Rabu, 21 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
Jaya Purnama
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Penumpang Stasiun Sukabumi Tembus 613.678 Orang, Naik 7 Persen pada 2026

Oleh Jaya Purnama · 21/10/2026 · 11:09 am
Penumpang Stasiun Sukabumi Tembus 613.678 Orang, Naik 7 Persen pada 2026
♥ Dukungan
Daftar Isi 5 bagian

JayaPurnama.com – Sukabumi, Jawa Barat, jumlah penumpang Stasiun Sukabumi mencapai 613.678 orang sepanjang Januari hingga September 2026. Angka tersebut meningkat sekitar tujuh persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika stasiun ini mencatat 574.151 penumpang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat kenaikan tersebut setara dengan tambahan 39.527 penumpang. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya pemanfaatan kereta api sebagai pilihan transportasi masyarakat Sukabumi untuk berbagai keperluan perjalanan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa konektivitas kereta api membantu masyarakat menjalankan aktivitas pekerjaan, pendidikan, perjalanan keluarga, hingga wisata. Selain itu, layanan kereta api juga mendukung mobilitas antardaerah di Jawa Barat.

Penumpang Stasiun Sukabumi Meningkat Sepanjang 2026

Data KAI Daop 1 Jakarta memperlihatkan pertumbuhan jumlah keberangkatan dari Stasiun Sukabumi selama sembilan bulan pertama 2026. Dari 574.151 penumpang pada periode Januari–September 2025, jumlahnya naik menjadi 613.678 orang pada periode yang sama tahun ini.

Dengan demikian, Stasiun Sukabumi mencatat tambahan 39.527 penumpang dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api untuk perjalanan rutin maupun perjalanan ke daerah lain.

Franoto mengatakan layanan kereta api memiliki peran penting dalam menghubungkan Sukabumi dengan sejumlah wilayah di Jawa Barat. Konektivitas menuju Bogor serta Cianjur hingga Cipatat memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat dengan kebutuhan yang beragam.

Menurut Franoto, pertumbuhan jumlah penumpang juga menjadi indikator positif bagi pemanfaatan transportasi kereta api. Selain menunjang perjalanan sehari-hari, layanan tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pariwisata antardaerah.

Volume Keberangkatan Bogor–Sukabumi Capai 1,24 Juta Penumpang

Secara keseluruhan, wilayah Bogor–Sukabumi mencatat 1.241.652 penumpang berangkat sepanjang Januari hingga September 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar enam persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang mencapai 1.171.257 penumpang.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan perjalanan kereta api tidak hanya terjadi di Stasiun Sukabumi. Sejumlah stasiun lain di wilayah Bogor–Sukabumi juga mengalami kenaikan jumlah penumpang selama periode pengamatan.

Sementara itu, Stasiun Bogor Paledang menempati posisi kedua berdasarkan jumlah keberangkatan, dengan total 406.304 penumpang. Angka ini memperlihatkan besarnya peran kedua stasiun dalam melayani mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Pertumbuhan volume keberangkatan di wilayah Bogor–Sukabumi juga memperlihatkan kebutuhan terhadap konektivitas antardaerah tetap tinggi. Karena itu, kualitas layanan dan kelancaran perjalanan menjadi aspek penting dalam mendukung kebutuhan para pengguna kereta api.

Sejumlah Stasiun Lain Juga Mencatat Kenaikan

Selain Stasiun Sukabumi dan Bogor Paledang, beberapa stasiun lain turut mencatat pertumbuhan jumlah keberangkatan. Stasiun Cigombong, misalnya, melayani 11.986 penumpang pada Januari–September 2026, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan 10.894 penumpang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Stasiun Cicurug juga mengalami peningkatan jumlah penumpang. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, stasiun ini mencatat 30.575 penumpang, naik dari 27.828 penumpang pada periode Januari–September 2025.

Di sisi lain, Stasiun Cibadak melayani 64.848 penumpang selama Januari–September 2026. Stasiun Cisaat mencatat 61.508 penumpang, sedangkan Stasiun Parungkuda melayani 35.280 penumpang.

Ketiga stasiun tersebut juga mengalami peningkatan volume keberangkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, KAI Daop 1 Jakarta tidak merinci persentase kenaikan untuk masing-masing stasiun tersebut dalam keterangan yang tersedia.

Secara keseluruhan, pertumbuhan di berbagai stasiun menunjukkan bahwa layanan kereta api memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat dengan pusat aktivitas di wilayah sekitarnya. Selain itu, akses transportasi yang tersedia membantu masyarakat merencanakan perjalanan dengan lebih terarah.

KAI Berupaya Menjaga Kualitas Pelayanan

Seiring dengan meningkatnya jumlah penumpang, KAI menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan. Franoto menyampaikan bahwa kereta api bukan sekadar sarana perjalanan, melainkan juga bagian dari konektivitas antardaerah yang mendukung berbagai kegiatan masyarakat.

Konektivitas tersebut mencakup kebutuhan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata. Dengan layanan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Jawa Barat, masyarakat memiliki alternatif transportasi untuk perjalanan rutin maupun keperluan khusus.

KAI terus berupaya menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman serta memiliki kepastian waktu. Upaya tersebut menjadi penting agar masyarakat dapat memanfaatkan kereta api sesuai kebutuhan perjalanan mereka.

Meski demikian, data pertumbuhan penumpang dalam periode Januari–September 2026 belum menjelaskan faktor spesifik yang mendorong kenaikan tersebut. Angka yang disampaikan KAI menunjukkan perkembangan jumlah keberangkatan, sedangkan penyebab terperinci memerlukan informasi tambahan.

Pertumbuhan Penumpang Menunjukkan Pentingnya Konektivitas

Kenaikan jumlah penumpang Stasiun Sukabumi menjadi salah satu gambaran meningkatnya pemanfaatan transportasi kereta api di wilayah Bogor–Sukabumi. Tambahan puluhan ribu penumpang dalam sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap layanan perjalanan antardaerah.

Selain Stasiun Sukabumi, pertumbuhan di Cigombong, Cicurug, Cibadak, Cisaat, dan Parungkuda turut memperlihatkan perkembangan penggunaan kereta api di sejumlah titik layanan. Sementara itu, total keberangkatan wilayah Bogor–Sukabumi mencapai lebih dari 1,24 juta penumpang dalam periode yang sama.

Ke depan, kualitas pelayanan dan konektivitas tetap menjadi aspek penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Dengan layanan yang aman, nyaman, dan memiliki kepastian waktu, kereta api dapat terus menjadi pilihan transportasi untuk menunjang kegiatan sehari-hari maupun perjalanan antardaerah.

Tag: ·
Jaya Purnama

Spesialis Informasi | Konten Digital