Jayapurnama.com – Jakarta, pemerintah mendorong agar pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak berhenti pada pelatihan serta pendampingan. Program pemberdayaan juga perlu memastikan pelaku usaha memperoleh akses pasar yang berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengatakan, akses pasar menjadi bagian penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurut dia, keberlanjutan usaha yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan sangat bergantung pada kemampuan produk menjangkau konsumen.
Pernyataan itu disampaikan Muhaimin dalam kegiatan RRI Fest di Lapangan Sakura, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) membawa program 1001 Pasar Rakyat dan Workshop Optimalisasi Media Sosial untuk Perluasan Pasar.
Akses Pasar UMKM Menjadi Muara Pemberdayaan
Muhaimin menilai bazar yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen perlu ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian pemberdayaan. Menurut dia, bazar bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang untuk menghubungkan produk masyarakat dengan pasar.
“Bazar itu muara dari pemberdayaan. Setelah masyarakat dilatih dan didampingi, kita harus memastikan produknya punya pasar. Di situlah pemberdayaan menghasilkan kemandirian ekonomi,” ujar Muhaimin.
Sebanyak 55 pelaku UMKM yang telah melalui proses kurasi mengikuti bazar tersebut. Selain itu, 100 pelaku UMKM mendapatkan penguatan kapasitas melalui workshop optimalisasi media sosial.
Muhaimin mengatakan, pemberdayaan masyarakat perlu diikuti upaya memastikan produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar. Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga peluang untuk mengembangkan penjualan dan meningkatkan pendapatan.
Kurasi dan Media Sosial Perlu Diperkuat
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM Leontinus Alpha Edison mengatakan, proses kurasi menjadi salah satu bagian penting dalam program 1001 Pasar Rakyat.
Menurut Leontinus, pelaku usaha yang mengikuti program tidak hanya diberi ruang berjualan. Mereka juga dipilih dan didampingi agar memiliki kesiapan untuk memperluas pasar.
“Panggungnya sudah disiapkan RRI. Yang kami bawa adalah isinya: pelaku usaha yang sudah dikurasi dan didampingi. Jadi kita tidak sekadar membuat bazar, tetapi menjahit ekosistem agar pelaku usaha punya akses pasar,” ujar Leontinus.
Ia menambahkan, akses pasar perlu dibangun secara berkelanjutan agar pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya. Karena itu, Kemenko PM menghadirkan workshop optimalisasi media sosial dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Workshop itu diikuti 100 peserta. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian UMKM, pelatih bersertifikat platform digital, serta pelaku usaha lokal.
Sinergi Pemerintah dan Media
Upaya membuka akses pasar dilakukan Kemenko PM melalui sinergi dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) dalam kegiatan RRI Fest di Kabupaten Bogor.
Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo mengatakan, RRI Fest merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang temu masyarakat di berbagai daerah. Kolaborasi dengan Kemenko PM memberikan ruang promosi bagi produk UMKM sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Muhaimin mengatakan, kerja sama pemerintah dengan media perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya ialah membuka akses pasar bagi usaha lokal melalui ruang promosi dan pertemuan langsung dengan konsumen.
“Panggungnya sudah dimiliki media menjadi ruang bertemunya produk masyarakat dengan pasar. Jadi bukan hanya ramai acaranya, tetapi ada manfaat ekonomi yang dirasakan pelaku usaha,” katanya.
Menurut Muhaimin, jaringan RRI yang tersebar di berbagai daerah juga membuka peluang untuk mereplikasi program pemberdayaan di wilayah lain. Pemerintah berharap sinergi tersebut dapat memperluas jangkauan program bagi pelaku usaha di daerah.
Melalui rangkaian pelatihan, pendampingan, produksi, kurasi, dan pembukaan akses pasar, pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk menghasilkan kemandirian ekonomi. Dengan pendekatan itu, pelaku UMKM diharapkan dapat mengembangkan usaha dan memperluas pasarnya secara berkelanjutan.








