Rabu, 21 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Bank Mandiri Ubah Desain Visa Platinum dan Visa Signature, Usung Rumah Gadang

Oleh Jaya Purnama · 13/10/2026 · 4:09 pm
Bank Mandiri Ubah Desain Visa Platinum dan Visa Signature, Usung Rumah Gadang
♥ Dukungan
Daftar Isi 7 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta, Bank Mandiri tidak hanya memperbarui desain kartu kredit Mandiri Prioritas. Bank ini juga menghadirkan tampilan baru untuk kartu kredit Mandiri Visa Platinum dan Visa Signature. Kedua kartu tersebut kini menampilkan ilustrasi Rumah Gadang, rumah tradisional masyarakat Minangkabau dari Sumatera Barat.

Perubahan ini menarik perhatian karena Bank Mandiri menghadirkan pendekatan visual yang berbeda untuk sejumlah produk kartu kreditnya. Alih-alih mempertahankan desain minimalis, Mandiri Visa Platinum dan Visa Signature kini menonjolkan unsur budaya Indonesia melalui ilustrasi arsitektur tradisional.

Namun, pembaruan desain tersebut memunculkan beragam pendapat. Sebagian orang mungkin menyukai identitas lokal yang kuat, sedangkan pengguna lain lebih menyukai tampilan sederhana dengan kombinasi warna yang selaras. Perdebatan ini menunjukkan bahwa desain kartu kredit juga menjadi pertimbangan bagi sebagian calon pemegang kartu.

Desain Baru Kartu Kredit Mandiri Visa Platinum dan Visa Signature

Pembaruan desain Mandiri Visa Platinum dan Visa Signature menghadirkan Rumah Gadang sebagai elemen visual utama. Rumah tradisional ini memiliki ciri khas atap melengkung menyerupai tanduk kerbau. Bentuk tersebut membuat arsitektur Minangkabau mudah dikenali dan memiliki karakter yang kuat.

Melalui ilustrasi tersebut, kedua kartu membawa nuansa Indonesia yang lebih menonjol. Pendekatan ini juga membedakan tampilannya dari kartu kredit yang mengutamakan logo, warna polos, atau ornamen minimalis.

Meski demikian, desain kartu Visa Platinum dan Visa Signature tidak harus mendapat penilaian yang sama. Perbedaan tingkat produk, warna dasar, dan karakter visual dapat memengaruhi kesan yang muncul ketika seseorang melihat kedua kartu tersebut.

Perbandingan Desain Lama dan Baru Mandiri Visa Platinum

Mandiri Visa Platinum sebelumnya memiliki desain yang berbeda dari tampilan terbaru. Perubahan ini memberikan kesempatan bagi pengguna untuk membandingkan pendekatan visual lama dengan desain yang kini mengangkat unsur budaya Indonesia.

Bagi pengguna yang menyukai tampilan sederhana, desain lama mungkin masih terasa menarik. Sebaliknya, orang yang menyukai ilustrasi khas Indonesia dapat menilai Rumah Gadang sebagai elemen yang memberikan identitas lebih kuat pada kartu.

Namun, penilaian tersebut tetap bersifat subjektif. Selera warna, detail ilustrasi, dan kesan elegan dapat berbeda antara satu pengguna dan pengguna lainnya.

Baca juga: Review Kartu Kredit Mandiri Visa Platinum

Mandiri Visa Signature dan Tantangan Memadukan Warna

Mandiri Visa Signature juga mengikuti pembaruan desain dengan ilustrasi Rumah Gadang. Meski begitu, tampilan kartu ini memunculkan pertanyaan mengenai keselarasan antara ilustrasi dan warna dasarnya.

Sebagian pengguna menilai warna cokelat pada Visa Signature kurang cocok dengan ilustrasi yang memenuhi permukaan kartu. Mereka berpendapat bahwa warna hitam mungkin memberikan kesan lebih elegan. Sementara itu, warna abu-abu dapat menjadi pilihan yang menarik untuk Visa Platinum.

Pendapat tersebut menunjukkan bahwa ilustrasi yang menarik belum tentu menghasilkan desain yang harmonis. Desainer perlu mempertimbangkan kontras, komposisi, tekstur, dan hubungan antara warna dengan identitas produk.

Di sisi lain, ilustrasi Rumah Gadang tetap menawarkan identitas visual yang berbeda. Tantangannya terletak pada cara menampilkan unsur tradisional tanpa mengurangi kesan modern dan eksklusif yang diharapkan dari kartu kredit.

Baca juga: Review Kartu Kredit Mandiri Visa Signature

Mengapa Desain Kartu Kredit Mandiri Berbeda-beda?

Bank Mandiri memiliki produk kartu kredit dengan karakter yang beragam. Beberapa kartu mengutamakan tampilan minimalis, sedangkan produk lain menonjolkan identitas tertentu melalui ilustrasi dan ornamen.

Mandiri Prioritas dan Mandiri Bonvoy, misalnya, menjadi pembanding untuk pendekatan desain yang lebih sederhana. Sementara itu, Visa Platinum dan Visa Signature mengusung ilustrasi Rumah Gadang yang memberikan nuansa lokal lebih kuat.

Perbedaan tersebut dapat mencerminkan upaya membangun karakter visual untuk setiap produk. Kartu dengan sasaran pengguna berbeda juga dapat memerlukan pendekatan desain yang berbeda, meskipun alasan resmi di balik pemilihan desain terbaru ini tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia.

