Jayapurnama.com – Jakarta, Suzuki mulai menyiapkan strategi untuk menghadapi perkembangan industri otomotif dalam satu dekade ke depan. Pabrikan asal Jepang itu mengembangkan teknologi baru untuk berbagai jenis kendaraan, mulai dari mesin bensin turbo hingga mobil listrik.
Selain menyiapkan teknologi penggerak, Suzuki ingin memakai lebih banyak komponen yang dapat digunakan bersama pada beberapa model. Langkah ini diharapkan mempercepat sekaligus membuat pengembangan mobil baru lebih efisien. Strategi tersebut mencakup kendaraan berukuran kecil, mobil listrik perkotaan, hingga model yang lebih besar.
Teknologi baru Suzuki mengarah ke e-Axle 6-in-1
Salah satu teknologi baru Suzuki yang tengah dikembangkan ialah sistem e-Axle 3-in-1. Saat ini, sistem tersebut digunakan pada mobil kei listrik Suzuki e Sky. Ke depan, Suzuki berencana mengembangkan sistem itu menjadi unit 6-in-1 dengan dimensi yang sama.
Pengembangan tersebut memungkinkan satu unit teknologi digunakan pada mobil listrik murni maupun mobil hybrid. Dengan dimensi yang tetap sama, Suzuki dapat menyiapkan penerapan yang lebih luas tanpa harus mengembangkan unit berbeda untuk setiap jenis kendaraan.
Rencana penggunaan komponen bersama menjadi bagian penting dari strategi itu. Suzuki berharap pendekatan tersebut dapat membantu proses pengembangan mobil baru berjalan lebih cepat dan efisien. Namun, perusahaan tetap menyiapkan konfigurasi tenaga yang berbeda sesuai ukuran dan kebutuhan kendaraan.
Pilihan motor listrik untuk berbagai ukuran kendaraan
Untuk mobil listrik perkotaan seperti e Sky, Suzuki akan menggunakan motor listrik depan dengan tenaga 94 hp. Varian dengan sistem penggerak 4WD mendapat tambahan motor listrik belakang berdaya 13 hp.
Sementara itu, model yang lebih besar akan memakai motor listrik utama dengan tenaga 174 hp. Suzuki juga dapat memadukan sistem tersebut dengan motor listrik belakang berdaya 40 hp untuk mendukung sistem penggerak 4WD.
Perbedaan tenaga itu menunjukkan bahwa Suzuki menyiapkan sistem elektrifikasi untuk lebih dari satu segmen kendaraan. Mobil berukuran kecil memperoleh konfigurasi yang sesuai untuk penggunaan perkotaan. Di sisi lain, model yang lebih besar membutuhkan motor utama dengan tenaga lebih tinggi.
Suzuki mengembangkan motor listrik yang lebih mudah didaur ulang
Suzuki juga ingin mengurangi penggunaan material yang mengandung unsur tanah jarang berat pada motor listriknya. Perusahaan menargetkan langkah ini dapat membuat motor listrik lebih mudah didaur ulang ketika sudah tidak digunakan.
Upaya tersebut menjadi bagian lain dari pengembangan kendaraan listrik Suzuki. Selain memperhatikan sistem penggerak dan pilihan tenaga, pabrikan itu juga mempertimbangkan material yang digunakan pada motor listrik.
Sistem hybrid tetap masuk dalam rencana Suzuki
Suzuki tidak hanya berfokus pada mobil listrik murni. Perusahaan masih mengembangkan teknologi hybrid, termasuk sistem mild-hybrid baru untuk model-model berukuran kecil.
Sistem mild-hybrid tersebut ditargetkan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 15 persen. Target itu menjadi bagian dari rencana Suzuki untuk menghadirkan pilihan teknologi penggerak yang lebih beragam sesuai kebutuhan kendaraan.
Selain mild-hybrid, Suzuki juga menyiapkan sistem hybrid untuk kendaraan lain. Pabrikan ini turut mengembangkan mesin bensin turbo sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan industri otomotif dalam sepuluh tahun mendatang.
Dengan demikian, Suzuki mengambil pendekatan multi-teknologi. Mobil listrik, hybrid, mild-hybrid, dan mesin bensin turbo tetap masuk dalam pengembangan. Pada saat yang sama, penggunaan komponen bersama dan pengembangan e-Axle 6-in-1 menjadi upaya untuk mendukung efisiensi proses pembuatan mobil baru.








