BYD Siapkan Teknologi Racco untuk EV Kecil Global, Eropa dan Asia Tenggara Jadi Target

Jaya Purnama

BYD Siapkan Teknologi Racco untuk EV Kecil Global, Eropa dan Asia Tenggara Jadi Target
Ilustrasi: BYD Siapkan Teknologi Racco untuk EV Kecil Global, Eropa dan Asia Tenggara Jadi Target

Jayapurnama.comShenzhen, China, BYD menyiapkan teknologi Racco untuk EV kecil global dengan membidik sejumlah pasar utama, termasuk Eropa dan Asia Tenggara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penggunaan teknologi kendaraan listrik berukuran kompak –

Teknologi yang menjadi perhatian BYD berasal dari Racco, mobil listrik dengan format kei car yang dipasarkan di Jepang. BYD mengembangkan paket baterai X-PACK sebagai salah satu teknologi utama pada model tersebut.

Selanjutnya, BYD berencana memanfaatkan teknologi X-PACK untuk mengembangkan kendaraan listrik kecil bagi pasar internasional. Pengembangan lebih lanjut ditargetkan berlangsung dalam beberapa tahun mendatang.

Teknologi Racco untuk EV Kecil Global

X-PACK menjadi bagian penting dalam strategi BYD karena paket baterai tersebut mengintegrasikan sejumlah komponen kelistrikan. Salah satunya ialah inverter yang berfungsi mengubah tegangan listrik.

Berbeda dari arsitektur konvensional, BYD menempatkan komponen tersebut langsung dalam paket baterai. Seluruh sistem kemudian berada di bawah lantai kendaraan.

Konfigurasi itu membantu BYD mengoptimalkan ruang pada kendaraan berukuran kecil. Selain itu, rancangan tersebut dapat mempertahankan ruang penumpang tanpa membutuhkan ruang besar untuk komponen kelistrikan di bagian depan.

Keuntungan tersebut menjadi penting bagi kendaraan dengan dimensi terbatas. Pasalnya, produsen harus membagi ruang untuk baterai, kabin, sistem kelistrikan, serta kebutuhan keselamatan kendaraan.

Eropa Jadi Salah Satu Target Utama

Eropa menjadi salah satu pasar yang berpotensi menerima teknologi tersebut. Kawasan ini memiliki kebutuhan terhadap kendaraan listrik berukuran kecil dengan harga yang relatif terjangkau.

Selain itu, Uni Eropa pada 2025 memutuskan memperkenalkan kategori kendaraan baru yang mengambil inspirasi dari standar kei car Jepang. Rencana tersebut membuka peluang bagi kendaraan listrik kecil yang memenuhi batas dimensi tertentu untuk memperoleh perlakuan khusus terkait subsidi dan persyaratan regulasi.

BYD juga memiliki basis produksi di Hongaria yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Karena itu, fasilitas tersebut berpotensi mendukung pengembangan dan produksi kendaraan listrik kecil untuk pasar Eropa.

Produksi lokal juga dapat membantu BYD memenuhi persyaratan pasar Eropa. Di sisi lain, langkah tersebut dapat mengurangi dampak tarif tambahan terhadap kendaraan listrik yang diimpor dari China.

Racco Menjadi Batu Loncatan BYD

BYD Racco mulai dijual di Jepang pada 28 Juli 2026. Model tersebut dikembangkan khusus mengikuti karakteristik kei car yang memiliki batas dimensi ketat.

Racco memiliki panjang 3.395 milimeter, lebar 1.475 milimeter, dan tinggi 1.800 milimeter. Dimensi tersebut membuat pengaturan ruang dan sistem kelistrikan menjadi faktor penting dalam pengembangan kendaraan.

Racco tersedia dalam dua pilihan baterai. Varian dasar memakai baterai 22,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 210 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Sementara itu, varian lebih tinggi menggunakan baterai 35,84 kWh. Varian tersebut memiliki klaim jarak tempuh hingga 320 kilometer.

BYD menyebut Racco sebagai kei car listrik pertama di Jepang dengan jarak tempuh lebih dari 300 kilometer. Selain itu, model tersebut menjadi kei car listrik pertama di Jepang yang menggunakan pintu geser otomatis.

Dari sisi harga, Racco dipasarkan mulai 2,145 juta yen atau sekitar Rp238 jutaan. Respons awal konsumen Jepang juga menunjukkan minat yang cukup kuat.

Hingga 9 Agustus 2026, Racco telah mencatat 1.002 pesanan dalam dua minggu pertama penjualan. Varian tertinggi, Racco 300 Premium, menyumbang sekitar 80 persen dari total pesanan tersebut.

Asia Tenggara dan Amerika Selatan Ikut Dibidik

Selain Eropa, BYD berpotensi memperluas penggunaan teknologi Racco ke Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk kendaraan listrik berukuran kompak dengan harga relatif terjangkau.

Dengan demikian, pengembangan X-PACK tidak hanya berkaitan dengan satu model. Teknologi tersebut dapat menjadi dasar bagi sejumlah kendaraan listrik kecil yang menyesuaikan kebutuhan setiap pasar.

Saat ini, BYD mengandalkan Atto 1 sebagai salah satu model listrik entry level di Indonesia. Sementara itu, pasar Eropa mengenal model tersebut sebagai Dolphin Surf.

Jika rencana pengembangan berjalan sesuai target, BYD dapat memiliki pilihan tambahan untuk segmen kendaraan listrik kecil. Langkah tersebut sekaligus memperluas cakupan teknologi yang pertama kali digunakan pada Racco.

Ekspansi Global Menjadi Strategi BYD

Ekspansi teknologi Racco berlangsung ketika persaingan industri otomotif China semakin ketat. Karena itu, pasar internasional menjadi salah satu ruang pertumbuhan bagi produsen kendaraan asal China.

Kinerja BYD pada semester pertama 2026 juga menunjukkan semakin besarnya peran pasar luar China. Perusahaan mencatat pendapatan 344,82 miliar yuan atau sekitar 50,84 miliar dolar AS.

Dari total tersebut, pendapatan dari pasar luar China mencapai 181,27 miliar yuan. Angka itu setara 52,57 persen dari total pendapatan perusahaan.

Capaian tersebut menjadi pertama kalinya pendapatan internasional menyumbang lebih dari separuh pendapatan BYD. Oleh karena itu, pengembangan kendaraan listrik kecil untuk pasar global dapat menjadi bagian penting dari strategi ekspansi perusahaan.

Pada akhirnya, Racco bukan hanya menjadi produk BYD untuk pasar Jepang. Teknologi X-PACK yang digunakan model tersebut kini menjadi salah satu basis pengembangan kendaraan listrik kecil yang berpotensi menjangkau Eropa, Asia Tenggara, hingga Amerika Selatan.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu