Wisata Edukasi dan Kuliner di Kebun Kampus Unila, Cocok untuk Akhir Pekan Keluarga

Jaya Purnama

Jayapurnama.com – Bandar Lampung – Menghabiskan waktu bersama keluarga di akhir pekan adalah momen berharga yang selalu aku nantikan. Salah satu tempat yang kini menjadi favorit kami adalah Kebun Kampus Universitas Lampung (Unila), yang ternyata menyimpan banyak keunikan. Dari penangkaran rusa, embung, taman asri, hingga lokasi jajan yang ramai dan lengkap, semuanya menjadi satu pengalaman menyenangkan yang sayang untuk dilewatkan.

Meski bukan kali pertama kami datang ke sini, akhir pekan lalu ada sesuatu yang berbeda. Kali ini aku datang tidak hanya bersama istri dan anak, tapi juga diajak oleh kerabat yang memang rutin berkunjung ke sini setiap minggunya. Lewat ajakan inilah aku baru tahu kalau ternyata di kawasan ini juga ada lokasi jajan yang cukup ramai dan lengkap. Sebelum ke taman rusa, kami menyempatkan diri untuk membeli jajanan terlebih dahulu, dan suasananya sangat menyenangkan.

Kami datang sekitar pukul delapan pagi. Udara masih terasa segar dan matahari belum terlalu terik. Begitu sampai, kami langsung melihat area jajanan yang cukup ramai. Deretan pedagang makanan ringan, minuman dingin, dan camilan khas Lampung tersaji rapi di sepanjang jalur pejalan kaki. Tidak hanya itu, tempat ini juga bersih dan tertata, membuat siapa saja betah berlama-lama meskipun hanya untuk membeli makanan ringan.

Setelah puas menikmati jajanan, kami melanjutkan perjalanan ke arah taman rusa. Lokasinya tidak terlalu jauh dari area jajanan. Sepanjang jalan menuju taman, kami melewati area rindang yang dipenuhi pepohonan tinggi dan rerumputan hijau. Anak kami terlihat antusias, apalagi ketika mendengar suara-suara rusa dari kejauhan. Aku dan istri pun senang melihatnya begitu semangat, ini adalah bagian kecil dari kebahagiaan sederhana yang sering terlupakan dalam kesibukan sehari-hari.

Sesampainya di penangkaran rusa, kami melihat sejumlah rusa jinak berkeliaran di balik pagar. Anak kami langsung berdiri di dekat pagar, memperhatikan gerak-gerik rusa dengan mata berbinar. Beberapa pengunjung tampak memberi makan rusa dengan sayur-sayuran yang dibawa dari rumah. Meski kami tidak membawa makanan untuk rusa, namun hanya dengan melihat mereka dari dekat saja sudah cukup membuat hari kami cerah.

Dari penangkaran rusa, kami menuju ke arah embung. Embung ini cukup luas dan berada di tengah-tengah taman. Airnya tenang dan dikelilingi oleh pepohonan rindang serta beberapa bangku taman untuk bersantai. Kami duduk sejenak, menikmati suasana sambil menyantap sisa jajanan yang tadi dibeli. Suasana terasa tenang, sejuk, dan penuh kedamaian, cocok untuk melepas penat setelah seminggu penuh aktivitas.

Fasilitas di kebun kampus Unila ini patut diacungi jempol. Selain bersih dan tertata, area parkirnya juga gratis. Tidak ada biaya parkir baik di dekat jajanan maupun di area taman rusa, yang membuat pengunjung merasa lebih leluasa dan nyaman. Akses jalannya juga mudah, baik untuk yang datang dengan motor maupun mobil. Hal ini tentunya menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan di tempat wisata serupa di tengah kota.

Aktivitas yang paling berkesan adalah ketika anak kami mencoba berinteraksi langsung dengan rusa. Ia mencoba meniru suara rusa, menirukan gaya berjalan mereka, bahkan sempat mengajak bicara seolah rusa itu bisa diajak mengobrol. Hal-hal sederhana seperti inilah yang menjadi kenangan tak ternilai bagi keluarga kecil kami. Kami sempat merekam beberapa momen itu sebagai dokumentasi untuk dikenang di kemudian hari.

Pengalaman mingguan ini juga menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu harus mahal. Cukup dengan lokasi yang nyaman, udara segar, dan suasana alam yang asri, waktu berkualitas bersama keluarga bisa terasa begitu menyenangkan. Unila berhasil menyulap area kampusnya menjadi tempat yang ramah keluarga dan penuh nilai edukatif, terutama untuk anak-anak yang ingin mengenal alam dan hewan lebih dekat.

Selain embung dan taman, banyak juga keluarga lain yang datang untuk piknik. Beberapa membawa tikar dan bekal sendiri dari rumah. Ada yang menggelar tikar di bawah pohon rindang sambil bercengkrama, ada juga yang bermain bola atau hanya sekadar duduk menikmati suasana. Semua tampak santai dan menikmati akhir pekan dengan cara mereka masing-masing. Tidak ada hiruk pikuk kota, hanya tawa dan kebersamaan.

Melihat betapa ramainya pengunjung yang datang setiap minggu, wajar jika tempat ini kini mulai dikenal luas, terutama oleh warga Bandar Lampung dan sekitarnya. Bahkan, aku sendiri merasa rugi karena baru benar-benar menikmati semua fasilitas yang tersedia di sini, padahal sudah beberapa kali berkunjung sebelumnya. Terutama bagian lokasi jajanan yang baru aku sadari keberadaannya kali ini.

Sebagai penutup perjalanan hari itu, kami sempat mengambil beberapa foto keluarga di depan embung. Latar belakang pohon hijau dan air tenang membuat hasil foto terlihat sejuk dan natural. Foto-foto ini nantinya akan kami cetak dan dijadikan kolase kecil untuk dipajang di ruang tamu rumah kami, sebagai pengingat bahwa momen sederhana bersama keluarga adalah hal paling berharga.

Jika kamu tinggal di Bandar Lampung atau sedang berkunjung ke kota ini, Kebun Kampus Unila bisa jadi pilihan ideal untuk melepas penat bersama keluarga. Selain gratis, tempat ini juga menawarkan pengalaman yang lengkap: edukasi, kuliner, alam, dan ketenangan. Pengalaman kami mungkin terdengar biasa, tapi justru dalam kesederhanaan itulah letak keistimewaannya.

Mengajak istri dan anak jalan-jalan ke taman setiap akhir pekan kini menjadi kebiasaan yang ingin aku jaga. Dan Kebun Kampus Unila, dengan segala kelebihan dan kenyamanannya, sepertinya akan terus menjadi tujuan utama kami. Bukan hanya karena rusa atau embungnya, tapi karena suasana dan kenangan yang selalu berhasil kami bawa pulang setiap kali berkunjung.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu