Jayapurnama.com – Jakarta, Toyota i-Road merupakan kendaraan konsep listrik tiga roda yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas jarak pendek di kawasan perkotaan.
Kendaraan ini menawarkan perpaduan karakter mobil dan sepeda motor. i-Road memiliki kabin tertutup seperti mobil, tetapi dimensinya sangat ramping dan bodinya dapat miring saat menikung.
Toyota memperkenalkan i-Road secara global dalam Geneva Motor Show 2013. Sejak awal, kendaraan tersebut diposisikan sebagai personal mobility vehicle, bukan mobil keluarga atau model produksi yang tersedia di pasar Indonesia.
Toyota i-Road Dirancang untuk Mobilitas Perkotaan
Toyota mengembangkan i-Road untuk perjalanan pendek di lingkungan perkotaan. Konsep ini menyasar kondisi ketika kemacetan, keterbatasan area parkir, dan kebutuhan perjalanan singkat menjadi persoalan sehari-hari.
Ukurannya yang kecil memungkinkan kendaraan bergerak di ruang jalan yang terbatas. Selain itu, i-Road membutuhkan area parkir lebih sedikit dibandingkan mobil konvensional. Toyota juga mengaitkan pengembangannya dengan sistem transportasi perkotaan dan konsep car sharing.
Dalam tahap demonstrasi, Toyota menggunakan i-Road untuk pengujian sistem transportasi perkotaan Ha di Toyota City, Jepang. Kendaraan ini juga terlibat dalam proyek car sharing kendaraan listrik ultra-kompak di Grenoble, Prancis.
Dimensi Kompak dan Sistem Tiga Roda
Versi konsep yang diperkenalkan pada 2013 memiliki panjang 2.350 mm, lebar 850 mm, tinggi 1.445 mm, dan wheelbase 1.700 mm. Bobot kosongnya tercatat sekitar 300 kg.
Lebar 850 mm menjadi salah satu ciri utama i-Road. Proporsi tersebut membuat kendaraan terlihat lebih dekat dengan kendaraan roda dua dari sisi kebutuhan ruang, meskipun Toyota melengkapinya dengan kabin tertutup dan dua tempat duduk.
Toyota i-Road menggunakan konfigurasi dua roda di depan dan satu roda di belakang. Daya tarik utamanya terletak pada teknologi Active Lean System yang memungkinkan bodi kendaraan miring secara otomatis saat menikung.
Sistem tersebut mengatur kemiringan bodi berdasarkan kondisi kendaraan ketika berbelok. Roda depan kiri dan kanan dapat bergerak naik atau turun untuk membantu mengoptimalkan sudut kemiringan. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu menjaga keseimbangan seperti saat mengendarai sepeda motor.
Menggunakan Tenaga Listrik dan Kabin Tertutup
Sebagai kendaraan konsep untuk mobilitas perkotaan, i-Road menggunakan electric powertrain berbasis baterai lithium-ion. Versi konsep 2013 memakai dua motor listrik dengan output masing-masing 2 kW.
Toyota mencantumkan kecepatan maksimum 45 km/jam dan target jarak tempuh sekitar 50 km dalam satu kali pengisian. Angka tersebut mengacu pada pengujian dengan kecepatan konstan 30 km/jam.
Penggunaan tenaga listrik sesuai dengan tujuan i-Road sebagai kendaraan perjalanan pendek. Selain menawarkan karakter berkendara yang senyap, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi gas buang ketika beroperasi. Namun, spesifikasi tersebut perlu dipahami sebagai spesifikasi kendaraan konsep tahun 2013.
Berbeda dari sepeda motor, i-Road memiliki atap dan pintu yang melindungi pengguna dari kondisi cuaca. Kendaraan ini menyediakan dua tempat duduk dengan posisi tandem, yakni satu di depan dan satu di belakang.
Posisi i-Road di antara Mobil dan Sepeda Motor
Dibandingkan mobil konvensional, i-Road memiliki bodi yang jauh lebih kecil dan kapasitas hanya untuk dua orang. Posisi duduk tandem membantu mempertahankan bentuk kendaraan tetap ramping, tetapi membatasi fungsinya sebagai kendaraan pengangkut keluarga atau banyak barang.
Sementara itu, i-Road menawarkan perlindungan kabin yang tidak dimiliki sepeda motor terbuka. Pengemudi juga tidak perlu mempertahankan keseimbangan kendaraan secara langsung karena kemiringan bodi dibantu oleh Active Lean System.
Karena itu, Toyota i-Road bukan sekadar mobil berukuran kecil atau sepeda motor dengan atap. Kendaraan ini menjadi eksperimen untuk mengeksplorasi kategori mobilitas tersendiri yang menggabungkan efisiensi ruang, elektrifikasi, dan kenyamanan kabin.
Toyota i-Road Bukan Model Produksi di Indonesia
Toyota i-Road sebaiknya dipahami sebagai kendaraan konsep yang mengeksplorasi bentuk mobilitas masa depan. Toyota tidak mengembangkannya sebagai model produksi massal yang tersedia untuk dibeli konsumen Indonesia melalui Auto2000.
Nilai penting i-Road terletak pada gagasan bahwa kebutuhan perjalanan tidak selalu memerlukan kendaraan berukuran besar. Kendaraan ultra-kompak dapat berperan untuk perjalanan pendek, konektivitas menuju transportasi umum, atau mobilitas di kawasan dengan ruang parkir terbatas.
Dengan demikian, i-Road memperlihatkan arah eksperimen Toyota dalam menggabungkan kendaraan listrik, desain tiga roda, teknologi kemiringan otomatis, dan sistem mobilitas perkotaan. Konsep tersebut menunjukkan bahwa masa depan transportasi dapat menghadirkan kendaraan dengan bentuk yang lebih beragam sesuai kebutuhan perjalanan.








