Daftar Isi 10 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, PT Hutama Karya (Persero) melakukan pemeliharaan jalan di tiga ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) sepanjang Oktober 2026. Perusahaan juga membangun akses baru berupa Exit Tol Mataram Jaya di Sumatera Selatan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Tiga ruas tol yang menjalani pemeliharaan meliputi Tol Binjai–Langsa, Tol Pekanbaru–Dumai atau Permai, serta Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung atau Terpeka. Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan perkerasan jalan dan penanganan sejumlah titik yang memerlukan pemeliharaan.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Hutama Karya, Hamdani, mengatakan perusahaan menjalankan pemeliharaan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan situasi lalu lintas. Selain menjaga kualitas infrastruktur, perusahaan mengutamakan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.
Dalam siaran pers pada Rabu (21/10/2026), Hamdani menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga kondisi jalan tol yang mereka kelola. Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan harus meminimalkan gangguan terhadap arus kendaraan.
Pemeliharaan Tiga Ruas Tol Trans-Sumatera
PT Hakaaston (HKA), anak usaha Hutama Karya yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemeliharaan aset infrastruktur transportasi, menangani pekerjaan di ketiga ruas tersebut. Setiap lokasi memiliki jenis pekerjaan dan target penyelesaian yang berbeda sesuai kebutuhan perbaikan.
Di Tol Binjai–Langsa, tim pemeliharaan menangani oprit Jembatan Batang Serangan pada sekitar KM 55+100 hingga KM 55+300. Pekerjaan ini menargetkan penyelesaian pada akhir November 2026.
Selain itu, HKA merekonstruksi perkerasan kaku atau rigid pavement di KM 62+900, Jalur A Lajur 1 dan 2. Perusahaan menargetkan pekerjaan tersebut selesai pada akhir Oktober 2026.
Sementara itu, pemeliharaan Tol Pekanbaru–Dumai berfokus pada perbaikan perkerasan lentur atau flexible pavement. Pekerjaan mencakup empat titik di Jalur A Lajur 2 yang memiliki rentang kilometer berbeda.
- KM 91+240 hingga KM 91+625.
- KM 91+800 hingga KM 92+000.
- KM 94+793 hingga KM 94+826.
- KM 101+720 hingga KM 101+740.
Hutama Karya menjadwalkan seluruh pekerjaan di Tol Pekanbaru–Dumai pada 16–28 Oktober 2026. Pengguna jalan perlu memperhatikan rambu dan kondisi lalu lintas selama melintasi titik pemeliharaan tersebut.
Rekonstruksi Jalan di Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung
Di ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Hutama Karya merekonstruksi perkerasan kaku pada empat titik di Jalur A Lajur 1. Pekerjaan ini juga berlangsung pada 16–28 Oktober 2026.
Berikut empat lokasi rekonstruksi yang menjadi bagian dari program pemeliharaan tersebut.
- KM 172+315 hingga KM 172+325.
- KM 165+615 hingga KM 165+620.
- KM 174+260 hingga KM 174+270.
- KM 165+450 hingga KM 165+460.
Rekonstruksi perkerasan kaku bertujuan menangani bagian jalan yang memerlukan perbaikan. Dengan demikian, pemeliharaan berkala menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas infrastruktur dan mendukung perjalanan pengguna tol.
Namun, pengguna jalan tetap perlu menyesuaikan kecepatan ketika mendekati lokasi pekerjaan. Selain memperhatikan rambu, pengendara sebaiknya menjaga jarak aman agar dapat mengantisipasi perubahan kondisi lalu lintas.
Exit Tol Mataram Jaya Dibangun di Sumatera Selatan
Selain memelihara jalan, Hutama Karya membangun akses baru berupa Exit Tol Mataram Jaya pada KM 274 ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung. Perusahaan juga membangun barrier gate di KM 281 pada ruas yang sama.
Akses baru tersebut diharapkan mempermudah perjalanan masyarakat dari dan menuju Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kehadiran pintu keluar tol ini juga berpotensi mendukung kelancaran perjalanan masyarakat yang beraktivitas di wilayah sekitar.
Di sisi lain, peningkatan konektivitas jalan tol dapat membantu pergerakan barang menuju berbagai tujuan. Karena itu, akses baru tersebut diharapkan ikut mendukung kegiatan perdagangan, distribusi logistik, dan perekonomian daerah.
