Rabu, 21 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
Jaya Purnama
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, 460 Orang Dievakuasi dan 18 Kapal Dikerahkan

Oleh Jaya Purnama · 21/10/2026 · 11:22 am
KMP Batumandi Terbakar di Selat Sunda, 460 Orang Dievakuasi dan 18 Kapal Dikerahkan
♥ Dukungan
Daftar Isi 11 bagian

JayaPurnama.com – Cilegon, Banten, kebakaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Selat Sunda, sekitar Pelabuhan Merak, pada Selasa (20/10) sore. Insiden ini memicu operasi penyelamatan besar setelah api muncul ketika kapal sedang menuju Pelabuhan Merak.

Tim SAR gabungan segera bergerak untuk mengevakuasi penumpang dan anak buah kapal (ABK). Berdasarkan keterangan Kantor SAR Banten, petugas berhasil menyelamatkan 460 orang yang terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal.

Seluruh penumpang dan kru berhasil keluar dari kapal dalam kondisi selamat. Namun, sebanyak 11 orang memerlukan penanganan medis lebih lanjut di RS Krakatau Medika, Cilegon. Sementara itu, petugas mengerahkan 18 kapal dan berbagai unsur pendukung untuk membantu evakuasi, pemadaman, serta penanganan kapal.

Kronologi Kebakaran KMP Batumandi di Selat Sunda

KMP Batumandi bertolak dari Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 14.52 WIB. Kapal kemudian melintasi perairan Selat Sunda menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Menurut Kepala KSOP Kelas I Banten, Yogie Nugraha, informasi awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak menyebutkan bahwa insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak.

Petugas VTS Merak segera menyebarkan informasi keadaan darurat. Selanjutnya, mereka mengoordinasikan bantuan dari unsur pelabuhan, kapal tunda, kapal penyeberangan, dan instansi terkait untuk mendukung proses penyelamatan serta pemadaman api.

Pada tahap awal, laporan kepada VTS menyebutkan bahwa kebakaran berasal dari kamar mesin. Namun, keterangan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mengarah pada dugaan percikan api dari area buritan kapal, tepatnya di dek atas yang mengangkut kendaraan kecil.

Perbedaan informasi awal tersebut membuat penyebab kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, ASDP menyatakan akan berkoordinasi dengan Basarnas dan kepolisian untuk mendalami sumber api serta memastikan kronologi kejadian.

460 Penumpang dan Kru Berhasil Dievakuasi

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa keselamatan penumpang dan kru menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, proses evakuasi berhasil menyelamatkan penumpang dan awak kapal sekitar pukul 17.00 WIB.

Kantor SAR Banten mencatat total 460 orang berhasil dievakuasi. Jumlah itu mencakup 420 penumpang dan 40 kru yang berada di atas KMP Batumandi saat kebakaran terjadi.

Dalam perkembangan operasi, KMP Royce 1 berperan sebagai kapal tujuan evakuasi. Yogie Nugraha menjelaskan bahwa VTS Merak menerima laporan dari KMP Royce 1 pada pukul 16.56 WIB mengenai keberhasilan pemindahan seluruh penumpang dan awak KMP Batumandi ke kapal tersebut.

Meski seluruh orang berhasil diselamatkan, insiden ini tetap menimbulkan kebutuhan penanganan medis. Sebanyak 11 orang harus menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan di RS Krakatau Medika, Cilegon.

Hingga laporan yang tersedia menyebutkan perkembangan terakhir, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas tetap memantau kondisi para penumpang dan kru serta mengantisipasi kebutuhan penanganan tambahan.

Sebanyak 18 Kapal Dikerahkan untuk Penanganan

Besarnya operasi di perairan Merak terlihat dari pengerahan 18 kapal dan unsur pendukung. Kantor SAR Banten mencatat keterlibatan kapal SAR, kapal patroli, kapal tunda, kapal penyeberangan, kapal nelayan, masyarakat, serta unsur kepabeanan.

Sejumlah sarana yang terlibat antara lain KMP Royce 1, KN SAR Tetuka, KN Jembio, KP Sanjaya, KPLP Jembio, dan KAL Deli. Selain itu, beberapa kapal tunda dan kapal patroli ikut membantu upaya penanganan di sekitar lokasi kejadian.

Setiap unsur mendukung kebutuhan operasi di laut, mulai dari evakuasi penumpang hingga bantuan pemadaman. Koordinasi antarpihak juga membantu petugas menyampaikan informasi darurat dan mengatur pergerakan kapal di sekitar lokasi.

Pengerahan banyak kapal menunjukkan pentingnya kerja sama antara tim SAR, otoritas pelabuhan, operator penyeberangan, dan unsur maritim lainnya. Terlebih lagi, petugas harus memastikan proses penyelamatan berjalan aman sambil menangani kebakaran pada kapal yang membawa ratusan orang.

Pemadaman Selesai, Kapal Tunda Tetap Mendukung Penanganan

Operasi berlanjut setelah petugas mengevakuasi seluruh penumpang dan kru. Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, TB Karya Pacific 2291 menyampaikan pada pukul 21.25 WIB bahwa proses evakuasi dan pemadaman KMP Batumandi telah selesai.

Namun, penyelesaian tahap pemadaman tidak langsung mengakhiri seluruh kebutuhan penanganan. Berdasarkan koordinasi dengan unsur terkait, petugas masih menilai empat kapal tunda diperlukan untuk mendukung penanganan kapal pada saat itu.

Setelah melaporkan perkembangan operasi, TB Karya Pacific 2291 kemudian kembali menuju Ciwandan. Sementara itu, tim SAR tetap bersiaga di posko untuk mengikuti perkembangan situasi dan mengantisipasi kemungkinan kebutuhan bantuan lanjutan.

Petugas juga perlu mendalami penyebab kebakaran agar informasi mengenai sumber api tidak hanya bergantung pada laporan awal. ASDP menyatakan akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Basarnas dalam proses pendalaman tersebut.

Penyebab Kebakaran Masih Menunggu Pendalaman

Hingga informasi terakhir dalam laporan tersebut, petugas belum memastikan penyebab kebakaran KMP Batumandi. ASDP menyampaikan dugaan awal berupa percikan api dari buritan kapal, sedangkan laporan awal kepada VTS Merak menyebut kamar mesin sebagai lokasi asal kebakaran.

Karena kedua keterangan itu belum menjelaskan penyebab secara pasti, pemeriksaan lebih lanjut menjadi bagian penting dari penanganan insiden. Hasil pendalaman diharapkan dapat menjelaskan titik awal api dan rangkaian kejadian yang berlangsung sebelum petugas menerima laporan darurat.

Di sisi lain, keberhasilan evakuasi menjadi perkembangan utama dalam peristiwa ini. Sebanyak 460 orang berhasil meninggalkan kapal dengan selamat, sementara petugas menyelesaikan operasi pemadaman pada malam hari dan tetap menyiagakan tim untuk mengantisipasi perkembangan berikutnya.

Insiden ini sekaligus menyoroti pentingnya komunikasi darurat dan koordinasi antarkapal di jalur penyeberangan Selat Sunda. Namun, kesimpulan mengenai penyebab kebakaran maupun kondisi akhir kapal tetap perlu menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.

FAQ Kebakaran KMP Batumandi

Kapan KMP Batumandi terbakar?

Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 16.15 WIB pada Selasa (20/10), ketika kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak.

Berapa orang yang berhasil dievakuasi?

Petugas mengevakuasi 460 orang, terdiri atas 420 penumpang dan 40 kru kapal. Seluruhnya dilaporkan selamat.

Apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut?

Informasi yang tersedia menyebutkan tidak ada korban jiwa. Namun, sebanyak 11 orang memerlukan penanganan medis lanjutan di RS Krakatau Medika, Cilegon.

Apa penyebab kebakaran KMP Batumandi?

Penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. ASDP menyebut dugaan percikan api dari buritan kapal, sedangkan laporan awal kepada VTS Merak menyebut kamar mesin.

Berapa kapal yang membantu operasi penyelamatan?

Sebanyak 18 kapal dan unsur pendukung terlibat dalam operasi evakuasi, pemadaman, serta penanganan KMP Batumandi di perairan Selat Sunda.

Tag: ·
Jaya Purnama

Spesialis Informasi | Konten Digital