Deposito Digital 8% atau Reksadana Pendapatan Tetap: Cermati Risiko dan Hasilnya

Jaya Purnama

Deposito Digital 8 Atau Reksadana Pendapatan Tetap Cermati Risiko Dan Hasilnya
Ilustrasi: Deposito Digital 8 Atau Reksadana Pendapatan Tetap Cermati Risiko Dan Hasilnya

Jayapurnama.com – Reksadana pendapatan tetap membukukan return 0,55%–0,7% dalam sebulan hingga 25 September 2026, di tengah tekanan pada pasar obligasi. Angka itu melampaui bunga bersih deposito bank besar maupun simulasi deposito digital berbunga 8%. Namun, perbandingan hasil saja belum cukup: investor juga perlu mempertimbangkan penjaminan, risiko perubahan harga, dan kapan dana akan digunakan.

Bagi pemilik deposito yang segera jatuh tempo, pilihan berikutnya bergantung pada kebutuhan likuiditas dan toleransi terhadap risiko. Deposito menawarkan bunga yang disepakati, sedangkan reksadana pendapatan tetap memiliki nilai investasi yang dapat bergerak naik atau turun.

Hitung bunga deposito setelah pajak

Bunga deposito dikenai pajak final 20%. Dengan bunga 3,75% per tahun, hasil setelah pajak menjadi 3% setahun atau sekitar 0,25% per bulan. Tingkat 3,75% merupakan batas bunga penjaminan LPS untuk bank umum pada periode 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027.

Simulasi bunga deposito 8% menghasilkan angka bersih yang lebih tinggi, tetapi tetap perlu dihitung setelah pajak. Setelah potongan 20%, bunga bersihnya 6,4% per tahun, setara sekitar 0,53% per bulan. Besaran aktual bisa berbeda sesuai penawaran bank.

Ada hal penting yang menyertai bunga tinggi tersebut. LPS tidak menjamin simpanan dengan tingkat bunga di atas batas penjaminan, meskipun nilai simpanan masih berada dalam batas maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank. Karena itu, investor perlu membedakan bunga yang ditawarkan dengan simpanan yang memenuhi syarat penjaminan.

Reksadana pendapatan tetap mencatat return lebih tinggi

Enam produk reksadana pendapatan tetap mencatat return bulanan 0,55%–0,7% hingga 25 September 2026. Dalam periode tersebut, kinerja setahun produk-produk itu berada di kisaran 3,67%–6,71%. Sebagai pembanding, Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap Bareksa mencatat minus 0,03% dalam setahun.

Perbedaan kinerja tersebut menunjukkan bahwa hasil satu produk tidak otomatis mewakili seluruh kategori. Return reksadana juga bukan bunga tetap yang dijanjikan. Nilai aktiva bersih atau NAB dapat berubah mengikuti harga obligasi dalam portofolio dan pendapatan kuponnya.

Pasar obligasi sedang menghadapi tekanan. Pada 28 September, yield US Treasury tenor 10 tahun mencapai 5,235%, tingkat tertinggi dalam 19 tahun. Kekhawatiran inflasi muncul seiring harga minyak Brent yang berada di atas US$106 per barel. Pada saat yang sama, IHSG tertekan, rupiah melemah, dan yield SBN 10 tahun naik. Ketika yield naik, harga obligasi cenderung turun.

Mengapa beberapa produk tetap bertahan?

Komposisi portofolio dan akumulasi kupon membantu menjelaskan kinerja sejumlah produk. Beberapa reksadana memiliki porsi besar pada obligasi korporasi. Karena instrumen itu lebih jarang diperdagangkan, perubahan harga wajarnya bisa bergerak lebih lambat dibandingkan SBN yang aktif diperdagangkan.

Kondisi tersebut dapat membuat NAB terlihat lebih stabil, tetapi bukan berarti risikonya hilang. Perdagangan obligasi korporasi yang lebih terbatas dapat menimbulkan risiko likuiditas, terutama saat manajer investasi perlu menjual aset dalam jumlah besar.

Kupon juga memberi pendapatan yang terakumulasi dalam NAB. Jika pendapatan kupon lebih besar daripada penurunan harga obligasi, NAB masih berpeluang bertambah. Selain itu, sebagian produk menyimpan kas atau instrumen pasar uang untuk menjaga likuiditas ketika pasar bergejolak.

