Daftar Isi 5 bagian
JayaPurnama.com – Jakarta, Changan Deepal S05 REEV menunjukkan potensi efisiensi kendaraan elektrifikasi melalui hasil pengujian konsumsi bahan bakar sebesar 4,3 liter per 100 kilometer. Angka tersebut setara dengan sekitar 23,2 kilometer per liter dalam kegiatan uji berkendara bersama rekan media.
SUV listrik dengan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) ini menawarkan pendekatan berbeda untuk menjawab kekhawatiran pengemudi mengenai jarak tempuh kendaraan listrik. Teknologi tersebut memungkinkan motor listrik menggerakkan roda, sementara mesin bensin berkapasitas 1.500 cc bertugas menghasilkan listrik.
Selain menawarkan pengalaman berkendara khas mobil listrik, Changan Deepal S05 REEV memiliki jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 kilometer berdasarkan standar NEDC. Kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengemudi yang ingin melakukan perjalanan jauh tanpa terlalu bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Changan Deepal S05 REEV Tawarkan Efisiensi BBM
Hasil pengujian konsumsi bahan bakar menjadi salah satu daya tarik Changan Deepal S05 REEV. Kendaraan ini mencatat angka 4,3 liter per 100 kilometer atau sekitar 23,2 km/liter dalam kegiatan test drive bersama media.
Meski demikian, angka tersebut mencerminkan hasil pengujian dalam kondisi tertentu. Konsumsi bahan bakar aktual dapat berubah mengikuti kondisi jalan, kecepatan, gaya berkendara, beban kendaraan, serta tingkat daya baterai.
Teknologi REEV memungkinkan kendaraan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber penggerak utama. Karena itu, pengemudi tetap dapat merasakan karakter mobil listrik yang halus, senyap, dan responsif tanpa harus selalu mengandalkan pengisian baterai melalui SPKLU.
Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, menjelaskan bahwa perusahaan ingin menjawab kebutuhan konsumen yang tertarik pada mobil listrik, tetapi masih mempertimbangkan jarak perjalanan dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Menurutnya, teknologi REEV dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang membutuhkan fleksibilitas lebih besar saat berkendara ke luar kota. Dengan demikian, pengemudi memiliki pilihan mobilitas elektrifikasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan pengisian daya di sepanjang perjalanan.
Cara Kerja Teknologi REEV pada Deepal S05
REEV merupakan singkatan dari Range Extended Electric Vehicle atau kendaraan listrik dengan pemanjang jarak tempuh. Sistem ini menggabungkan penggerak listrik dengan mesin pembakaran internal yang berfungsi sebagai generator.
Pada Changan Deepal S05 REEV, motor listrik menggerakkan roda. Sementara itu, mesin bensin berkapasitas 1.500 cc menghasilkan listrik untuk mendukung suplai energi kendaraan dan pengisian daya baterai.
Konfigurasi tersebut berbeda dari mobil hibrida konvensional yang dapat mengandalkan mesin bensin untuk menggerakkan roda secara langsung. Pada sistem REEV yang dijelaskan untuk model ini, motor listrik tetap memegang peran utama dalam menggerakkan kendaraan.
Keberadaan generator berbahan bakar bensin membantu mengurangi kekhawatiran ketika daya baterai menipis dan pengemudi belum menemukan fasilitas pengisian daya. Namun, efisiensi aktual tetap bergantung pada kondisi perjalanan dan cara kerja sistem manajemen energi kendaraan.
Selain itu, karakter penggerak listrik memberikan respons tenaga yang halus. Pengemudi juga dapat menikmati pengalaman berkendara yang senyap, terutama ketika kendaraan bergerak dengan dukungan energi baterai.
Baterai LFP 27,28 kWh dan Jarak Tempuh Lebih dari 1.100 Km
Changan Deepal S05 REEV membawa baterai berteknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan kapasitas 27,28 kWh. Baterai tersebut mendukung perjalanan hingga 170 kilometer dalam mode listrik murni atau full EV.
Jarak tempuh listrik murni tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna untuk menjalankan aktivitas harian tanpa selalu mengaktifkan mesin bensin sebagai generator. Penggunaan energi listrik untuk perjalanan jarak pendek juga dapat membantu mengurangi kebutuhan bahan bakar, bergantung pada pola pemakaian kendaraan.
Di sisi lain, kemampuan jelajah gabungan yang mencapai lebih dari 1.100 kilometer berdasarkan standar NEDC menjadi keunggulan penting untuk perjalanan antarkota. Pengemudi dapat merencanakan perjalanan dengan lebih leluasa karena kendaraan memiliki dukungan generator berbahan bakar bensin.
Standar NEDC merupakan metode pengujian yang menghasilkan angka konsumsi energi dan jarak tempuh dalam kondisi terstandar. Oleh karena itu, hasil penggunaan di jalan raya dapat berbeda dari angka pengujian, terutama ketika pengemudi menghadapi kemacetan, perubahan elevasi, kecepatan tinggi, atau penggunaan pendingin udara secara intensif.
Meski begitu, kombinasi baterai dan generator memberikan pilihan pengelolaan energi yang lebih fleksibel. Pengemudi dapat memanfaatkan tenaga baterai untuk perjalanan harian, kemudian mengandalkan dukungan generator ketika membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.
Solusi untuk Mengatasi Kekhawatiran Jarak Tempuh Mobil Listrik
Kekhawatiran kehabisan daya sebelum mencapai tujuan atau range anxiety masih menjadi pertimbangan bagi sebagian calon pengguna kendaraan listrik. Selain jarak tempuh, keterbatasan persebaran SPKLU dan antrean pengisian daya juga dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan.
Situasi tersebut mendorong hadirnya teknologi elektrifikasi yang menawarkan lebih banyak fleksibilitas. Melalui REEV, Changan Deepal S05 berupaya menggabungkan pengalaman berkendara listrik dengan dukungan generator berbahan bakar bensin.
Sebagai contoh, pengemudi dapat mengisi daya baterai ketika menemukan SPKLU di rest area. Setelah itu, pengemudi dapat melanjutkan perjalanan dengan memanfaatkan energi listrik yang tersimpan di baterai.
Namun, ketika fasilitas pengisian daya belum tersedia, mesin bensin tetap dapat menghasilkan listrik untuk mendukung kebutuhan energi kendaraan. Mekanisme ini membantu pengemudi merencanakan perjalanan jauh tanpa harus selalu menjadikan lokasi SPKLU sebagai satu-satunya pertimbangan rute.
Walaupun demikian, pengguna tetap perlu memperhatikan konsumsi bahan bakar, kondisi baterai, dan ketersediaan fasilitas pengisian daya. Perencanaan perjalanan yang baik juga membantu pengemudi menjaga efisiensi energi selama perjalanan.
Apa Artinya bagi Pasar Kendaraan Elektrifikasi?
Kehadiran kendaraan REEV memperluas pilihan bagi konsumen yang ingin beralih ke mobilitas listrik, tetapi belum sepenuhnya nyaman dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Teknologi ini menawarkan pendekatan yang berbeda dari mobil listrik murni maupun kendaraan hibrida konvensional.
Hasil pengujian konsumsi bahan bakar Changan Deepal S05 REEV sebesar 23,2 km/liter menunjukkan potensi efisiensi yang menarik. Namun, konsumen perlu membandingkan hasil tersebut dengan kebutuhan perjalanan, biaya energi, serta pola penggunaan sehari-hari sebelum mengambil keputusan pembelian.
Selain itu, kapasitas baterai 27,28 kWh dan jarak tempuh listrik murni hingga 170 kilometer dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang rutin berkendara di dalam kota. Sementara itu, jarak tempuh gabungan lebih dari 1.100 kilometer menawarkan fleksibilitas tambahan untuk perjalanan yang lebih panjang.
Pada akhirnya, teknologi REEV menjadi salah satu pendekatan untuk menjembatani kebutuhan mobilitas listrik dengan kondisi infrastruktur yang belum merata. Keunggulan sebenarnya akan terlihat dari efisiensi dalam penggunaan nyata, biaya operasional, serta kesesuaian kendaraan dengan kebutuhan setiap pengemudi.




