Daftar Isi 6 bagian
JayaPurnama.com – Cina, Geely Battleship 700 resmi meluncur pada 10 Oktober 2026 dengan membawa teknologi hibrida plug-in (PHEV) dan kemampuan off-road. SUV berukuran menengah hingga besar ini langsung menarik perhatian pasar setelah Geely mencatat lebih dari 10.000 pesanan dalam 12 menit pertama.
Geely mengandalkan sistem hibrida off-road Thor EM-T untuk mendukung performa kendaraan di berbagai kondisi jalan. Selain itu, SUV ini membawa baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 47,14 kWh dari CATL. Kombinasi tersebut mendukung kemampuan berkendara dengan tenaga listrik sekaligus menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Daya tarik Battleship 700 tidak hanya terletak pada sistem penggeraknya. Geely juga menawarkan konfigurasi enam penumpang, kabin dengan lima layar, serta sejumlah teknologi keselamatan dan bantuan berkendara. Karena itu, model ini hadir sebagai pilihan SUV elektrifikasi yang menggabungkan kenyamanan keluarga dengan karakter kendaraan petualang.
Di pasar Cina, Geely memasarkan kendaraan ini dengan nama Galaxy Zhanjian 700. Harga awalnya berada pada rentang 179.800 yuan hingga 369.800 yuan. Dengan nilai tukar Rp2.671,92 per yuan, rentang tersebut setara sekitar Rp480,4 juta hingga Rp988,1 juta. Nilai rupiah ini merupakan perkiraan yang dapat berubah mengikuti pergerakan kurs.
Geely Battleship 700 Mengusung Teknologi Hibrida Off-Road
Geely merancang Battleship 700 menggunakan arsitektur off-road GTA. Platform ini mendukung perpaduan sistem penggerak plug-in hybrid dengan teknologi yang menunjang penggunaan di medan beragam. Dengan pendekatan tersebut, kendaraan tidak hanya menyasar penggunaan di perkotaan, tetapi juga perjalanan yang melewati jalur menantang.
Selain menawarkan kemampuan menjelajah, konfigurasi enam penumpang memberikan ruang bagi keluarga atau kelompok kecil yang membutuhkan kendaraan berkapasitas besar. Sementara itu, susunan lima layar menghadirkan pendekatan kabin yang berorientasi pada teknologi digital.
Geely juga membekali model ini dengan baterai berkapasitas 47,14 kWh. CATL memasok baterai berjenis LFP tersebut untuk mendukung sistem elektrifikasi kendaraan. Namun, kapasitas baterai saja tidak menentukan efisiensi perjalanan karena gaya berkendara, kondisi jalan, suhu, dan penggunaan fitur kendaraan turut memengaruhi konsumsi energi.
Desain Mengotak dengan Karakter SUV Petualang
Dari sisi eksterior, Battleship 700 menggunakan desain bodi mengotak dengan garis tegas. Bentuk tersebut memperkuat karakter SUV off-road yang mengutamakan tampilan kokoh. Selain itu, bagian depan mengandalkan sistem pencahayaan Sky Eye yang terdiri dari 228 manik LED berdaya terang tinggi.
Geely melengkapi bagian depan dengan logo bercahaya dan kap mesin yang memiliki ventilasi datar. Garis-garis pada kap mempertegas kesan berotot. Sementara itu, aksen trim oranye pada bumper depan memberikan sentuhan kontras yang selaras dengan karakter kendaraan petualang.
Bumper depan juga membawa kait derek untuk menunjang kebutuhan tertentu saat menjelajah medan. Meski demikian, keberadaan kait tersebut tidak otomatis menjamin keamanan setiap aktivitas penarikan. Pengguna tetap perlu mengikuti batas kemampuan kendaraan dan petunjuk teknis dari produsen.
Dimensi Battleship 700 turut mendukung tampilannya sebagai SUV berukuran besar. Kendaraan ini memiliki panjang 5.085 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.912 mm. Adapun jarak sumbu rodanya mencapai 2.900 mm.
Geely mencatat sudut pendekatan kendaraan sebesar 30 derajat dan sudut keberangkatan 31 derajat. Jarak minimum ke tanah mencapai 233 mm. Kombinasi dimensi tersebut mendukung kemampuan kendaraan ketika menghadapi tanjakan, permukaan berbatu, dan jalur dengan kontur yang tidak rata.
Jarak Tempuh Listrik Geely Battleship 700 Mencapai 305 Km
Salah satu keunggulan utama Battleship 700 terletak pada jarak tempuh listriknya. Berdasarkan standar pengujian CLTC, SUV ini mampu menempuh jarak hingga 305 km dengan tenaga listrik. Angka tersebut setara sekitar 247 km menurut standar WLTP yang menggunakan metode pengujian berbeda.
Dengan dukungan sistem hibrida, Geely mengklaim jarak tempuh gabungan dapat melampaui 1.770 km berdasarkan standar CLTC. Berdasarkan WLTP, angka tersebut setara sekitar 1.434 km. Perbedaan hasil ini menunjukkan pentingnya memperhatikan standar pengujian ketika membandingkan klaim jarak tempuh antarkendaraan.
Jarak tempuh aktual tentu dapat berbeda dari hasil pengujian. Kondisi lalu lintas, kecepatan, beban penumpang, medan perjalanan, dan penggunaan pendingin kabin dapat memengaruhi hasil di jalan raya. Karena itu, calon pengguna perlu memandang angka tersebut sebagai acuan pengujian, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi.