Enam produk yang mencatat kinerja tersebut memiliki strategi dan isi portofolio berbeda:

  • Syailendra Sharia Fixed Income Fund Kelas A menempatkan 97,58% portofolionya di sukuk per 31 Juli 2026. Sektor pulp dan kertas menjadi porsi terbesar.
  • Recapital Pendapatan Tetap Dana Gemilang memiliki 91,48% portofolio pada surat utang korporasi dan pemerintah per 31 Agustus 2026, dengan mayoritas berupa obligasi korporasi.
  • Trimegah Dana Obligasi Nusantara menempatkan 96,73% dana pada obligasi domestik per 31 Agustus 2026. Kepemilikannya mencakup obligasi dan sukuk sejumlah perusahaan.
  • Insight Renewable Energy Fund memiliki 87,71% portofolio pada obligasi korporasi sektor energi, petrokimia, dan pertambangan.
  • I-Hajj Syariah Fund memiliki porsi sukuk 95,42%. Produk ini juga menyediakan fitur penyisihan dana infaq untuk membantu masyarakat kurang mampu menunaikan ibadah haji.
  • Avrist Emerald Stable Fund memiliki porsi pasar uang 11,33%, terbesar di antara enam produk tersebut. Portofolionya juga mencakup instrumen sektor keuangan.

Portofolio beberapa produk bertumpu pada sektor yang beririsan, seperti pulp dan kertas, energi, serta pertambangan. Maka, investor sebaiknya tidak hanya melihat return terbaru. Konsentrasi sektor dan kualitas penerbit obligasi juga dapat memengaruhi risiko setiap produk.

Pilih instrumen berdasarkan waktu penggunaan dana

Deposito dan reksadana pendapatan tetap memiliki karakter berbeda. Deposito memberi bunga sesuai kesepakatan dan umumnya mencairkan dana saat jatuh tempo. Penarikan lebih awal biasanya dapat terkena penalti. Simpanan dapat dijamin LPS jika memenuhi syarat, termasuk batas bunga dan nilai simpanan.

Reksadana pendapatan tetap tidak dijamin LPS dan hasilnya berfluktuasi. Investor dapat menjual unit setiap hari bursa, dengan pencairan dana paling lambat tujuh hari bursa. Keuntungan penjualan kembali unit tidak dikenai pajak bagi investor, sedangkan pajak atas pendapatan obligasi diperhitungkan di tingkat reksadana.

Untuk dana darurat, reksadana pasar uang dapat dipertimbangkan karena relatif stabil dan lebih sesuai untuk kebutuhan pencairan. Deposito bisa dipilih jika jadwal penggunaan dana sudah jelas dan tenornya sesuai. Sementara itu, reksadana pendapatan tetap dapat dicermati untuk horizon satu hingga tiga tahun, dengan pembelian bertahap guna menyebar risiko waktu masuk.

Investor yang menginginkan kupon dengan batas minimal juga dapat mencermati SBR015, yang ditawarkan hingga 22 Oktober 2026. Kupon minimalnya berada pada kisaran 6,75%–6,85% per tahun. Pilihan ini tetap perlu disesuaikan dengan ketentuan dan kebutuhan masing-masing investor.

Pahami risiko sebelum mengambil keputusan

Kenaikan yield SBN maupun obligasi global dapat menekan harga obligasi dan NAB. Selain itu, penerbit korporasi bisa mengalami penurunan peringkat atau gagal membayar kewajiban. Risiko konsentrasi muncul ketika portofolio bertumpu pada sedikit sektor atau kelompok penerbit.

Dengan demikian, return bulanan 0,55%–0,7% menjadi catatan kinerja, bukan jaminan hasil berikutnya. Bandingkan bunga bersih deposito, status penjaminan LPS, isi portofolio, serta akses pencairan sebelum menempatkan dana. Sesuaikan pilihan dengan tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menghadapi fluktuasi.

Penulis:

Jaya Purnama

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Shopee PayLater Oktober 2026, Dapet 40.000 Koin Gratis Saat Acc

Kode Referral Shopee PayLater Oktober 2026, Dapet 40.000 Koin Gratis Saat Acc

Kunjungi Artikel