Jayapurnama.com | Jakarta – Aplikasi Google Chrome bakal dihapus pada 2028 setelah Google mengumumkan penghentian dukungan secara bertahap terhadap aplikasi Chrome di sistem operasi ChromeOS. Proses ini telah dimulai sejak Juli 2025 dan akan mencapai akhir siklus dukungan atau End of Life (EOL) pada Oktober 2028.
Kebijakan tersebut bukan berarti browser Google Chrome akan berhenti beroperasi. Penghapusan yang dimaksud adalah aplikasi Chrome (Chrome Apps) yang selama ini berjalan di ChromeOS, terutama untuk kebutuhan organisasi, pendidikan, dan mode kios (kiosk mode).
Google juga mengimbau para pengembang agar segera beralih ke teknologi web modern. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan, kompatibilitas, serta efisiensi pengembangan aplikasi di masa mendatang.
Aplikasi Google Chrome Bakal Dihapus pada 2028 Secara Bertahap
Google telah menyusun jadwal penghentian aplikasi Chrome dalam beberapa tahap agar pengguna dan pengembang memiliki waktu melakukan migrasi.
Tahap pertama dimulai pada Juli 2025 ketika dukungan terhadap aplikasi Chrome mulai dikurangi secara bertahap. Selanjutnya, setiap pembaruan ChromeOS akan semakin membatasi penggunaan aplikasi tersebut.
Pada ChromeOS versi 138, aplikasi Chrome yang dipasang pengguna masih dapat digunakan. Namun, aplikasi Chrome yang dipasang administrator untuk mode kios akan dinonaktifkan secara bawaan. Administrator masih bisa mengaktifkannya kembali melalui kebijakan di Google Admin Console.
Sementara itu, pada ChromeOS versi 150 yang dijadwalkan rilis Juli 2026, dukungan untuk aplikasi Chrome dalam mode kios akan berakhir. Perangkat yang menggunakan jalur Long Term Support (LTS) masih memperoleh dukungan hingga April 2027.
Google menegaskan bahwa seluruh proses penghentian dilakukan secara bertahap agar organisasi memiliki cukup waktu melakukan penyesuaian.
Timeline Penghapusan Aplikasi Chrome
Google telah merilis jadwal lengkap penghentian aplikasi Chrome hingga benar-benar berakhir pada Oktober 2028.
Berikut tahapan pentingnya:
- Juli 2025: Penghentian dukungan dimulai secara bertahap.
- ChromeOS versi 138: Versi terakhir yang masih mendukung aplikasi Chrome milik pengguna.
- Juli 2026 (ChromeOS versi 150): Dukungan aplikasi Chrome untuk mode kios berakhir.
- Januari 2027 (ChromeOS versi 160): Aplikasi Chrome yang dipasang administrator akan dinonaktifkan secara default.
- Januari 2028 (ChromeOS versi 184): Menjadi versi terakhir yang mendukung seluruh aplikasi Chrome.
- Oktober 2028: Akhir masa dukungan (End of Life/EOL) untuk seluruh aplikasi Chrome.
Setelah tanggal tersebut, tidak ada lagi pengecualian maupun perpanjangan dukungan dari Google.
Developer Diminta Beralih ke Teknologi Web Modern
Selain mengumumkan jadwal penghentian, Google juga meminta para pengembang segera melakukan migrasi aplikasi.
Perusahaan menilai teknologi web modern kini sudah mampu menggantikan fungsi aplikasi Chrome dengan performa yang lebih baik. Selain itu, pendekatan baru tersebut menawarkan keamanan yang lebih tinggi dan lebih mudah dipelihara.
Migrasi sejak dini dinilai akan mengurangi risiko gangguan layanan ketika penghentian resmi mulai diberlakukan.
Bagi organisasi yang masih menggunakan aplikasi Chrome lama, masa transisi hingga 2028 menjadi kesempatan untuk melakukan pembaruan sistem tanpa mengganggu aktivitas operasional.
Cara Menghapus Aplikasi Chrome di Organisasi
Google juga menjelaskan langkah bagi administrator yang ingin menghapus aplikasi Chrome dari perangkat ChromeOS di lingkungan organisasi.
Secara umum, prosesnya meliputi:
- Login ke Google Admin Console menggunakan akun administrator.
- Masuk ke menu Perangkat > Chrome > Aplikasi & Ekstensi.
- Cari aplikasi Chrome yang masih digunakan.
- Pilih unit organisasi atau grup yang ingin dihapus aplikasinya.
- Klik opsi Hapus untuk mengonfirmasi penghapusan.
- Ulangi langkah tersebut hingga seluruh aplikasi Chrome telah dihapus.
Setelah pengguna kembali masuk ke perangkat ChromeOS, aplikasi beserta data yang terkait akan ikut terhapus secara otomatis.
Pengguna Tidak Perlu Panik
Meskipun kabar aplikasi Google Chrome bakal dihapus pada 2028 cukup mengejutkan, pengguna umum tidak perlu khawatir. Pengumuman ini lebih ditujukan pada penghentian Chrome Apps di ChromeOS, bukan browser Google Chrome yang digunakan sehari-hari untuk mengakses internet.
Browser Google Chrome tetap menjadi salah satu produk utama Google dan masih akan terus memperoleh pembaruan keamanan maupun fitur baru. Karena itu, pengguna Windows, macOS, Android, maupun iPhone tetap dapat menggunakan browser Chrome seperti biasa.
Sebaliknya, organisasi, sekolah, dan perusahaan yang masih mengandalkan aplikasi Chrome di ChromeOS disarankan segera menyusun rencana migrasi. Dengan melakukan transisi lebih awal, proses penghentian pada Oktober 2028 dapat dilalui tanpa mengganggu produktivitas maupun layanan yang berjalan.






