Daftar Isi 6 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat perannya dalam menghubungkan investor global dengan peluang bisnis di Indonesia. Melalui kolaborasi bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, BRI juga membuka peluang bagi korporasi nasional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam forum A Taste of Harmony: From Global Partnership to Local Impact yang mempertemukan pelaku bisnis, perwakilan diplomatik, dan pemangku kepentingan investasi. Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan internasional serta menjajaki peluang kerja sama yang mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya menegaskan kesiapan perseroan untuk menjadi mitra strategis bagi investor global. BRI mengandalkan pemahaman terhadap pasar domestik, jaringan bisnis yang luas, serta kapabilitas perbankan internasional untuk mendukung kebutuhan perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Dalam forum tersebut, BRI menyoroti pentingnya menghubungkan investasi asing dengan potensi ekonomi nasional. Melalui layanan perbankan yang terintegrasi, perseroan ingin membantu investor menjalankan kegiatan usaha sekaligus memperluas keterlibatan perusahaan lokal dan UMKM dalam rantai pasok industri.
BRI Perkuat Kemitraan Investasi Global
Riko menjelaskan bahwa investasi internasional memiliki peluang untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih luas. Masuknya modal asing dapat mendorong peningkatan investasi dan produktivitas, pengembangan kapasitas industri, serta penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, kemitraan dengan perusahaan internasional membuka kesempatan bagi pelaku usaha nasional untuk meningkatkan kapasitas bisnis. UMKM juga berpeluang mengambil bagian dalam rantai pasok industri dan memperluas jangkauan produknya ke pasar luar negeri.
“Melalui semangat Satu Bank untuk Semua, BRI berupaya menghubungkan peluang investasi global dengan potensi ekonomi nasional melalui solusi pembiayaan, layanan transaksi, dan jaringan bisnis yang terintegrasi. Kami ingin memastikan bahwa dukungan perbankan tidak hanya menjawab kebutuhan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, tetapi juga membantu memperkuat keterhubungan antara investor, perusahaan nasional, dan UMKM dalam rantai pasok industri,” ujar Riko dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu (21/10/2026).
Karena itu, BRI memandang kemitraan internasional sebagai peluang untuk memperkuat hubungan antara investor asing dan pelaku usaha dalam negeri. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan manfaat yang tidak hanya dirasakan perusahaan besar, tetapi juga pemasok, distributor, dan UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekonomi.
FDI Services Dukung Kebutuhan Investor Asing
Untuk mendukung investor asing yang ingin memulai atau mengembangkan usaha di Indonesia, BRI mengoptimalkan layanan melalui pendekatan Foreign Direct Investment (FDI) Services. Layanan ini dirancang untuk membantu kebutuhan perbankan investor sejak tahap awal penjajakan hingga pelaksanaan dan pengembangan kegiatan usaha.
Melalui pendekatan tersebut, BRI membantu investor mengidentifikasi kebutuhan perbankan dan menghubungkannya dengan solusi yang relevan. Namun, setiap layanan tetap mengikuti persyaratan, ketentuan, dan penilaian kelayakan yang berlaku bagi masing-masing nasabah.
FDI Services mencakup sejumlah kebutuhan utama perusahaan, mulai dari pembukaan rekening hingga pengelolaan transaksi. Berikut beberapa dukungan perbankan yang dapat dijajaki investor melalui layanan tersebut:
- Pembukaan rekening perusahaan: mendukung kebutuhan operasional perusahaan sesuai persyaratan yang berlaku.
- Cash management: membantu perusahaan mengelola penerimaan, pembayaran, dan arus kas secara lebih terstruktur.
- Transaksi lintas negara: mendukung transfer dana internasional sesuai koridor transaksi dan ketentuan yang berlaku.
- Layanan treasury: membantu memenuhi kebutuhan transaksi valuta asing dan pengelolaan risiko keuangan sesuai produk serta fasilitas yang tersedia.
- Solusi pembiayaan: membuka peluang dukungan modal kerja maupun investasi berdasarkan kebutuhan bisnis, profil risiko, dan hasil analisis kelayakan kredit.
Selain menyediakan layanan transaksi, BRI juga berupaya mengoordinasikan berbagai kebutuhan keuangan investor. Dengan demikian, perusahaan dapat menjajaki solusi yang sesuai untuk mendukung operasional, pengelolaan keuangan, dan rencana ekspansi bisnisnya di Indonesia.
Pendekatan ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai mitra perbankan bagi perusahaan yang ingin membangun usaha baru atau memperluas kegiatan bisnis di pasar domestik. Meski begitu, akses terhadap produk dan fasilitas tertentu tetap bergantung pada persyaratan serta hasil penilaian bank.
One BRI Solution dan QLola Perkuat Layanan Terintegrasi
BRI juga menghadirkan One BRI Solution sebagai pendekatan layanan keuangan terintegrasi. Solusi ini mencakup pembiayaan, pengelolaan transaksi, serta dukungan perbankan bagi keseluruhan ekosistem bisnis.
