John Ternus Ingin Apple Lebih Cepat Meluncurkan Produk dan Pangkas Manajemen

Jaya Purnama

John Ternus Ingin Apple Lebih Cepat Meluncurkan Produk dan Pangkas Manajemen
John Ternus Ingin Apple Lebih Cepat Meluncurkan Produk dan Pangkas Manajemen

Jayapurnama.com – Cupertino, Amerika Serikat, CEO baru Apple, John Ternus, berencana mengubah cara kerja perusahaan agar lebih cepat, ramping, dan fokus pada pengembangan produk. Strategi ini mencakup percepatan peluncuran perangkat, penambahan produk baru, serta pengurangan sejumlah posisi manajemen.

Menurut laporan Bloomberg, Ternus ingin Apple merilis produk lebih sering daripada pola yang selama ini perusahaan terapkan. Selain itu, ia mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan acara peluncuran besar pada musim gugur dan musim semi.

Perubahan tersebut berkaitan dengan persaingan industri teknologi yang semakin ketat, terutama pada era kecerdasan buatan (AI). Karena itu, Apple menghadapi dorongan untuk bergerak lebih cepat, bereksperimen dengan produk baru, dan menyesuaikan strategi pengembangannya.

John Ternus Ingin Apple Mempercepat Peluncuran Produk

Selama ini, Apple memiliki pola peluncuran produk yang cukup teratur. Perusahaan biasanya memperkenalkan iPhone pada September, kemudian mengumumkan sejumlah perangkat lain menjelang akhir tahun atau pada musim semi.

Namun, Ternus menginginkan pendekatan yang lebih fleksibel. Apple perlu menghadirkan produk baru secara lebih sering agar perusahaan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Selain itu, perusahaan perlu memberi ruang lebih besar untuk eksperimen. Pendekatan tersebut dapat membuka kesempatan bagi Apple untuk mengembangkan kategori perangkat baru dan memperluas pilihan bagi konsumen.

Meski begitu, perubahan jadwal peluncuran tidak akan berlangsung seketika. Apple telah menyusun jadwal pengembangan produk jauh sebelum perangkat mencapai tahap peluncuran. Oleh karena itu, perubahan strategi kemungkinan membutuhkan waktu untuk menunjukkan dampaknya.

Apple Menyiapkan Sejumlah Produk Baru

Di tengah rencana perubahan tersebut, Apple kabarnya tengah mengembangkan beberapa perangkat baru. Daftar produk itu mencakup iPhone edisi khusus untuk memperingati ulang tahun ke-20, MacBook dengan layar sentuh, dan AirPods yang dilengkapi kamera.

Kehadiran perangkat-perangkat tersebut menunjukkan luasnya kategori produk yang sedang Apple jajaki. Namun, laporan mengenai pengembangan tidak otomatis memastikan waktu peluncuran atau ketersediaan setiap perangkat.

Jika Apple mempercepat proses pengembangan dan peluncuran, perusahaan perlu menjaga koordinasi antartim. Selain itu, percepatan tersebut tetap menuntut perhatian terhadap kualitas perangkat keras, perangkat lunak, dan pengalaman pengguna.

Dengan demikian, tantangan Apple bukan hanya menambah jumlah produk. Perusahaan juga perlu mengatur proses kerja agar tim engineering dapat mengembangkan perangkat secara efisien tanpa mengabaikan kebutuhan konsumen.

Restrukturisasi Manajemen Menjadi Bagian dari Strategi

Selain mempercepat peluncuran produk, Ternus ingin menyederhanakan struktur organisasi Apple. Ia mendorong perusahaan untuk lebih berfokus pada engineering dan mengurangi lapisan manajemen yang memisahkan para insinyur dari eksekutif senior.

Bloomberg melaporkan bahwa Apple telah memangkas sejumlah posisi manajer program engineering atau EPM serta direktur di divisi hardware engineering selama dua minggu terakhir. Langkah tersebut menjadi bagian dari perubahan organisasi yang sedang berlangsung.

Apple memberikan waktu dua minggu kepada karyawan yang terdampak untuk mencari posisi lain di dalam perusahaan. Jika mereka tidak menemukan posisi yang sesuai, perusahaan akan memberhentikan mereka.

Pengurangan lapisan manajemen berpotensi memperpendek jalur komunikasi antara tim pengembangan dan pimpinan. Namun, perubahan struktur juga menuntut pembagian tanggung jawab yang jelas agar koordinasi proyek tetap berjalan dengan baik.

