Daftar Isi 5 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, industri streaming Indonesia mencatat pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan layanan video berlangganan atau video-on-demand (VOD) berbasis langganan meningkat 51 persen sepanjang 2019–2024. Pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar dengan perkembangan tercepat di kawasan Asia-Pasifik (APAC).
Laporan Frontier Economics bertajuk The Economic Impact of Online Curated Content Services in Indonesia 2026 mengungkapkan perkembangan tersebut. Frontier Economics memaparkan hasil kajiannya dalam acara Motion Picture Association (MPA): Indonesia Success Story di Jakarta pada Kamis (22/10). Laporan ini menyoroti potensi layanan konten digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri perfilman nasional.
Selain pertumbuhan pendapatan, jumlah pelanggan juga menunjukkan tren positif. Frontier Economics mencatat permintaan layanan online curated content (OCC) di Indonesia mencapai 21,4 juta pelanggan pada 2024. Sejak 2019, jumlah pelanggan streaming dalam negeri tumbuh rata-rata 40 persen setiap tahun, jauh melampaui rata-rata APAC yang mencapai 12 persen.
Pendapatan Streaming Indonesia Terus Meningkat
Pertumbuhan pelanggan turut memperkuat nilai ekonomi industri streaming. Frontier Economics mencatat pendapatan konten streaming Indonesia mencapai US$403 juta atau setara Rp6,57 triliun pada 2024. Angka tersebut menunjukkan besarnya peluang bisnis bagi penyedia layanan digital, rumah produksi, dan pelaku industri kreatif.
Menurut Frontier Economics, meningkatnya popularitas layanan OCC menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor layar di Indonesia. Industri ini mencakup berbagai kegiatan yang berkaitan dengan produksi dan distribusi konten audiovisual. Karena itu, perkembangan streaming berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menyediakan hiburan bagi penonton.
Selain itu, laporan tersebut memperkirakan jumlah pelanggan layanan streaming di Indonesia dapat mencapai 30 juta pada 2029. Proyeksi ini membuka peluang bagi penyedia layanan untuk memperluas jangkauan pasar. Namun, realisasi pertumbuhan tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar, kemampuan industri, dan kebijakan yang mendukung investasi.
Besarnya pasar internet Indonesia juga menarik minat berbagai platform streaming global. Pada saat yang sama, sejumlah layanan lokal terus mengembangkan bisnisnya untuk memenuhi kebutuhan penonton. Persaingan ini mendorong penyedia layanan menghadirkan pilihan konten yang beragam, termasuk film, serial, dan program hiburan produksi Indonesia.
Konten Lokal Berpeluang Menjangkau Pasar Global
Konten lokal menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan layanan streaming. Penyedia platform berinvestasi pada produksi dan lisensi tayangan Indonesia untuk menarik pelanggan. Strategi ini juga membuka kesempatan bagi sineas, penulis skenario, sutradara, aktor, serta pekerja kreatif lainnya untuk memperluas jangkauan karya mereka.
Lebih lanjut, Frontier Economics menilai konten lokal berkualitas tinggi dapat menjangkau penonton internasional ketika penyedia layanan OCC memperoleh lisensi untuk mendistribusikannya. Dengan demikian, film dan serial Indonesia memiliki peluang untuk menemukan audiens di luar pasar domestik. Distribusi digital juga dapat mempertemukan karya lokal dengan penonton dari berbagai negara.
Peluang tersebut dapat memberikan dampak berantai bagi industri kreatif. Ketika permintaan terhadap produksi meningkat, pelaku industri membutuhkan lebih banyak tenaga profesional dan fasilitas pendukung. Selain itu, investasi dapat mendorong pelatihan keterampilan serta pengembangan infrastruktur produksi dan pascaproduksi.
Konten populer bahkan berpotensi memperkuat daya tarik pariwisata Indonesia. Penonton internasional yang mengenal suatu daerah melalui film atau serial dapat tertarik mencari informasi tentang lokasi tersebut. Meski begitu, dampak terhadap kunjungan wisata bergantung pada banyak faktor dan tidak otomatis muncul dari popularitas sebuah tayangan.
Investasi Streaming Berpotensi Membuka Lapangan Kerja
Frontier Economics menyoroti potensi penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu manfaat ekonomi industri OCC. Menurut laporan tersebut, setiap investasi sebesar Rp1 triliun pada industri ini berpotensi menciptakan sekitar 4.300 lapangan pekerjaan di seluruh sektor perekonomian. Angka itu menggambarkan potensi dampak investasi terhadap kegiatan ekonomi yang lebih luas.
