Bandar Lampung, Jayapurnama.com – Gudang frozen food di Jalan Slamet Riyadi Raya, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, terbakar pada Selasa malam, 11 Agustus 2026. Api melalap bangunan gudang yang memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi.
Kebakaran tersebut menghanguskan berbagai peralatan elektronik dan sejumlah kendaraan yang berada di dalam area gudang. Banyaknya barang yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Petugas pemadam kebakaran mengerahkan puluhan personel dan kendaraan untuk mengendalikan kobaran api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material sementara ditaksir mencapai sekitar Rp600 juta.
Kebakaran Gudang Frozen Food Dilaporkan Pukul 21.09 WIB
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Ahmad Husni, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 21.09 WIB.
Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani api.
Selain itu, sekitar 90 personel turut diterjunkan dalam proses pemadaman. Petugas berupaya melokalisir api agar tidak merambat ke bagian lain maupun bangunan di sekitar lokasi.
Namun, kondisi di dalam gudang menjadi tantangan tersendiri. Barang-barang yang tersimpan di lokasi membuat api cepat membesar dan proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.
Petugas bahkan menggunakan sekitar 50 tangki air untuk menjinakkan kobaran api. Intensitas panas yang tinggi juga membuat proses pemadaman harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Petugas Sempat Tarik Mundur Personel
Ahmad Husni menjelaskan, petugas sempat menarik mundur personel karena suhu panas di sekitar bangunan cukup tinggi. Kondisi konstruksi gudang juga dinilai membahayakan keselamatan petugas.
Situasi semakin berisiko setelah bagian atap bangunan mengalami kerusakan parah. Sejumlah konstruksi beton juga mengalami kemiringan akibat kebakaran.
Karena itu, petugas harus memperhitungkan kondisi bangunan sebelum kembali melakukan penyemprotan dari titik tertentu. Keselamatan personel menjadi salah satu pertimbangan utama selama proses pemadaman.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 23.46 WIB.
Pascakebakaran, kondisi bangunan terlihat cukup parah. Atap gudang ambruk dan sejumlah bagian konstruksi mengalami kerusakan.
Ratusan Peralatan Elektronik Ikut Terbakar
Kebakaran gudang frozen food tersebut menyebabkan banyak barang di dalam bangunan hangus. Sebagian besar merupakan peralatan pendukung operasional gudang.
Berikut sejumlah barang yang dilaporkan terbakar:
- Sekitar 200 unit kulkas freezer.
- Sekitar 40 unit showcase.
- Sebanyak 15 unit AC.
- Empat unit komputer.
- Satu unit laptop.
- Empat unit CPU.
- Sekitar 20 unit printer struk.
- Sekitar 50 unit mesin EDC.
- Dua kontainer pendingin.
Selain peralatan elektronik, tiga kendaraan yang berada di area gudang juga ikut terbakar. Kendaraan tersebut terdiri dari satu mobil Grand Max, satu sepeda motor Honda Revo, dan satu sepeda motor Yamaha Mio.
Besarnya jumlah barang yang terbakar menjadi salah satu faktor yang membuat kerugian material cukup besar. Untuk sementara, nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta.
Meski kerusakan cukup parah, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan korban luka juga tidak dilaporkan dalam kejadian ini.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran gudang frozen food tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Petugas perlu memastikan sumber awal api sebelum menyimpulkan penyebab kejadian.
Penyelidikan penting dilakukan untuk mengetahui apakah kebakaran berkaitan dengan gangguan listrik, peralatan elektronik, atau faktor lainnya. Karena itu, masyarakat diminta tidak membuat kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar.
Sementara itu, Damkarmat Kota Bandar Lampung kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Beberapa langkah sederhana juga dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kebakaran, terutama sebelum meninggalkan rumah atau tempat usaha.
- Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
- Cabut peralatan elektronik yang tidak digunakan.
- Periksa kabel dan stopkontak secara berkala.
- Pastikan peralatan memasak sudah benar-benar aman.
- Jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
- Simpan barang mudah terbakar di tempat yang aman.
Kewaspadaan menjadi semakin penting pada bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang. Apalagi, material tertentu dapat membuat api berkembang dengan cepat.
Kebakaran di gudang Sukaraja ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tetap menjadi langkah utama. Pemeriksaan instalasi listrik dan peralatan elektronik secara berkala dapat membantu mengurangi potensi bahaya.
Di sisi lain, pemilik tempat usaha juga perlu memastikan akses bagi kendaraan pemadam tetap tersedia. Akses yang mudah dapat membantu petugas melakukan penanganan ketika keadaan darurat terjadi.
Meskipun api telah berhasil dipadamkan, kerusakan akibat kebakaran membutuhkan waktu untuk dipulihkan. Untuk saat ini, perhatian masih tertuju pada pemeriksaan lokasi dan penyelidikan penyebab kebakaran.
Petugas juga memastikan kondisi bangunan yang rusak tetap diperhatikan. Struktur yang miring atau bagian bangunan yang ambruk dapat menimbulkan risiko lanjutan bagi orang yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa kebakaran gudang frozen food di Bandar Lampung tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian material yang mencapai sekitar Rp600 juta menunjukkan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan oleh kebakaran.
Karena itu, masyarakat dan pelaku usaha di Bandar Lampung diimbau lebih waspada. Pencegahan, pemeriksaan rutin, serta kesiapan menghadapi keadaan darurat menjadi bagian penting untuk menghindari kejadian serupa.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwajib.