Pemangkasan Karyawan Meluas ke Beberapa Divisi

Perubahan di divisi hardware engineering menyusul pemutusan hubungan kerja di beberapa bagian Apple lainnya. Area yang terdampak mencakup tim Siri, Vision Pro, divisi software engineering terkait AI, dan layanan Fitness+.

Menurut laporan MacRumors yang dikutip pada Rabu, 30 September 2026, sejumlah karyawan Apple memperkirakan perusahaan dapat melakukan pemangkasan tenaga kerja tambahan pada akhir 2026 dan awal 2027. Perkiraan tersebut mencerminkan kekhawatiran sebagian karyawan, bukan kepastian mengenai keputusan perusahaan.

Selain itu, Apple kabarnya pernah merencanakan pengurangan sekitar 5.000 staf layanan AppleCare dan mengganti sebagian pekerjaan mereka dengan agen AI. Namun, perusahaan menunda rencana tersebut.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa Apple sedang menghadapi perubahan dalam pengelolaan tenaga kerja sekaligus pemanfaatan teknologi AI. Meski begitu, belum ada kepastian bahwa seluruh rencana pengurangan karyawan yang dilaporkan akan terlaksana.

Apple Juga Ingin Meningkatkan Pendapatan Layanan

Di sisi lain, Ternus ingin Apple meningkatkan pendapatan dari divisi layanan. Langkah ini menambah fokus strategis perusahaan di luar penjualan perangkat keras seperti iPhone, MacBook, dan AirPods.

Apple menghadapi tuntutan untuk menghasilkan lebih banyak produk dalam waktu yang lebih singkat. Bloomberg melaporkan bahwa sejumlah manajer merasakan tekanan untuk bekerja lebih cepat, dengan beban pekerjaan yang semakin sibuk dan menuntut.

Grup pengembangan produk juga mendapat dorongan untuk menghasilkan lebih banyak perangkat dengan frekuensi peluncuran yang lebih tinggi. Karena itu, perubahan organisasi dan peningkatan produktivitas menjadi bagian penting dari arah kerja baru perusahaan.

Namun, peningkatan produktivitas bukan satu-satunya tantangan. Apple juga perlu menjaga keseimbangan antara kecepatan pengembangan, kualitas produk, dan keberlanjutan beban kerja karyawan.

Perubahan Strategi Apple Masih Membutuhkan Waktu

Rencana John Ternus menandai dorongan untuk mengubah ritme kerja Apple. Perusahaan ingin mempercepat peluncuran perangkat, memperluas eksperimen produk, menyederhanakan manajemen, dan meningkatkan pendapatan layanan.

Meski begitu, jadwal pengembangan yang telah berjalan dapat membatasi kecepatan perubahan dalam waktu dekat. Selain itu, restrukturisasi organisasi dan penggunaan AI dalam layanan membutuhkan penyesuaian di berbagai bagian perusahaan.

Pada akhirnya, arah baru Apple akan bergantung pada pelaksanaan strategi tersebut. Kecepatan peluncuran, kemampuan engineering, dan pengelolaan sumber daya manusia akan menjadi bagian penting dalam perubahan yang ingin Ternus jalankan.

FAQ

Siapa CEO baru Apple yang ingin mengubah cara kerja perusahaan?

John Ternus merupakan CEO baru Apple yang ingin mempercepat peluncuran produk, menyederhanakan manajemen, dan meningkatkan fokus perusahaan pada engineering.

Mengapa Apple ingin meluncurkan produk lebih sering?

Apple ingin bergerak lebih cepat dan lebih eksperimental untuk menghadapi persaingan industri teknologi, terutama pada era kecerdasan buatan.

Produk baru apa saja yang sedang Apple kembangkan?

Apple kabarnya mengembangkan iPhone edisi khusus ulang tahun ke-20, MacBook dengan layar sentuh, dan AirPods dengan kamera.

Divisi Apple mana saja yang terdampak pemangkasan karyawan?

Laporan menyebut tim Siri, Vision Pro, software engineering terkait AI, Fitness+, serta sejumlah posisi manajemen di divisi hardware engineering.

Apakah Apple akan mengganti staf AppleCare dengan agen AI?

Apple kabarnya pernah merencanakan pengurangan sekitar 5.000 staf AppleCare untuk menggantinya dengan agen AI. Namun, perusahaan menunda rencana tersebut.

Penulis:

Jaya Purnama

Home Trending Explore Discover Menu
Pengalaman Daftar Yup PayLater: Limit Hingga Rp100 Juta dan Cicilan 0% di Oktober 2026

Pengalaman Daftar Yup PayLater: Limit Hingga Rp100 Juta dan Cicilan 0% di Oktober 2026

Kunjungi Artikel