BANDUNG – Jayapurnama.com – Bandara Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan jet komersial mulai Jumat, 14 Agustus 2026. Pengoperasian kembali ini ditandai penerbangan perdana Garuda Indonesia dengan rute langsung Bandung-Denpasar pulang-pergi.
Kembalinya pesawat jet menjadi momentum penting bagi konektivitas udara Jawa Barat. Sebelumnya, Bandara Husein Sastranegara tidak melayani pesawat komersial bermesin jet sejak Oktober 2023.
Kepastian tersebut diperoleh setelah pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Persetujuan itu tertuang dalam Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.101/17/4/DRJU.DBU-2026.
Bandara Husein Sastranegara Kembali Layani Pesawat Jet
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah. Menurutnya, kesiapan operasional menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan kembali layanan penerbangan di Bandung.
Kehadiran pesawat jet juga diharapkan memperkuat fungsi Bandara Husein Sastranegara sebagai salah satu pintu masuk Jawa Barat. Selain melayani kebutuhan perjalanan masyarakat, bandara dapat mendukung arus wisatawan menuju berbagai destinasi di wilayah tersebut.
InJourney Airports memastikan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan telah disiapkan. Pelayanan penumpang juga menjadi perhatian menjelang kembali beroperasinya pesawat jet komersial.
Sejumlah fasilitas di terminal keberangkatan telah tersedia untuk menunjang aktivitas penumpang. Fasilitas tersebut meliputi:
- 26 konter check-in.
- Mesin self check-in kiosk.
- Sistem pemeriksaan keamanan atau security checkpoint.
- Boarding lounge.
- Coworking space.
- Kids zone.
Sementara itu, fasilitas di area kedatangan juga terus disiapkan. Bandara telah mengoperasikan tiga conveyor belt untuk membantu proses pengambilan bagasi.
Bandara juga menyediakan loket pemesanan transportasi publik. Fasilitas umum lainnya mencakup enam musala, 22 toilet, dua eskalator, serta tiga lift.
Garuda Indonesia Terbang Bandung-Denpasar
Penerbangan perdana pada 14 Agustus 2026 akan dilayani Garuda Indonesia menggunakan Boeing 737-800NG. Pesawat tersebut memiliki kapasitas 162 penumpang.
Komposisinya terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 150 kursi kelas ekonomi. Pesawat akan menghubungkan Bandung dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Untuk penerbangan perdana, pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandung pada pukul 11.30 WIB. Pesawat kemudian diperkirakan tiba di Bali pada pukul 14.20 WITA.
Untuk penerbangan sebaliknya, pesawat berangkat dari Bali pada pukul 09.10 WITA. Pesawat dijadwalkan tiba di Bandung sekitar pukul 10.00 WIB.
Setelah penerbangan perdana, layanan Bandung-Denpasar akan beroperasi secara reguler. Rute tersebut dijadwalkan tersedia empat kali setiap pekan.
Penerbangan reguler akan berlangsung pada Rabu, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Garuda Indonesia menggunakan nomor penerbangan GA-334 untuk perjalanan dari Bandung.
Sementara itu, penerbangan dari Denpasar menuju Bandung menggunakan nomor GA-335. Jadwal tersebut memberikan pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat tanpa perlu transit di bandara lain.
Rute Baru Buka Peluang Pariwisata Jawa Barat
Kehadiran penerbangan langsung Bandung-Denpasar memiliki potensi besar bagi sektor pariwisata. Bali merupakan salah satu destinasi utama wisatawan domestik dan mancanegara.
Karena itu, konektivitas langsung dengan Bali dapat memberikan pilihan perjalanan yang lebih praktis. Wisatawan dari Bali juga lebih mudah mengakses berbagai destinasi di Jawa Barat.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan pembukaan kembali rute tersebut merupakan bagian dari transformasi kinerja perusahaan. Pengembangan jaringan penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar.
Selain itu, Garuda Indonesia melihat potensi kontribusi rute tersebut dalam jangka panjang. Konektivitas antardaerah diharapkan mampu menciptakan manfaat bagi penumpang sekaligus industri pariwisata.
Di sisi lain, penerbangan langsung juga dapat memberikan alternatif bagi masyarakat Jawa Barat yang ingin bepergian ke Bali. Penumpang tidak perlu melakukan perjalanan darat menuju bandara lain untuk mendapatkan penerbangan jet ke Bali.
Citilink Segera Susul Layani Penerbangan
Pengoperasian kembali pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara tidak berhenti pada Garuda Indonesia. Citilink yang merupakan bagian dari Garuda Indonesia Group juga dijadwalkan ikut memperluas layanan penerbangan dari Bandung.
Citilink direncanakan mulai mengoperasikan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara pada 17 Agustus 2026. Maskapai tersebut akan melayani sejumlah destinasi dari Bandung.
Langkah ini diharapkan membentuk ekosistem penerbangan yang semakin terintegrasi. Persaingan layanan juga berpotensi memberikan lebih banyak pilihan bagi calon penumpang.
Bagi masyarakat, bertambahnya pilihan penerbangan dapat memudahkan perencanaan perjalanan. Sementara bagi Jawa Barat, konektivitas udara yang lebih baik dapat mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.
Kembalinya Penerbangan Jet Jadi Momentum Baru
Kembali beroperasinya penerbangan jet komersial menjadi babak baru bagi Bandara Husein Sastranegara. Setelah sempat tidak melayani pesawat jet komersial, bandara kini kembali mendapatkan peran dalam jaringan penerbangan nasional.
Garuda Indonesia menjadi maskapai yang membuka kembali layanan tersebut melalui rute Bandung-Denpasar. Selanjutnya, kehadiran Citilink diharapkan memperkuat konektivitas dari Bandung.
Namun, keberhasilan pengembangan rute tetap bergantung pada permintaan penumpang. Konsistensi jadwal, kualitas pelayanan, serta kenyamanan perjalanan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan penerbangan.
Dengan dukungan fasilitas yang telah disiapkan, Bandara Husein Sastranegara memiliki peluang untuk kembali menjadi pilihan masyarakat. Terlebih, Bandung dan Jawa Barat memiliki potensi wisata serta aktivitas ekonomi yang cukup besar.
Kembalinya pesawat jet pada 14 Agustus 2026 pun bukan sekadar pembukaan rute baru. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas udara Jawa Barat dan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat.








