itu pupus. Alhasil, menjadi driver ojol adalah pilihan terakhir agar dapur tetap bisa ngebul. Mereka harus menghadapi berbagai risiko besar, dari kecelakaan di jalan, orderan fiktif, hingga cuaca yang tidak menentu.

Setiap hari mereka harus berjuang, bahkan sampai larut malam demi mengejar bonus. Yang lebih menyedihkan, beberapa driver yang aku temui cerita kalau sebenarnya mereka gak mau terus-terusan jadi ojol. Mereka hanya berharap ada pekerjaan dengan penghasilan dan jaminan keselamatan yang lebih baik.

Minimnya Lapangan Kerja Membuat Driver Ojol Jadi Pilihan Terakhir

Masalah utama yang mereka hadapi adalah keterbatasan lapangan pekerjaan. Mereka udah coba daftar kerja di berbagai tempat, bahkan daftar CPNS, tapi persaingan yang ketat membuat banyak dari mereka gagal. Beberapa driver juga cerita kalau pengajuan pinjaman modal ditolak karena mereka gak punya jaminan apa-apa.

Salah satu driver yang aku ajak ngobrol adalah seorang bapak yang dulunya punya usaha sendiri. Sayangnya, usahanya bangkrut karena kondisi ekonomi yang lagi lesu. Bapak itu sekarang jadi driver ojol untuk membiayai kuliah anaknya. Tapi dia masih merasa was-was dengan masa depan anaknya, takut setelah lulus kuliah malah gak dapet pekerjaan.

Ada ironi besar di sini. Di satu sisi, anak-anak muda Indonesia harus berjuang keras mencari pekerjaan. Di sisi lain, perusahaan startup ojol yang mereka andalkan ternyata dimiliki oleh asing. Artinya, keuntungan besar yang dihasilkan justru dinikmati oleh pihak luar, sementara rakyat kita hanya jadi pekerja di tanah sendiri.

Risiko Tinggi dalam Profesi Driver Ojol

Jadi driver ojol bukan tanpa risiko. Setiap hari mereka harus berjibaku di jalan raya, menghadapi bahaya kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja. Selain itu, ada juga ancaman orderan fiktif yang merugikan mereka secara finansial. Hujan dan panas juga jadi makanan sehari-hari bagi mereka.

Kurang istirahat juga jadi masalah serius. Banyak driver yang memilih untuk terus menarik order hingga larut malam demi mengejar bonus dan memenuhi kebutuhan hidup. Sayangnya, profesi ini sering kali dipandang sebelah mata, padahal mereka adalah pahlawan bagi banyak orang yang membutuhkan layanan cepat dan praktis.

Menurutku, kalau ada pekerjaan dengan penghasilan dan jaminan keselamatan yang lebih baik, tentu banyak dari mereka yang bakal berhenti jadi driver ojol. Mereka juga gak mau selamanya jadi ojek, tapi keadaan ekonomi yang sulit memaksa mereka bertahan.

Manfaat dan Keuntungan dari Profesi Driver Ojol

Walau penuh tantangan, profesi driver ojol juga punya manfaat. Salah satunya adalah fleksibilitas waktu. Mereka bisa menentukan sendiri kapan mau bekerja dan kapan mau istirahat, berbeda dengan pekerjaan kantoran yang lebih terikat jam kerja.

Selain itu, jadi driver ojol juga membuka peluang untuk bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Ini bisa jadi kesempatan untuk membangun relasi dan jaringan yang bermanfaat di masa depan. Bahkan beberapa driver memanfaatkan jaringan ini untuk membuka usaha kecil-kecilan.

Profesi ini juga memberikan peluang bagi mereka yang butuh penghasilan cepat. Tanpa perlu proses rekrutmen yang rumit, seseorang bisa langsung bekerja setelah mendaftar dan diterima sebagai driver. Ini menjadi solusi sementara bagi banyak orang yang kesulitan mendapatkan pekerjaan formal.

Kesimpulan

Aku merasa bahwa profesi driver ojol adalah cerminan dari kondisi ekonomi dan sosial kita saat ini. Minimnya lapangan pekerjaan membuat banyak orang terpaksa beralih ke pekerjaan informal. Meski begitu, mereka tetap berusaha bertahan dan berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Harapanku, pemerintah Indonesia bisa menciptakan kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, terutama bagi anak-anak muda milenial yang sedang mencari pekerjaan. Kita butuh lebih banyak lapangan pekerjaan dengan penghasilan dan jaminan keselamatan yang memadai.

Pada akhirnya, profesi apa pun layak dihargai selama itu halal dan bermanfaat. Tidak ada pekerjaan yang lebih rendah atau lebih tinggi, yang ada hanya perjuangan untuk bertahan hidup. Kita semua berharap bisa hidup lebih baik dan bermartabat di negeri sendiri.

FAQ

PertanyaanJawaban
Kenapa banyak lulusan tinggi jadi driver ojol?Minimnya lapangan pekerjaan membuat banyak lulusan beralih ke profesi driver ojol.
Apa risiko yang dihadapi driver ojol?Risiko kecelakaan, orderan fiktif, cuaca ekstrem, dan kurangnya waktu istirahat.
Apa harapan untuk profesi driver ojol ke depan?Adanya pekerjaan dengan penghasilan dan jaminan yang lebih baik agar mereka bisa beralih profesi.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Pluang April 2026, Bonus Saldo 5.000 Hingga 1 Juta

Kode Referral Pluang April 2026, Bonus Saldo 5.000 Hingga 1 Juta

Kunjungi Artikel