Daftar Isi 15 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, Asus ProArt P14 dan ProArt P16 hadir sebagai laptop premium untuk kreator yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi. Kedua perangkat ini mengandalkan superchip Nvidia RTX Spark N1X untuk menjalankan model kecerdasan buatan (AI) secara langsung di perangkat, termasuk ketika laptop tidak terhubung ke internet.
Kemampuan tersebut menjadi daya tarik utama seri ProArt terbaru. Pengguna dapat menjalankan aplikasi AI secara lokal tanpa harus mengirimkan prompt dan data ke server cloud. Selain itu, kapasitas memori besar dan layar OLED beresolusi tinggi mendukung berbagai pekerjaan kreatif, mulai dari pembuatan gambar hingga penyuntingan video.
Pengujian langsung pada Asus ProArt P16 menunjukkan bahwa laptop ini mampu menjalankan alur kerja pembuatan gambar menggunakan ComfyUI dan Hermes dalam kondisi offline. Pengujian tersebut memberikan gambaran mengenai potensi perangkat untuk mendukung kreator yang membutuhkan fleksibilitas, privasi data, dan kemandirian dari koneksi internet.
Asus ProArt P14 dan P16 Jalankan AI Offline
Kemampuan AI lokal menjadi pembeda penting pada Asus ProArt P14 dan P16. Kedua laptop membawa Nvidia RTX Spark N1X yang menggabungkan kemampuan pemrosesan CPU dan GPU dalam satu platform dengan unified memory berkapasitas besar.
Dalam pengujian ProArt P16, koneksi WiFi sengaja dimatikan. Mode pesawat juga diaktifkan untuk memastikan laptop tidak terhubung ke internet selama proses pengujian berlangsung.
Selanjutnya, pengujian memanfaatkan dua aplikasi, yakni ComfyUI dan Hermes. ComfyUI membantu pengguna menyusun prompt dengan detail, sedangkan Hermes memproses prompt tersebut untuk menghasilkan gambar.
Pengujian mencakup berbagai ilustrasi, mulai dari meja gaming lengkap dengan aksesori, meja kerja, hingga denah rumah dua lantai dengan rancangan yang terperinci. Hermes juga menyediakan pengaturan resolusi gambar dan sejumlah parameter lain sebelum pengguna memulai proses pembuatan.
Seluruh alur tersebut berjalan langsung di laptop tanpa koneksi internet. Karena itu, pengguna tidak perlu mengirimkan prompt ke server cloud untuk menjalankan proses yang diuji tersebut.
Meski demikian, kemampuan offline tetap bergantung pada model AI, aplikasi, dan kebutuhan komputasi yang digunakan. Pengguna perlu menyiapkan model serta komponen pendukung terlebih dahulu apabila ingin menjalankan alur kerja serupa tanpa internet.
Performa Kreatif untuk Penyuntingan Video
Selain menangani AI lokal, Asus ProArt P16 juga menjalankan DaVinci Resolve untuk menyunting dan merender video beresolusi tinggi. Dalam pengujian singkat, perpindahan timeline, penayangan pratinjau, hingga ekspor video berlangsung mulus.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa ProArt P16 tidak hanya menyasar pengguna AI. Laptop ini juga menawarkan kemampuan untuk mendukung pekerjaan produksi video yang membutuhkan pemrosesan grafis dan memori besar.
Namun, pengalaman tersebut berasal dari pengujian singkat. Performa pada proyek yang lebih kompleks tetap bergantung pada durasi video, efek visual, resolusi sumber, dan beban kerja yang dijalankan.
Sementara itu, kapasitas unified memory yang besar memberi ruang bagi aplikasi untuk menangani aset kreatif dan model AI. ProArt P16 memiliki memori 128 GB, sedangkan ProArt P14 menyediakan 64 GB. Perbedaan tersebut menjadi pertimbangan penting bagi kreator yang kerap menjalankan banyak aplikasi atau proyek berukuran besar.
Desain Premium dengan Bodi Ramping
Asus mengusung desain sederhana dan elegan pada kedua laptop ini. Bodi tipis, sudut membulat, serta penutup layar polos dengan logo ProArt di bagian tengah memperkuat kesan profesional.
Warna Nano Black memberikan tampilan yang cocok untuk lingkungan kerja maupun studio kreatif. Meski begitu, permukaan bodinya mudah memperlihatkan bekas sidik jari, terutama ketika terkena cahaya. Hal ini menjadi kekurangan yang patut dipertimbangkan mengingat harga kedua laptop tergolong tinggi.