Ekosistem tersebut meliputi perusahaan utama beserta pemasok, distributor, pelanggan, dan karyawan. Melalui pendekatan ini, BRI berupaya memperkuat keterhubungan antarpelaku usaha agar aktivitas keuangan dan transaksi bisnis dapat berjalan lebih terkoordinasi.
Selain itu, BRI memperkuat layanan korporasi melalui platform digital QLola by BRI. Platform ini memungkinkan nasabah korporasi mengelola berbagai kebutuhan transaksi dan keuangan bisnis secara lebih praktis dan terintegrasi.
Kombinasi layanan perbankan dan platform digital tersebut menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Di sisi lain, pemahaman terhadap karakteristik pasar domestik dan jaringan internasional membantu BRI menghubungkan investor dengan peluang usaha di Indonesia.
Melalui integrasi tersebut, BRI ingin membantu perusahaan mengelola kebutuhan keuangan sekaligus memperkuat hubungan bisnis dengan mitra lokal. Keterlibatan pemasok dan UMKM dalam ekosistem perusahaan juga berpotensi membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional.
BRI dan BKPM Luncurkan Panduan Investasi
Sebagai pelengkap dukungan bagi investor, BRI bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga meluncurkan investment guidebook. Panduan ini menjadi referensi bagi investor untuk memahami peluang serta proses investasi di Indonesia.
Kehadiran panduan tersebut melengkapi pendekatan layanan perbankan yang BRI tawarkan melalui FDI Services. Investor dapat memperoleh referensi mengenai peluang investasi, kemudian menjajaki kebutuhan perbankan yang relevan dengan rencana kegiatan usahanya.
Sementara itu, sinergi antara BRI dan kementerian terkait mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menarik investasi internasional. Upaya tersebut menghubungkan promosi peluang investasi dengan dukungan operasional yang dibutuhkan perusahaan saat menjalankan bisnis di Indonesia.
Meski demikian, realisasi peluang investasi tetap bergantung pada keputusan investor, kondisi pasar, dan kelayakan setiap rencana bisnis. Karena itu, akses terhadap informasi, jaringan mitra, serta layanan perbankan menjadi bagian penting dalam mendukung proses tersebut.
Forum Internasional Hadirkan Perwakilan 14 Negara
Forum A Taste of Harmony: From Global Partnership to Local Impact berlangsung di Wisma Habibie Ainun, Jakarta. Acara ini mempertemukan jajaran direksi BRI, para duta besar, perwakilan Kementerian Luar Negeri, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Selain perwakilan pemerintah dan kalangan diplomatik, forum ini melibatkan berbagai asosiasi bisnis dan kamar dagang internasional. Di antaranya American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham), European Business Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham), dan British Chamber of Commerce in Indonesia (BritCham).
Mengusung semangat “Connecting Global Opportunities, Empowering Indonesia, Delivering Impact”, forum tersebut menghadirkan Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, serta Direktur Commercial Banking BRI Alexander Dippo Paris Y.
Pertemuan ini juga melibatkan perwakilan dari 14 negara. Beberapa di antaranya berasal dari Belanda, Australia, Irlandia, Thailand, Qatar, Jerman, Vietnam, dan Italia.
Dari jajaran diplomatik Indonesia, hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Belgia, Uni Emirat Arab, dan Vietnam. Perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia di India, Jepang, dan China turut menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan itu membuka ruang dialog mengenai peluang kemitraan internasional dan pengembangan bisnis di Indonesia. Selain mempertemukan investor dengan pelaku usaha, forum tersebut juga memperkuat komunikasi antara sektor perbankan, pemerintah, dan komunitas bisnis global.
BRI Dorong Investasi yang Berdampak bagi Ekonomi Nasional
BRI menargetkan agar peluang kerja sama internasional dapat berlanjut menjadi kegiatan usaha yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Untuk mendukung tujuan tersebut, perseroan akan terus mengoptimalkan kapabilitas layanan dan jaringan yang dimilikinya.
Riko menilai sinergi antara diplomasi ekonomi, investasi, dan layanan perbankan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kerja sama tersebut perlu menghubungkan kepentingan investor dengan potensi serta kebutuhan pelaku usaha di dalam negeri.
Pada akhirnya, keberhasilan kemitraan investasi tidak hanya bergantung pada masuknya modal asing. Penguatan kapasitas industri, penciptaan lapangan kerja, dan keterlibatan UMKM juga menjadi aspek penting agar manfaat investasi dapat menjangkau lebih banyak pihak.
Melalui FDI Services, One BRI Solution, QLola by BRI, serta kolaborasi dengan pemerintah dan mitra internasional, BRI berupaya memperkuat dukungan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Indonesia. Langkah tersebut sekaligus membuka peluang bagi perusahaan nasional dan UMKM untuk terhubung dengan ekosistem bisnis global.




