Rabu, 21 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

BYD M6 PHEV Terlaris September 2026, Penjualan Capai 698 Unit

Oleh Jaya Purnama · 13/10/2026 · 4:13 pm
BYD M6 PHEV Terlaris September 2026, Penjualan Capai 698 Unit
♥ Dukungan
Daftar Isi 7 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta, penjualan mobil plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia mencapai 1.294 unit pada September 2026. BYD M6 PHEV memimpin persaingan dengan penjualan 698 unit dari varian Classic dan Cross. Angka tersebut menyumbang lebih dari separuh total penjualan di segmen ini.

Berdasarkan data wholesales Gaikindo, BYD M6 PHEV unggul jauh dari para pesaingnya. Jetour T1 i-DM menempati posisi kedua dengan 142 unit, sedangkan Jetour T2 i-DM menyusul dengan 130 unit. Sementara itu, sejumlah model dari Jaecoo, Chery, Geely, dan merek lainnya mencatat penjualan yang lebih rendah.

Di tengah persaingan tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) masih mendominasi pasar elektrifikasi Indonesia. Mobil hybrid konvensional atau hybrid electric vehicle (HEV) juga mencatat volume penjualan lebih tinggi daripada PHEV. Data September 2026 ini memperlihatkan bahwa teknologi plug-in hybrid masih menempati segmen yang relatif kecil.

BYD M6 PHEV Memimpin Penjualan Mobil PHEV September 2026

BYD M6 PHEV mencatat penjualan 698 unit sepanjang September 2026. Pencapaian tersebut menempatkannya di posisi teratas dalam daftar 14 model PHEV yang tercatat pada periode tersebut. Jika dibandingkan dengan total penjualan PHEV sebanyak 1.294 unit, model ini menyumbang sekitar 54 persen.

Keunggulan tersebut terlihat dari jarak penjualan dengan pesaing terdekatnya. Jetour T1 i-DM hanya mencatat 142 unit, atau sekitar seperlima dari penjualan BYD M6 PHEV. Selain itu, Jetour T2 i-DM membukukan 130 unit dan menempati posisi ketiga.

Konsentrasi penjualan pada satu model menunjukkan bahwa persaingan PHEV belum merata. BYD M6 PHEV memimpin dengan selisih besar, sedangkan model lainnya membagi sisa pasar dalam volume yang lebih kecil.

Jetour, Jaecoo, dan Chery Bersaing di Segmen PHEV

Setelah BYD, Jetour menjadi salah satu merek dengan posisi kuat dalam daftar penjualan September 2026. Jetour T1 i-DM meraih 142 unit, sementara Jetour T2 i-DM membukukan 130 unit. Keduanya menempati posisi kedua dan ketiga.

Di sisi lain, Jaecoo J8 SHS ARDIS mencatat 69 unit dan Chery Tiggo 8 CSH mencapai 67 unit. Jaecoo J7 SHS menyusul dengan 54 unit, kemudian Chery Tiggo 9 CSH membukukan 53 unit. Selisih penjualan kedua model terakhir tersebut hanya satu unit.

Geely Starray EM-i juga masuk dalam daftar dengan penjualan 30 unit. Sementara itu, Mazda CX-8 PHEV mencatat 16 unit dan DFSK E5 Plus PHEV mencapai 15 unit. Hasil ini memperlihatkan variasi pilihan PHEV yang tersedia di pasar Indonesia, meskipun volume penjualan setiap model berbeda cukup jauh.

Daftar 14 Mobil PHEV Terlaris September 2026

Data wholesales Gaikindo mencatat 14 model dalam daftar penjualan PHEV pada September 2026. BYD M6 PHEV memimpin daftar, sedangkan Wuling Eksion PHEV berada di posisi terakhir dengan dua unit.

Berikut daftar lengkap mobil PHEV berdasarkan jumlah penjualan pada periode tersebut:

  1. BYD M6 PHEV Classic dan Cross: 698 unit.
  2. Jetour T1 i-DM: 142 unit.
  3. Jetour T2 i-DM: 130 unit.
  4. Jaecoo J8 SHS ARDIS: 69 unit.
  5. Chery Tiggo 8 CSH: 67 unit.
  6. Jaecoo J7 SHS: 54 unit.
  7. Chery Tiggo 9 CSH: 53 unit.
  8. Geely Starray EM-i: 30 unit.
  9. Mazda CX-8 PHEV: 16 unit.
  10. DFSK E5 Plus PHEV: 15 unit.
  11. Wuling Darion PHEV: 9 unit.
  12. Deepal S05 REEV: 6 unit.
  13. Lexus RX 450h+: 3 unit.
  14. Wuling Eksion PHEV: 2 unit.

Dengan total 1.294 unit, daftar tersebut menunjukkan dominasi BYD M6 PHEV di antara model-model yang tercatat. Namun, peringkat penjualan tidak otomatis menunjukkan kualitas atau kecocokan kendaraan untuk setiap konsumen. Calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan harga, fitur, kebutuhan perjalanan, dan ketersediaan fasilitas pengisian daya.

Apa Itu PHEV dan Bagaimana Cara Kerjanya?

PHEV merupakan kendaraan yang menggabungkan mesin pembakaran internal dengan motor listrik dan baterai yang dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal. Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan tenaga listrik untuk perjalanan tertentu sebelum mesin bensin bekerja sesuai kebutuhan.

Berbeda dengan mobil listrik murni atau BEV, PHEV tetap memiliki mesin pembakaran internal. Karena itu, kendaraan ini menawarkan dua sumber tenaga dalam satu sistem penggerak. Pengemudi dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk perjalanan yang sesuai dengan kemampuan baterai, kemudian mengandalkan mesin bensin ketika kondisi perjalanan memerlukannya.

Meski begitu, manfaat penggunaan PHEV bergantung pada kebiasaan berkendara dan cara pemilik mengisi baterai. Pengisian daya secara rutin dapat membantu pemilik memaksimalkan penggunaan tenaga listrik. Sebaliknya, penggunaan mesin bensin yang lebih sering dapat mengurangi manfaat efisiensi dari sistem plug-in hybrid.

Penjualan PHEV Masih Tertinggal dari BEV dan HEV

Pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia mencatat perbedaan volume yang cukup besar antara BEV, HEV, dan PHEV pada September 2026. Dari total wholesales domestik sebanyak 79.540 unit, BEV mencatat sekitar 16.079 unit. Sementara itu, HEV membukukan sekitar 7.856 unit dan PHEV mencapai sekitar 1.294 unit.

Dengan angka tersebut, PHEV menyumbang sekitar 1,6 persen dari total wholesales domestik. Penjualannya sekitar 12 kali lebih kecil dibandingkan BEV dan enam kali lebih kecil dibandingkan HEV. Perbedaan ini menegaskan bahwa PHEV belum menjadi pilihan utama konsumen dalam pasar kendaraan elektrifikasi.

BEV memiliki porsi sekitar 20,2 persen dari total wholesales, sedangkan HEV mencapai 9,9 persen. Adapun PHEV berada di kisaran 1,6 persen. Dengan demikian, BEV tetap memimpin di antara ketiga teknologi tersebut pada September 2026.

Jika digabungkan, penjualan BEV, HEV, dan PHEV mencapai sekitar 25.229 unit. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 31,7 persen dari total wholesales domestik. Artinya, hampir sepertiga penjualan mobil baru pada bulan itu berasal dari kendaraan elektrifikasi.

Apa Artinya bagi Pasar Otomotif Indonesia?

Data September 2026 memperlihatkan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi Indonesia mencakup beragam teknologi dengan tingkat penerimaan yang berbeda. BEV mencatat volume terbesar, sedangkan HEV berada di urutan kedua. PHEV masih memiliki porsi kecil meskipun sejumlah model sudah bersaing di pasar.

Namun, angka satu bulan belum cukup untuk menyimpulkan arah pasar dalam jangka panjang. Tren penjualan beberapa bulan berikutnya akan membantu menunjukkan apakah permintaan PHEV meningkat, bertahan, atau justru melemah. Perubahan pilihan model dan strategi produsen juga dapat memengaruhi persaingan.

Bagi konsumen, pilihan antara BEV, HEV, dan PHEV sebaiknya mengikuti kebutuhan penggunaan sehari-hari. BEV mengandalkan tenaga listrik sepenuhnya, HEV memadukan mesin bensin dan motor listrik tanpa pengisian baterai eksternal sebagai kebutuhan utama, sedangkan PHEV menyediakan opsi pengisian daya dari luar. Setiap teknologi memiliki karakteristik yang perlu disesuaikan dengan pola perjalanan dan fasilitas yang tersedia.

Kesimpulan

BYD M6 PHEV menjadi mobil PHEV terlaris di Indonesia pada September 2026 dengan penjualan 698 unit. Angka itu mencakup sekitar 54 persen dari total penjualan PHEV sebanyak 1.294 unit. Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM menyusul di posisi kedua dan ketiga.

Di tengah persaingan antarmodel, PHEV masih tertinggal dari BEV dan HEV berdasarkan data wholesales domestik. Meski demikian, gabungan penjualan ketiga teknologi elektrifikasi sudah mencapai sekitar 31,7 persen dari total pasar mobil baru pada bulan tersebut. Perkembangan data berikutnya akan menjadi indikator penting untuk melihat perubahan minat konsumen Indonesia terhadap kendaraan elektrifikasi.

Tag:
Jaya Purnama

Spesialis Informasi | Konten Digital

Cara Daftar Bank Jago Online dan Kode Referral JAY28C56

Cara Daftar Bank Jago Online dan Kode Referral JAY28C56

Kunjungi Artikel