Daftar Isi 5 bagian
JayaPurnama.com – Wuhu, China, Omoda O4 menjadi sorotan lewat kehadiran Super AI Cockpit (SIAS), sistem kecerdasan buatan yang dirancang untuk menghadirkan interaksi lebih alami antara pengemudi dan mobil. Indonesia mendapat perhatian khusus dalam pengembangan teknologi ini karena Omoda-Jaecoo Indonesia menyebut versi untuk pasar Tanah Air memiliki respons lebih cepat serta mendukung bahasa Indonesia.
Teknologi asisten suara di mobil selama ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Pengguna terkadang harus mengucapkan perintah dengan kalimat tertentu agar sistem dapat memahaminya. Namun, Omoda O4 mencoba menghadirkan pengalaman berbeda melalui kemampuan kecerdasan buatan pada kokpitnya.
Jurnalis Otodriver berkesempatan mencoba sistem tersebut secara langsung di markas Chery di Wuhu, Anhui, China, pada 20 Oktober 2026. Meski begitu, hasil pengujian awal menunjukkan bahwa respons AI belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi. Perbedaan spesifikasi unit dan tahap pengembangan perangkat lunak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan sebelum menilai kemampuan versi Indonesia.
Omoda O4 Andalkan Super AI Cockpit
Super AI Cockpit menjadi salah satu teknologi yang menarik perhatian pada Omoda O4. Sistem ini mengandalkan kecerdasan buatan untuk memahami perintah suara dan membantu pengguna berinteraksi dengan berbagai fungsi di dalam kendaraan.
Berbeda dari asisten suara konvensional yang cenderung mengandalkan perintah tertentu, teknologi berbasis AI berupaya memahami maksud pengguna secara lebih alami. Karena itu, kemampuan mengenali bahasa dan menafsirkan permintaan menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem tersebut.
Namun, pengalaman penggunaan tidak hanya bergantung pada kecanggihan perangkat keras. Perangkat lunak, pengolahan bahasa, serta kemampuan sistem menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna turut menentukan kualitas interaksi.
Dalam pengujian di China, tim Otodriver mencoba fitur tersebut ketika kendaraan berada dalam kondisi statis. Hasilnya, respons sistem masih terasa kurang sigap dan beberapa simulasi belum berjalan selaras dengan ekspektasi penguji.
Versi Indonesia Diklaim Lebih Responsif
Meski hasil uji coba awal belum memuaskan, Omoda-Jaecoo Indonesia menyampaikan bahwa sistem AI untuk pasar Indonesia memiliki respons yang lebih baik. Perusahaan juga menyebut sistem tersebut mendukung penggunaan bahasa Indonesia.
Pengembangan yang berfokus pada pasar Indonesia menjadi salah satu alasan di balik perbedaan tersebut. Dukungan bahasa lokal dapat membantu sistem memahami instruksi pengguna dengan lebih sesuai, terutama ketika pengguna berbicara menggunakan bahasa sehari-hari.
Selain itu, kemampuan memahami bahasa Indonesia berpotensi membuat interaksi dengan kendaraan terasa lebih praktis. Pengemudi tidak perlu selalu mengandalkan bahasa asing ketika ingin memberikan instruksi melalui asisten suara.
Namun, klaim mengenai peningkatan respons tersebut masih memerlukan pengujian lebih lanjut. Pengalaman menggunakan unit demonstrasi di China belum tentu mencerminkan kemampuan akhir perangkat lunak yang akan hadir pada kendaraan untuk konsumen Indonesia.
Ada pula kemungkinan bahwa unit demonstrasi yang digunakan dalam pengujian memakai spesifikasi untuk pasar Thailand. Jika dugaan tersebut benar, konfigurasi perangkat lunaknya belum tentu sama dengan versi yang disiapkan untuk Indonesia.
Cara Mengakses AI di Omoda O4
Pengguna perlu melakukan proses masuk atau login data untuk mengakses sistem AI pada Omoda O4. Melalui mekanisme tersebut, sistem mengenali suara pengguna yang telah terdaftar dalam profilnya.
Pendekatan ini memungkinkan kendaraan mengaitkan interaksi suara dengan satu pengguna terdaftar. Dengan demikian, sistem memiliki profil suara sebagai dasar untuk mengenali orang yang memberikan perintah.
Namun, sistem yang diuji belum dirancang untuk mengenali beberapa orang sekaligus melalui profil suara masing-masing dalam satu perjalanan. Artinya, pengguna tidak dapat langsung mengharapkan kendaraan membedakan seluruh anggota keluarga berdasarkan suara mereka secara bersamaan.
Keterbatasan tersebut menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan dalam pengembangan selanjutnya. Terlebih lagi, kemampuan mengenali beberapa pengguna dapat meningkatkan kenyamanan ketika kendaraan digunakan bersama keluarga atau teman.
Pengembangan AI Masih Berlanjut
Teknologi kecerdasan buatan di dalam mobil memerlukan pengembangan berkelanjutan agar mampu memberikan pengalaman yang konsisten. Sistem tidak cukup hanya mengenali suara, tetapi juga perlu memahami maksud instruksi dan memberikan respons yang sesuai.
Selain itu, pengembang perlu memastikan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dalam berbagai situasi. Kondisi kabin, kebisingan lingkungan, variasi pelafalan, dan kebiasaan berbicara pengguna dapat memengaruhi proses pengenalan suara.
Dukungan bahasa Indonesia juga memerlukan pengujian yang menyeluruh. Penggunaan kosakata sehari-hari, variasi aksen, serta cara pengguna menyampaikan perintah menjadi tantangan tersendiri bagi sistem berbasis kecerdasan buatan.
Karena itu, pengujian pada kendaraan dengan perangkat lunak yang sesuai untuk Indonesia akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kemampuan sebenarnya. Pengujian dalam penggunaan sehari-hari juga dapat menunjukkan seberapa cepat sistem merespons perintah dan seberapa konsisten hasilnya.
Menunggu Pengalaman Nyata di Indonesia
Kehadiran Super AI Cockpit pada Omoda O4 menunjukkan upaya Chery menghadirkan teknologi interaksi yang lebih modern di dalam mobil. Dukungan bahasa Indonesia dan klaim peningkatan respons menjadi dua aspek yang menarik untuk diperhatikan.
Meski demikian, calon pengguna sebaiknya menunggu pengujian langsung pada versi Indonesia sebelum menarik kesimpulan mengenai kinerja sistem tersebut. Hasil pengujian di China sejauh ini memperlihatkan bahwa pengalaman AI masih bergantung pada konfigurasi perangkat lunak dan tahap pengembangannya.
Pada akhirnya, keberhasilan teknologi ini tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur yang tersedia. Kemampuan memahami perintah secara akurat, memberikan respons dengan cepat, dan bekerja secara konsisten akan menjadi tolok ukur penting bagi Super AI Cockpit.
Jika pengembangan tersebut memenuhi harapan, Omoda O4 berpeluang menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis melalui interaksi suara. Kini, publik tinggal menunggu pembuktian kemampuan sistem AI tersebut dalam penggunaan nyata di Indonesia.