Dampak tersebut tidak hanya berkaitan dengan kru produksi film atau serial. Investasi juga berpotensi meningkatkan permintaan terhadap jasa transportasi, penyewaan peralatan, penyediaan lokasi, layanan teknologi, akomodasi, serta berbagai kebutuhan produksi lainnya. Karena itu, pertumbuhan industri konten dapat membuka peluang bagi pelaku usaha dari berbagai bidang.
Namun, angka 4.300 lapangan kerja tersebut merupakan estimasi dalam laporan, bukan jumlah pekerjaan yang sudah tercipta secara langsung. Realisasinya akan bergantung pada besaran investasi, jenis proyek, penggunaan tenaga kerja, dan keterlibatan pelaku usaha lokal. Oleh sebab itu, kualitas investasi tetap menjadi faktor penting dalam menentukan manfaat ekonomi yang dapat Indonesia peroleh.
Selain penciptaan pekerjaan, Frontier Economics menilai investasi pada pelatihan dan infrastruktur dapat memperkuat kemampuan industri dalam jangka panjang. Tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan produksi akan membantu perusahaan menjalankan proyek dengan lebih efisien. Sementara itu, fasilitas yang memadai dapat mendukung produksi berskala lebih besar.
Ketidakpastian Regulasi Menjadi Tantangan Investasi
Meski memiliki peluang besar, industri streaming dan perfilman Indonesia tetap menghadapi tantangan. Frontier Economics menyebut Indonesia harus bersaing dengan negara lain di kawasan Asia-Pasifik untuk menarik investasi sektor layar. Persaingan tersebut mencakup kegiatan syuting di lokasi, layanan praproduksi, hingga pascaproduksi.
Selain persaingan regional, tekanan ekonomi global juga dapat memengaruhi keputusan investor. Frontier Economics menyoroti lonjakan inflasi setelah pandemi COVID-19 sebagai salah satu faktor risiko. Di dalam negeri, rendahnya penetrasi layanan pita lebar tetap dan harga paket OCC yang relatif murah juga menjadi tantangan bagi perkembangan pasar.
Laporan tersebut turut menyinggung pembajakan video sebagai salah satu faktor yang mungkin berkaitan dengan rendahnya harga paket layanan. Pembajakan dapat mengurangi potensi pendapatan dari distribusi konten melalui jalur resmi. Akibatnya, pelaku industri dapat menghadapi kesulitan dalam memperoleh pengembalian investasi yang memadai.
Di sisi lain, ketidakpastian kebijakan dan regulasi dapat meningkatkan risiko bisnis. Investor biasanya mempertimbangkan kejelasan aturan ketika memutuskan lokasi produksi dan besaran modal yang akan mereka tanamkan. Karena itu, perubahan kebijakan yang sulit diprediksi berpotensi menghambat rencana investasi jangka panjang.
Pemerintah Perlu Memperkuat Iklim Investasi
Untuk memaksimalkan potensi ekonomi industri OCC, Frontier Economics mendorong Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan yang berfokus pada peningkatan investasi. Menurut lembaga tersebut, kebijakan sebaiknya memperkuat insentif bagi penciptaan konten lokal, bukan justru mengurangi daya tarik investasi.
Frontier Economics menilai kejelasan aturan, regulasi yang dapat diprediksi, penegakan hak cipta yang efektif, serta dukungan terhadap pengembangan keterampilan dan fasilitas produksi merupakan faktor penting. Langkah-langkah tersebut dapat membantu investor menilai risiko bisnis dengan lebih baik. Selain itu, kepastian regulasi dapat mendukung perencanaan proyek dalam jangka panjang.
Laporan tersebut juga menyoroti potensi insentif produksi yang transparan untuk mengurangi risiko dan mendorong proyek berskala lebih besar. Sebaliknya, ketidakpastian regulasi maupun kebijakan proteksionis berisiko menghambat investasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mempertimbangkan dampak kebijakan terhadap daya saing industri sekaligus kepentingan pengembangan konten nasional.
Pada akhirnya, pertumbuhan streaming Indonesia tidak hanya bergantung pada peningkatan jumlah pelanggan. Industri ini juga membutuhkan investasi berkelanjutan, tenaga kerja terampil, infrastruktur yang memadai, dan perlindungan hak cipta. Jika berbagai faktor tersebut berkembang secara seimbang, industri perfilman dan konten Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar internasional.
Dengan potensi pasar yang terus berkembang, Indonesia memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya sebagai pusat produksi konten di kawasan Asia-Pasifik. Namun, peluang tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten serta kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri. Kombinasi keduanya akan menentukan sejauh mana pertumbuhan streaming mampu menghasilkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.




