Smartphone China Uji Desain Baterai ala iPhone untuk Kapasitas Lebih Besar

Jaya Purnama

Smartphone China Uji Desain Baterai ala iPhone untuk Kapasitas Lebih Besar
Smartphone China Uji Desain Baterai ala iPhone untuk Kapasitas Lebih Besar

Jayapurnama.com – Indonesia, produsen smartphone China kembali mendorong batas kapasitas baterai. Sejumlah produsen kabarnya sedang menguji desain baterai yang terinspirasi dari iPhone.

Bocoran terbaru menyebut pengujian tersebut mengarah pada penggunaan casing berbahan steel atau logam. Produsen juga mengombinasikannya dengan teknologi stacked-cell untuk memanfaatkan ruang internal secara lebih efisien.

Langkah tersebut membuka peluang bagi baterai smartphone China untuk mencapai kapasitas yang semakin besar. Bahkan, kapasitas 9.000mAh hingga 10.000mAh berpotensi menjadi lebih mudah diterapkan pada perangkat mendatang.

Desain Steel-Case dan Stacked-Cell Mulai Diuji

Digital Chat Station menyebut salah satu produsen smartphone besar China sedang menguji desain baterai baru. Desain tersebut memadukan casing steel atau logam dengan struktur stacked-cell.

Struktur stacked-cell berbeda dari konstruksi baterai konvensional yang memakai pola gulungan atau jelly-roll. Teknologi tersebut menyusun sel secara bertumpuk sehingga produsen dapat memanfaatkan ruang internal perangkat dengan lebih efisien.

Karena itu, desain tersebut berpotensi meningkatkan kepadatan baterai tanpa harus memperbesar bodi smartphone secara berlebihan. Namun, bocoran tersebut belum menyebutkan produsen yang sedang menguji teknologi tersebut.

iPhone Lebih Dulu Menggunakan Casing Logam

Apple lebih dulu menerapkan casing logam pada baterai iPhone 16 Pro. Desain tersebut membantu memberikan struktur yang lebih kuat sekaligus membuat konstruksi baterai terasa lebih padat dan solid.

Teknologi baterai Apple juga terus berkembang pada generasi berikutnya. iPhone 18 Pro Max dengan slot SIM fisik bahkan diperkirakan membawa baterai berkapasitas 5.391mAh.

Kapasitas tersebut sekitar 12 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa produsen smartphone terus mencari cara untuk meningkatkan kapasitas baterai melalui perubahan desain internal.

Silicon-Carbon Bisa Mendorong Kapasitas Lebih Tinggi

Selain desain stacked-cell, teknologi anoda silicon-carbon turut membuka peluang peningkatan kapasitas baterai. Sejumlah smartphone China sudah memakai teknologi tersebut untuk menghadirkan kapasitas baterai di atas 7.000mAh.

Jika produsen menggabungkan silicon-carbon dengan konstruksi baterai yang lebih efisien, kapasitas 9.000mAh hingga 10.000mAh dapat menjadi lebih mudah diterapkan. Namun, penerapan tersebut tetap bergantung pada kebutuhan ruang, desain perangkat, serta pengembangan teknologi baterai.

Dengan demikian, baterai smartphone China tidak hanya berkembang melalui peningkatan angka kapasitas. Produsen juga mengeksplorasi konstruksi sel dan material untuk mendapatkan kapasitas besar dalam ruang yang tetap terbatas.

Honor, Realme, iQOO, dan Xiaomi Aktif Bereksperimen

Sejumlah merek China dikenal aktif bereksperimen dengan baterai berkapasitas besar. Beberapa nama yang disebut antara lain Honor, Realme, iQOO, dan Xiaomi.

Tren tersebut membuat kapasitas baterai besar semakin sering muncul pada smartphone China. Sebelumnya, baterai 10.000mAh sudah bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi sejumlah produsen di negara tersebut.

Kini, perkembangan desain internal dapat membuka ruang untuk kapasitas yang lebih tinggi lagi. Selain itu, produsen dapat mempertahankan ukuran perangkat agar tetap sesuai dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari.

Baterai 10.000mAh Belum Menjadi Standar

Meski potensinya besar, informasi mengenai desain baterai generasi baru ini masih berupa bocoran. Belum ada konfirmasi resmi mengenai produsen tertentu, jadwal peluncuran, atau perangkat yang akan memakai teknologi tersebut.

Karena itu, kapasitas hingga 10.000mAh belum dapat dianggap sebagai standar baru industri smartphone. Produsen masih perlu menguji berbagai aspek sebelum membawa teknologi tersebut ke produk komersial.

Jika pengembangan ini berhasil, konsumen dapat melihat persaingan baru pada sektor baterai smartphone. Kapasitas besar, kepadatan sel, serta efisiensi ruang internal akan menjadi bagian penting dalam perkembangan perangkat generasi mendatang.

Pada akhirnya, tren tersebut menunjukkan bahwa produsen smartphone terus mencari pendekatan baru untuk meningkatkan daya tahan perangkat. Namun, kepastian mengenai penggunaan desain steel-case dan stacked-cell pada smartphone komersial masih menunggu pengumuman resmi.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu