Rabu, 28 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Microsoft Rilis KB5134133 dan KB5134134 untuk Windows 11

Oleh Jaya Purnama · 28/10/2026 · 1:17 am
Dukung
Daftar Isi 7 bagian

JayaPurnama.com – Redmond, Amerika Serikat, Microsoft merilis dua pembaruan out-of-band (OOB) untuk Windows 11, yaitu KB5134133 dan KB5134134. Kedua paket ini membantu perangkat yang mengalami kendala dalam memperoleh informasi sertifikat tepercaya melalui mekanisme pembaruan normal.

Berbeda dari pembaruan darurat yang biasanya menangani bug tertentu, kedua update ini berfokus pada penyediaan data sertifikat root tepercaya. Microsoft menyertakan data tersebut langsung dalam paket pembaruan kumulatif agar perangkat yang kesulitan mengakses layanan pembaruan sertifikat tetap memiliki jalur alternatif.

Namun, pengguna tidak perlu buru-buru memasang kedua paket tersebut jika perangkat mereka menerima pembaruan sertifikat secara normal. Microsoft menujukan update ini untuk kondisi tertentu, terutama perangkat tanpa koneksi internet atau sistem yang tidak dapat mengakses layanan pembaruan sertifikat Microsoft.

Perbedaan KB5134133 dan KB5134134

Microsoft menyediakan kedua pembaruan tersebut untuk kelompok versi Windows 11 yang berbeda. Karena itu, pengguna perlu memeriksa versi sistem operasi sebelum memilih paket yang sesuai.

  • KB5134133: tersedia untuk Windows 11 versi 24H2, 25H2, dan 26H2.
  • KB5134134: ditujukan untuk Windows 11 versi 26H1.

Selain perbedaan versi, kedua paket tersebut memiliki tujuan utama yang sama. Microsoft menyertakan data sertifikat root tepercaya terbaru dalam paket kumulatif sehingga perangkat dapat memperoleh informasi sertifikat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada mekanisme pembaruan sertifikat daring.

Dengan demikian, pembaruan ini menyediakan alternatif bagi sistem yang menghadapi keterbatasan konektivitas atau konfigurasi tertentu. Meski begitu, pengguna tetap perlu memastikan bahwa paket yang dipilih sesuai dengan versi Windows 11 yang terpasang.

Mengapa Sertifikat Root Tepercaya Penting?

Sertifikat digital membantu Windows memeriksa kepercayaan terhadap sertifikat yang digunakan oleh sistem, aplikasi, dan layanan tertentu. Informasi tersebut mendukung proses verifikasi identitas digital serta membantu sistem menentukan apakah sertifikat terkait berasal dari otoritas sertifikat yang tepercaya.

Salah satu komponen penting dalam proses tersebut adalah daftar sertifikat tepercaya. Windows dapat memperbarui informasi ini melalui mekanisme Certificate Trust List (CTL), yang membantu sistem memperoleh daftar sertifikat dan status kepercayaannya.

Namun, tidak semua komputer memiliki akses jaringan dan konfigurasi yang sama. Perangkat di lingkungan perusahaan, misalnya, mungkin menggunakan kebijakan jaringan yang membatasi koneksi ke layanan tertentu. Sementara itu, komputer yang bekerja tanpa internet menghadapi kendala berbeda karena tidak dapat mengambil data terbaru secara langsung.

Karena itu, Microsoft memasukkan data sertifikat root tepercaya ke dalam paket kumulatif KB5134133 dan KB5134134. Pendekatan ini memberikan jalur alternatif bagi perangkat yang tidak dapat memperoleh informasi tersebut melalui pembaruan normal.

Perangkat yang Membutuhkan Pembaruan Ini

Microsoft menujukan kedua update tersebut untuk perangkat yang menghadapi kendala khusus dalam memperoleh informasi sertifikat tepercaya. Pengguna dapat mempertimbangkan pembaruan ini apabila komputer mereka masuk dalam salah satu kondisi berikut.

  • Perangkat bekerja di lingkungan tanpa koneksi internet.
  • Sistem tidak dapat mengakses layanan pembaruan sertifikat Microsoft.
  • Perangkat menonaktifkan pembaruan otomatis Certificate Trust List (CTL).

Selain itu, administrator sistem perlu memperhatikan konfigurasi jaringan dan kebijakan pembaruan yang berlaku di lingkungan kerja. Langkah ini membantu mereka menentukan apakah perangkat membutuhkan paket alternatif tersebut atau masih dapat mengandalkan mekanisme pembaruan normal.

Sebaliknya, pengguna rumahan yang tidak mengalami kendala pembaruan sertifikat umumnya tidak memiliki alasan khusus untuk segera memasang kedua paket tersebut hanya karena Microsoft merilisnya. Mereka sebaiknya tetap mengikuti jalur pembaruan yang sesuai dengan konfigurasi perangkat masing-masing.

Tidak Semua Pengguna Windows 11 Perlu Memasangnya

Microsoft menegaskan bahwa KB5134133 dan KB5134134 menyasar kebutuhan tertentu. Oleh sebab itu, pengguna perlu memahami kondisi perangkat sebelum mengambil keputusan untuk memasang pembaruan.

Jika Windows 11 dapat memperoleh informasi sertifikat melalui mekanisme normal, pengguna tidak perlu terburu-buru mencari dan memasang paket OOB tersebut. Namun, administrator yang mengelola komputer dengan akses jaringan terbatas perlu mengevaluasi kebutuhan sistem secara lebih cermat.

Selanjutnya, pengguna sebaiknya memeriksa versi Windows 11 melalui menu Settings, kemudian membuka bagian System dan About. Informasi versi sistem membantu pengguna membedakan paket yang sesuai, terutama karena Microsoft menyediakan KB5134133 dan KB5134134 untuk kelompok versi yang berbeda.

Meski demikian, pengguna sebaiknya tidak menganggap setiap pembaruan OOB sebagai paket yang wajib dipasang oleh seluruh perangkat. Microsoft merilis pembaruan semacam ini untuk memenuhi kebutuhan khusus, sehingga keputusan pemasangan perlu mempertimbangkan tujuan update dan kondisi sistem.

Sejumlah Masalah Lama Masih Perlu Diperhatikan

Walaupun kedua pembaruan berfokus pada data sertifikat, KB5134133 dan KB5134134 tetap termasuk pembaruan kumulatif. Artinya, paket tersebut juga membawa perubahan dari pembaruan sebelumnya dan tidak hanya berkaitan dengan sertifikat root tepercaya.

Namun, Microsoft mencatat bahwa sejumlah masalah yang telah diketahui masih dapat muncul setelah pengguna memasang pembaruan tersebut. Salah satunya berkaitan dengan koneksi Remote Desktop bagi pengguna non-admin.

Selain gangguan Remote Desktop, Microsoft juga mencatat masalah audio pada perangkat USB tertentu. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi pengguna yang mengandalkan perangkat audio USB untuk bekerja, berkomunikasi, atau mengikuti pertemuan daring.

Khusus KB5134133, Microsoft juga mencatat kemungkinan pengguna tidak dapat mengaktifkan Smart App Control apabila sebelumnya mereka telah menonaktifkan fitur tersebut. Karena itu, pengguna yang membutuhkan fitur ini sebaiknya mempertimbangkan catatan masalah yang menyertai pembaruan sebelum memasangnya.

Di sisi lain, dampak masalah tersebut dapat bergantung pada konfigurasi dan penggunaan perangkat. Pengguna sebaiknya memeriksa catatan rilis resmi Microsoft untuk memperoleh informasi terbaru mengenai masalah yang diketahui, kompatibilitas, dan kemungkinan solusi yang tersedia.

Cara Menentukan Langkah yang Tepat

Sebelum memasang KB5134133 atau KB5134134, pengguna dapat melakukan beberapa pemeriksaan sederhana. Langkah ini membantu mengurangi risiko memilih paket yang tidak sesuai atau memasang pembaruan yang sebenarnya tidak diperlukan.

  1. Periksa versi Windows 11. Pastikan perangkat menggunakan versi yang sesuai dengan paket pembaruan.
  2. Evaluasi akses layanan sertifikat. Periksa apakah perangkat dapat memperoleh pembaruan sertifikat melalui mekanisme normal.
  3. Tinjau catatan masalah. Perhatikan potensi gangguan Remote Desktop, audio USB, dan Smart App Control yang relevan dengan paket terkait.
  4. Periksa informasi resmi Microsoft. Gunakan dokumentasi dan catatan rilis resmi untuk memastikan detail teknis sebelum mengambil keputusan.

Dengan pemeriksaan tersebut, pengguna dapat menentukan apakah pembaruan ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan perangkat. Administrator juga dapat menilai dampaknya terhadap sistem sebelum menerapkannya pada komputer yang digunakan untuk pekerjaan penting.

Kesimpulan

KB5134133 dan KB5134134 menyediakan jalur alternatif bagi perangkat Windows 11 yang kesulitan memperoleh informasi sertifikat root tepercaya melalui mekanisme pembaruan normal. Microsoft membedakan kedua paket berdasarkan versi sistem operasi, sehingga pengguna perlu memeriksa kompatibilitas sebelum memasangnya.

Namun, pembaruan ini tidak menjadi kebutuhan mendesak bagi semua pengguna. Jika komputer masih menerima pembaruan sertifikat secara normal, pengguna dapat mengikuti mekanisme pembaruan Windows yang biasa mereka gunakan.

Sementara itu, perangkat tanpa internet, sistem dengan akses layanan sertifikat terbatas, dan komputer yang menonaktifkan pembaruan CTL otomatis menjadi kelompok yang perlu mengevaluasi update ini. Pengguna juga sebaiknya memperhatikan masalah Remote Desktop, audio USB, serta Smart App Control sebelum mengambil keputusan.

Informasi teknis mengenai pembaruan ini merujuk pada materi Microsoft yang tercantum dalam bahan berita.

Tag: ·

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.