Perbedaan ukuran terlihat jelas ketika kedua perangkat diletakkan berdampingan. ProArt P14 memiliki layar 14 inci dengan bobot 1,48 kg dan ketebalan mulai 13,9 mm. Dimensi tersebut membuatnya lebih ringkas untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Sebaliknya, ProArt P16 menawarkan layar 16 inci dengan bobot 1,77 kg. Bodi laptop ini memiliki ketebalan mulai 12,9 mm, sehingga tetap terlihat ramping meskipun membawa layar yang lebih besar.
Area speaker juga membedakan kedua model. ProArt P16 memiliki lubang speaker yang lebih besar, sedangkan ProArt P14 menggunakan desain speaker yang lebih kecil untuk menyesuaikan bodinya yang ringkas.
Layar Lumina Pro OLED 3K dan 4K
Asus membekali kedua laptop dengan layar sentuh Lumina Pro OLED yang dirancang untuk kebutuhan visual kreator. ProArt P14 menggunakan panel 14 inci beresolusi 3K, sedangkan ProArt P16 menawarkan panel 16 inci beresolusi 4K.
Keduanya mendukung refresh rate 120Hz dan rasio aspek 16:10. Bezel yang relatif tipis juga memberikan area pandang lebih luas untuk mengedit gambar, menyusun desain, maupun mengatur timeline video.
Untuk kebutuhan produksi konten, Asus mencantumkan cakupan warna 100 persen DCI-P3 serta sertifikasi Pantone Validated. Kombinasi tersebut mendukung kebutuhan kreator yang memerlukan tampilan warna dengan cakupan luas.
Selain itu, kemampuan layar sentuh memberikan pilihan interaksi tambahan saat pengguna mengerjakan ilustrasi atau mengatur elemen visual. Meski begitu, kebutuhan setiap kreator berbeda sehingga pemilihan ukuran dan resolusi sebaiknya mengikuti jenis pekerjaan sehari-hari.
Spesifikasi Asus ProArt P14 dan P16
Kedua laptop menggunakan platform Nvidia RTX Spark N1X dengan CPU Nvidia Grace 20-core dan GPU Nvidia Blackwell RTX dengan 6.144 core. Asus juga menyertakan penyimpanan SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 berkapasitas 1 TB pada kedua model.
Berikut perbandingan spesifikasi utama Asus ProArt P14 H7407BA dan ProArt P16 H7607BA berdasarkan informasi yang tersedia.
Asus ProArt P14 H7407BA
- Sistem operasi: Windows 11 Home.
- Platform pemrosesan: Nvidia RTX Spark N1X dengan CPU Nvidia Grace 20-core.
- GPU: Nvidia Blackwell RTX dengan 6.144 core.
- Memori: unified memory LPDDR5X 64 GB.
- Layar: Lumina Pro OLED sentuh 14 inci, 2.880 × 1.800 piksel, rasio 16:10, refresh rate 120Hz.
- Warna layar: cakupan 100 persen DCI-P3 dan sertifikasi Pantone Validated.
- Penyimpanan: SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 1 TB.
- Slot SSD: satu slot M.2 2280 PCIe 5.0 ×4.
- Port: tiga USB4 Type-C, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm.
- Pembaca kartu: SD 4.0.
- Konektivitas: WiFi 7 dan Bluetooth 5.4.
- Baterai: 90 Wh.
- Ketebalan: mulai 13,9 mm.
- Bobot: 1,48 kg.
- Warna: Nano Black dan Neo White.
- Harga: Rp79.999.000.
Asus ProArt P16 H7607BA
- Sistem operasi: Windows 11 Home.
- Platform pemrosesan: Nvidia RTX Spark N1X dengan CPU Nvidia Grace 20-core.
- GPU: Nvidia Blackwell RTX dengan 6.144 core.
- Memori: unified memory LPDDR5X 128 GB.
- Layar: Lumina Pro OLED sentuh 16 inci, 3.840 × 2.400 piksel, rasio 16:10, refresh rate 120Hz.
- Warna layar: cakupan 100 persen DCI-P3 dan sertifikasi Pantone Validated.
- Penyimpanan: SSD M.2 NVMe PCIe 4.0 1 TB.
- Slot SSD: dua slot M.2 2280 PCIe 5.0 ×4.
- Port: tiga USB4 Type-C, satu USB 3.2 Gen 2 Type-A, HDMI 2.1, dan jack audio 3,5 mm.
- Pembaca kartu: SD Express 7.0.
- Konektivitas: WiFi 7 dan Bluetooth 5.4.
- Baterai: 99,9 Wh.
- Ketebalan: mulai 12,9 mm.
- Bobot: 1,77 kg.
- Warna: Nano Black.
- Harga: Rp112.999.000.
Dari sisi konektivitas, tiga port USB4 Type-C, HDMI 2.1, dan USB Type-A memberikan fleksibilitas untuk menghubungkan perangkat tambahan. Selain itu, pembaca kartu SD pada masing-masing model membantu fotografer dan videografer memindahkan materi kerja dari kartu memori.
ProArt P16 unggul dalam kapasitas memori, ukuran layar, dan jumlah slot SSD. Sementara itu, ProArt P14 menawarkan bobot lebih ringan serta pilihan warna lebih beragam. Keduanya tetap membawa platform pemrosesan yang sama berdasarkan spesifikasi yang tercantum.
Harga Asus ProArt P14 dan P16 Tembus Rp112 Juta
Harga menjadi salah satu pertimbangan terbesar sebelum membeli kedua laptop ini. Asus ProArt P14 H7407BA memiliki harga Rp79.999.000, sedangkan Asus ProArt P16 H7607BA mencapai Rp112.999.000.
Selisih harga tersebut mencapai Rp33.000.000. Perbedaan kapasitas unified memory, ukuran layar, baterai, dan jumlah slot SSD menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan calon pembeli ketika membandingkan kedua perangkat.
Bagi kreator yang mengutamakan mobilitas, ProArt P14 menawarkan bentuk lebih ringkas dengan bobot 1,48 kg. Sebaliknya, ProArt P16 lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan layar 16 inci dan memori 128 GB untuk menjalankan proyek kreatif serta model AI yang menuntut sumber daya besar.
Meski begitu, harga premium tersebut perlu dinilai berdasarkan kebutuhan kerja. Pengguna yang hanya mengerjakan desain ringan atau penyuntingan sederhana mungkin tidak membutuhkan kapasitas komputasi sebesar yang ditawarkan kedua laptop ini.
Kesimpulan
Asus ProArt P14 dan ProArt P16 menawarkan kombinasi pemrosesan AI lokal, layar Lumina Pro OLED, serta memori besar untuk kebutuhan kreatif profesional. Pengujian ProArt P16 dengan ComfyUI dan Hermes memperlihatkan bahwa perangkat dapat menjalankan alur pembuatan gambar tanpa koneksi internet.
Selain itu, dukungan DaVinci Resolve dalam pengujian singkat memperlihatkan potensi perangkat untuk pekerjaan penyuntingan video. Namun, pengguna tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan komputasi, mobilitas, dan anggaran sebelum memilih salah satu model.
Dengan harga Rp79.999.000 untuk ProArt P14 dan Rp112.999.000 untuk ProArt P16, kedua laptop ini menyasar kreator yang membutuhkan perangkat premium dengan kemampuan AI lokal. ProArt P14 menonjol dalam portabilitas, sedangkan ProArt P16 menawarkan ruang kerja lebih luas dan kapasitas memori dua kali lebih besar.
FAQ Asus ProArt P14 dan P16
Apa keunggulan utama Asus ProArt P14 dan P16?
Keunggulan utamanya terletak pada penggunaan Nvidia RTX Spark N1X yang mendukung pemrosesan AI langsung di perangkat. Kemampuan tersebut memungkinkan pengguna menjalankan model AI secara offline apabila model dan aplikasi yang diperlukan sudah tersedia secara lokal.
Apakah Asus ProArt P16 dapat menjalankan AI tanpa internet?
Ya. Pengujian menggunakan ComfyUI dan Hermes menunjukkan bahwa ProArt P16 dapat menjalankan alur pembuatan gambar ketika WiFi mati dan mode pesawat aktif.
Apa perbedaan layar ProArt P14 dan P16?
ProArt P14 menggunakan layar sentuh Lumina Pro OLED 14 inci dengan resolusi 3K. Sementara itu, ProArt P16 memiliki layar sentuh 16 inci beresolusi 4K. Keduanya mendukung refresh rate 120Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, dan sertifikasi Pantone Validated.
Berapa harga Asus ProArt P14 dan P16?
Asus ProArt P14 H7407BA dibanderol Rp79.999.000. Adapun Asus ProArt P16 H7607BA memiliki harga Rp112.999.000.
Berapa kapasitas memori kedua laptop tersebut?
ProArt P14 memiliki unified memory LPDDR5X sebesar 64 GB. ProArt P16 menyediakan kapasitas 128 GB untuk mendukung kebutuhan pemrosesan AI dan proyek kreatif yang lebih berat.
Sumber bahan: Uzone.id. Penulis sumber: Muhammad Faisal Hadi Putra.




