Sejarah dan Perkembangan Kecamatan Bahuga di Way Kanan, Lampung

Jaya Purnama

Bahuga adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Indonesia. Kecamatan ini memiliki sejarah panjang dan telah mengalami beberapa kali pemekaran hingga terbagi menjadi tiga kecamatan berbeda: Bahuga, Buay Bahuga, dan Bumi Agung. Dalam artikel ini, aku akan menjelaskan sejarah Bahuga, perkembangan wilayah, dan peran pentingnya di Way Kanan.

Sejak pemekaran pada tahun 2006, Bahuga tetap menjadi salah satu kawasan strategis di Way Kanan. Wilayah ini dikenal sebagai bekas Marga Buay Bahuga, salah satu dari lima marga Kenerigen Kanan Umpu. Kawasan ini juga menjadi bagian penting dalam sektor pertanian masyarakat setempat, di mana mayoritas penduduknya tinggal di kampung-kampung di sekitar aliran Sungai Way Umpu.

Berdasarkan sejarahnya, Bahuga terbentuk sebagai kecamatan melalui Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/02388/D/I/HK/1971. Ibu kota kecamatan awalnya ditetapkan di Desa Mesir Ilir, dan peresmian pertama Camat dilakukan pada 15 Februari 1971. Hingga kini, Bahuga masih mempertahankan identitas sebagai wilayah yang kaya akan budaya dan sejarah.

Daftar Desa di Kecamatan Bahuga

Kecamatan Bahuga saat ini terdiri dari 11 kampung atau desa, yaitu:

  • Mesir Ilir
  • Mesir Udik
  • Bumi Agung
  • Tulang Bawang
  • Giri Harjo
  • Sapto Renggo
  • Serdang Kuring
  • Bumi Agung Wates
  • Mekar Jaya
  • Kota Dewa
  • Dewa Agung

Sejarah Pemekaran Kecamatan Bahuga

Pada tahun 1953, Pasirah Buay Bahuga menyerahkan sebagian lahan kepada Jawatan Transmigrasi untuk ditempati para transmigran. Realisasi dari program ini dimulai pada tahun 1958/1959 dengan pembukaan beberapa desa baru, termasuk Sapto Renggo, Serdang Kuring, dan Pisang Indah. Program transmigrasi ini juga membawa transmigrasi lokal yang menghasilkan desa-desa seperti Bumi Agung Watas dan Bumi Harjo.

Dengan adanya pemekaran desa dan peningkatan populasi, jumlah penduduk di Bahuga mencapai sekitar 57.619 jiwa pada tahun 2004. Hingga saat ini, luas Kecamatan Bahuga tercatat sekitar 15.163,82 hektar, dengan kode pos 34763.

Kecamatan ini terus berkembang dengan sektor pertanian dan pembukaan lahan baru untuk persawahan dan perkebunan. Bahuga juga berbatasan dengan Marga Belitang dan Muncak Kabau, yang semakin memperkaya interaksi budaya dan ekonomi di wilayah ini.

Manfaat dan Keuntungan Bahuga sebagai Wilayah Pertanian

Ketersediaan lahan pertanian: Bahuga memiliki lahan yang subur dan luas, mendukung berbagai jenis pertanian seperti padi, sayuran, dan palawija. Ini menjadikannya salah satu pusat pertanian di Way Kanan.

Keterhubungan dengan wilayah sekitar: Berbatasan dengan beberapa wilayah strategis, Bahuga memiliki akses yang baik untuk perdagangan dan distribusi hasil pertanian ke daerah sekitar, termasuk Belitang dan Kawedanan Way Kanan.

Kemajuan desa dan transmigrasi: Kehadiran program transmigrasi telah mendorong pertumbuhan populasi dan ekonomi lokal. Desa-desa baru berkembang pesat dengan fasilitas umum yang semakin lengkap.

Kesimpulan

Kecamatan Bahuga merupakan wilayah yang kaya sejarah dan budaya, dengan peran penting dalam perkembangan Kabupaten Way Kanan. Pemekaran wilayah dan program transmigrasi telah memperkuat infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Selain itu, sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian Bahuga, didukung oleh lahan subur dan keterhubungan yang baik dengan wilayah lain. Desa-desa di Bahuga terus berkembang dengan potensi ekonomi yang menjanjikan.

Dengan segala perkembangannya, Bahuga tetap mempertahankan identitas dan tradisi sebagai bagian dari warisan budaya Way Kanan. Untuk mengenal lebih jauh tentang daerah ini, kamu bisa membaca artikel lain di kategori Cerita dan Ulasan di blog Jaya Purnama.

FAQ: Seputar Kecamatan Bahuga

PertanyaanJawaban
Kapan Kecamatan Bahuga pertama kali dibentuk?Kecamatan Bahuga dibentuk pada tahun 1971 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung.
Berapa jumlah desa di Kecamatan Bahuga?Bahuga terdiri dari 11 desa, termasuk Mesir Ilir, Bumi Agung, dan Kota Dewa.
Apa sektor ekonomi utama di Bahuga?Pertanian adalah sektor ekonomi utama, dengan hasil seperti padi dan palawija.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Shopee PayLater April 2026, Dapet 40.000 Koin Gratis Saat Acc

Kode Referral Shopee PayLater April 2026, Dapet 40.000 Koin Gratis Saat Acc

Kunjungi Artikel