Meski begitu, pembangunan akses baru masih berlangsung. Pengguna jalan perlu mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku sampai pekerjaan selesai dan akses tersebut siap beroperasi sesuai ketentuan.
Rekayasa Lalu Lintas Berlaku di Area Pembangunan
Selama pembangunan Exit Tol Mataram Jaya, Hutama Karya memberlakukan penyempitan jalur kendaraan di KM 282 hingga KM 280 untuk arus dari Palembang menuju Lampung. Pengaturan ini memengaruhi ruang gerak kendaraan yang melintasi area pekerjaan.
Oleh karena itu, pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika memasuki kawasan tersebut. Pengguna jalan juga harus mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta mengikuti rambu dan arahan petugas di lapangan.
Hamdani menjelaskan bahwa perusahaan memasang rambu peringatan dan perlengkapan keselamatan kerja. Selain itu, Hutama Karya menyiagakan petugas untuk membantu mengatur arus kendaraan dan menjaga keamanan selama pekerjaan berlangsung.
Pengendara sebaiknya mempersiapkan perjalanan dengan memperhitungkan kemungkinan perubahan arus lalu lintas. Selanjutnya, pengemudi perlu menghindari manuver mendadak ketika mendekati penyempitan jalur atau kendaraan lain yang melambat di sekitar lokasi pekerjaan.
Pemeliharaan dan Akses Baru Dukung Konektivitas
Hutama Karya menempatkan pemeliharaan berkala dan pembangunan akses baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan Jalan Tol Trans-Sumatera. Kedua pekerjaan tersebut memiliki peran berbeda, tetapi sama-sama mendukung kelancaran perjalanan dan konektivitas antardaerah.
Pemeliharaan membantu menjaga kondisi fisik jalan, sedangkan akses baru dapat memperluas pilihan perjalanan bagi masyarakat di sekitar jaringan tol. Dengan demikian, manfaat JTTS tidak hanya berkaitan dengan perjalanan antarkota, tetapi juga akses menuju pusat kegiatan ekonomi daerah.
Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada penyelesaian pekerjaan, kesiapan fasilitas, dan penerapan standar keselamatan. Masyarakat perlu menunggu informasi resmi mengenai perkembangan pembangunan sebelum mengandalkan Exit Tol Mataram Jaya sebagai akses perjalanan.
Hamdani menegaskan bahwa Hutama Karya terus menjaga kualitas layanan melalui pemeliharaan yang berkelanjutan. Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan akses baru menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat konektivitas JTTS dan mendukung aktivitas perekonomian daerah.
Bagi pengguna jalan, informasi mengenai lokasi dan jadwal pekerjaan menjadi hal penting sebelum melakukan perjalanan. Sementara itu, kepatuhan terhadap rambu dan petunjuk petugas membantu menjaga keselamatan bersama selama proses pemeliharaan dan pembangunan berlangsung.
FAQ Pemeliharaan Tol Trans-Sumatera
Ruas Tol Trans-Sumatera mana saja yang menjalani pemeliharaan?
Hutama Karya melakukan pemeliharaan di Tol Binjai–Langsa, Tol Pekanbaru–Dumai, dan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung.
Kapan pekerjaan di Tol Pekanbaru–Dumai berlangsung?
Pekerjaan perbaikan perkerasan lentur di empat titik Tol Pekanbaru–Dumai dijadwalkan berlangsung pada 16–28 Oktober 2026.
Di mana lokasi Exit Tol Mataram Jaya?
Hutama Karya membangun Exit Tol Mataram Jaya di KM 274 ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung, Sumatera Selatan. Akses ini diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dari dan menuju Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Apa yang perlu diperhatikan pengendara selama pembangunan?
Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, memperhatikan rambu peringatan, dan mengikuti arahan petugas. Penyempitan jalur berlaku di KM 282 hingga KM 280 arah Palembang menuju Lampung selama pembangunan berlangsung.
Pada akhirnya, pemeliharaan jalan dan pembangunan Exit Tol Mataram Jaya menjadi bagian dari pengembangan jaringan Tol Trans-Sumatera. Masyarakat dapat mendukung kelancaran pekerjaan dengan mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat melintasi area proyek.