Selain menawarkan jarak tempuh panjang, Battleship 700 mendukung pengisian baterai dari 10 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 10 menit berdasarkan klaim produsen. Namun, kecepatan pengisian aktual juga bergantung pada kemampuan stasiun pengisian, suhu baterai, dan kondisi pengisian saat itu.
Kombinasi baterai besar dan sistem hibrida memberikan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan perjalanan. Pengguna dapat memanfaatkan tenaga listrik untuk perjalanan yang sesuai dengan jangkauannya. Sementara itu, sistem hibrida membantu memperluas kemampuan perjalanan ketika kebutuhan jarak melampaui jangkauan listrik murni.
Suspensi Canggih dan Kemampuan Melintasi Genangan
Untuk menunjang perjalanan di medan yang berubah-ubah, Geely membekali Battleship 700 dengan suspensi Magic Carpet berpresisi tinggi. Sistem tersebut berpadu dengan pegas udara dua ruang dan peredaman variabel CCD. Kombinasi ini memungkinkan kendaraan menyesuaikan karakter suspensi dan ketinggian bodi sesuai kebutuhan.
Pengaturan ketinggian membantu kendaraan menghadapi kondisi jalan yang berbeda. Misalnya, pengemudi dapat membutuhkan jarak bodi yang lebih tinggi ketika melewati permukaan berbatu. Sebaliknya, pengaturan yang sesuai untuk jalan biasa dapat membantu menjaga kenyamanan berkendara.
Geely juga mengklaim Battleship 700 mampu melewati genangan dengan kedalaman hingga 800 mm. Kendaraan ini memiliki mode mengambang darurat yang memungkinkan pergerakan di air dalam kondisi tertentu. Menurut klaim yang tersedia, mode tersebut mendukung kecepatan sekitar 7 km/jam selama kurang lebih 40 menit.
Fitur tersebut menarik perhatian karena menawarkan kemampuan yang tidak umum pada SUV keluarga biasa. Meski begitu, pengemudi tidak boleh menganggap mode mengambang sebagai izin untuk menerobos banjir. Arus deras, kondisi dasar genangan, hambatan tersembunyi, dan perubahan kedalaman air tetap membawa risiko serius.
Sistem G-ASD dan 16 Fitur Keselamatan Aktif
Di sektor teknologi berkendara, Battleship 700 membawa sistem G-ASD G-Pilot. Sistem bantuan berkendara cerdas ini mengandalkan chip Thor-U dengan kemampuan komputasi 700 TOPS. Kapasitas komputasi tersebut mendukung pemrosesan berbagai informasi untuk fitur bantuan navigasi dan parkir otomatis.
Geely turut menyematkan 16 fitur keselamatan aktif. Salah satunya adalah sistem penghindaran tabrakan melalui kemudi atau AES. Berdasarkan spesifikasi yang tersedia, sistem ini dapat bekerja pada kecepatan hingga 130 km/jam.
Fitur AES membantu kendaraan mengambil tindakan kemudi untuk menghindari potensi tabrakan dalam situasi yang memenuhi kondisi operasional sistem. Namun, teknologi bantuan tersebut tidak menggantikan perhatian pengemudi. Pengemudi tetap harus mengendalikan kendaraan dan memperhatikan kondisi lalu lintas di sekitarnya.
Untuk memperkuat perlindungan penumpang, Geely menggunakan konstruksi bodi Star Armour yang mengandalkan baja berkekuatan tinggi. Struktur tersebut bertujuan meningkatkan kekuatan bodi kendaraan. Meski demikian, tingkat perlindungan keseluruhan tetap perlu dinilai melalui hasil pengujian keselamatan yang relevan.
Harga Geely Battleship 700 dan Peluang di Pasar Indonesia
Geely memasarkan Battleship 700 di Cina dengan harga 179.800 yuan hingga 369.800 yuan. Jika menggunakan kurs Rp2.671,92 per yuan, konsumen dapat memperkirakan rentang harga sekitar Rp480,4 juta sampai Rp988,1 juta. Perhitungan tersebut belum memperhitungkan pajak, biaya distribusi, maupun komponen harga lain yang mungkin berlaku di negara berbeda.
Respons awal pasar menunjukkan minat yang kuat terhadap model ini. Lebih dari 10.000 pesanan dalam 12 menit pertama menjadi indikator perhatian konsumen terhadap kombinasi teknologi hibrida, kemampuan off-road, dan kelengkapan fitur yang ditawarkan Geely.
Namun, angka pemesanan awal tersebut belum cukup untuk menggambarkan penjualan jangka panjang. Penerimaan pasar juga bergantung pada pengiriman unit, pengalaman pemilik, biaya perawatan, serta ketersediaan layanan purnajual.
Bagi pasar Indonesia, Battleship 700 berpotensi menarik perhatian konsumen yang mencari SUV elektrifikasi dengan karakter petualang. Akan tetapi, belum ada informasi dalam bahan yang tersedia mengenai jadwal peluncuran resmi model ini di Indonesia. Karena itu, konsumen perlu menunggu pengumuman resmi Geely sebelum menganggap kendaraan tersebut akan segera hadir di pasar domestik.
Secara keseluruhan, Geely Battleship 700 menawarkan perpaduan baterai berkapasitas besar, jarak tempuh listrik yang panjang, teknologi bantuan berkendara, serta perangkat pendukung off-road. Keberhasilan awalnya di Cina menjadi modal menarik bagi Geely. Selanjutnya, konsistensi performa, keselamatan, dan pengalaman pengguna akan menentukan daya saing SUV PHEV ini dalam jangka panjang.