Menurut pandangan penulis, kartu kredit tingkat pemula dan menengah dapat memperoleh keuntungan dari desain yang mencolok. Tampilan yang mudah dikenali membantu produk memiliki karakter tersendiri di antara banyak pilihan kartu di dompet pengguna.

Sebaliknya, kartu premium atau produk khusus seperti Mandiri Prioritas dapat memilih pendekatan yang lebih sederhana. Desain yang bersih dan elegan mampu menghadirkan kesan eksklusif tanpa membutuhkan banyak ornamen.

Kritik Pengguna terhadap Desain Terbaru

Sejumlah komentar pengguna memperlihatkan bahwa pembaruan desain tidak selalu mendapat sambutan positif. Salah satu kritik menyoroti ilustrasi yang terlihat agak pudar sehingga mengingatkan pengguna pada gambar hasil kecerdasan buatan generatif atau AI.

Komentar tersebut merupakan penilaian visual pengguna, bukan bukti bahwa Bank Mandiri menggunakan AI untuk membuat ilustrasinya. Karena itu, asal-usul gambar tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan tampilannya.

Kritik lain menyoroti kombinasi warna Visa Signature yang dinilai kurang serasi. Bahkan, ada pengguna yang membandingkannya dengan desain sejumlah kartu kredit bank lain dan berharap Bank Mandiri memberikan perhatian lebih besar pada kualitas visual.

Selain itu, perubahan desain turut memengaruhi pertimbangan sebagian calon pemegang kartu. Seorang pengguna mengaku sebelumnya tertarik mengincar Mandiri Visa Signature, tetapi mempertimbangkan kembali pilihannya setelah melihat tampilan baru. Ia akhirnya lebih memilih mempertahankan kartu MNC JCB Precious, meskipun menurut pengalamannya biaya tahunan kartu tersebut cukup sulit dihapus dan memerlukan transaksi Rp5,4 juta.

Pengalaman tersebut tidak mewakili seluruh pengguna kartu kredit. Namun, komentar itu memperlihatkan bahwa desain dapat memengaruhi daya tarik sebuah produk, terutama bagi orang yang memperhatikan tampilan kartu di samping manfaat finansialnya.

Desain Menarik atau Manfaat Kartu Kredit?

Terlepas dari perdebatan desain, manfaat kartu kredit tetap menjadi pertimbangan utama sebelum seseorang mengajukan permohonan. Pengguna sebaiknya menilai fitur, biaya tahunan, tingkat perolehan poin, program hadiah, dan persyaratan kartu secara menyeluruh.

Bagi pengguna yang sering bepergian, tingkat perolehan poin atau earning rate dapat menjadi faktor penting. Kartu yang menawarkan nilai perolehan Rp5.000 per mil, misalnya, bisa terasa lebih menarik bagi pemburu miles dibandingkan kartu dengan desain mencolok tetapi manfaat poin yang kurang kompetitif. Namun, pengguna tetap perlu memeriksa ketentuan konversi poin dan biaya yang berlaku.

Selain itu, biaya tahunan juga perlu masuk dalam perhitungan. Kartu dengan manfaat menarik belum tentu menjadi pilihan terbaik jika pengguna harus mengeluarkan biaya besar atau memenuhi target transaksi tertentu untuk memperoleh pembebasan biaya tahunan.

Karena itu, calon pemegang kartu sebaiknya membandingkan manfaat berdasarkan pola transaksi pribadi. Pengguna yang sering bepergian mungkin memprioritaskan miles, sedangkan pengguna lain lebih membutuhkan potongan harga, cicilan, atau kemudahan transaksi sehari-hari.

Kesimpulan: Desain Kartu Kredit Bukan Segalanya

Pembaruan desain Mandiri Visa Platinum dan Visa Signature memperlihatkan pendekatan visual yang mengangkat budaya Indonesia melalui Rumah Gadang. Pilihan tersebut memberikan identitas lokal yang kuat, tetapi penerimaan pengguna tetap bergantung pada selera dan penilaian terhadap komposisi visualnya.

Menurut penulis, desain kartu kredit sebaiknya mendukung karakter produk tanpa mengalahkan fungsi utamanya. Tampilan yang elegan tentu menjadi nilai tambah, tetapi manfaat finansial tetap lebih penting ketika pengguna memilih kartu untuk kebutuhan sehari-hari atau mengumpulkan miles.

Penulis pribadi lebih memilih kartu yang polos, sederhana, atau bahkan kurang menarik secara visual apabila kartu tersebut menawarkan earning rate yang lebih kompetitif. Sebaliknya, desain yang eye-catching tidak banyak berarti jika kartu tersebut tidak memberikan manfaat poin yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Pada akhirnya, setiap orang memiliki prioritas berbeda. Ada yang memilih kartu berdasarkan desain, ada yang mengejar prestise, dan ada pula yang berfokus pada manfaat finansial. Bagaimana menurut Anda, apakah desain baru Mandiri Visa Platinum dan Visa Signature terlihat lebih menarik, atau justru desain lama lebih layak dipertahankan?

Tag:
Jaya Purnama

Spesialis Informasi | Konten Digital

Kode Referral ShopeePay Hari ini 2026 | PAKBWFWS4 | Bisa Dapat Saldo Gratis untuk Pengguna Baru

Kode Referral ShopeePay Hari ini 2026 | PAKBWFWS4 | Bisa Dapat Saldo Gratis untuk Pengguna Baru

Kunjungi Artikel