Daftar Isi 4 bagian
Jayapurnama.com – Produksi HBM NVIDIA memasuki babak baru setelah Samsung Electronics menyetujui penggunaan proses 3 nanometer milik TSMC untuk membuat chip dasar memori generasi terbaru perusahaan pembuat chip grafis itu. Kesepakatan tersebut menandai kerja sama Samsung dan TSMC pada tahap produksi memori untuk pertama kalinya.
Permintaan itu datang dari NVIDIA, yang menginginkan para pemasok memori mengikuti standar produksi tertentu untuk NVHBM. Menurut laporan Seoul Economic Daily yang dikutip Reuters pada 19 Oktober 2026, Samsung telah menyetujui persyaratan tersebut setelah melakukan kajian internal.
Standar baru untuk produksi HBM NVIDIA
NVIDIA meminta Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology menggunakan proses TSMC untuk membuat bagian dasar NVHBM. Perusahaan itu juga meminta penggunaan teknologi DRAM generasi keenam pada bagian inti memori.
NVHBM diperkenalkan pada Agustus. Rancangannya memasukkan pengendali memori buatan NVIDIA ke dalam chip dasar. Dengan pendekatan itu, standar penerapan memori dapat dibuat seragam di antara para pemasok.
Penggunaan proses TSMC pada bagian dasar tidak berarti seluruh produksi HBM Samsung berpindah ke perusahaan Taiwan tersebut. Samsung tetap akan memakai jalur produksinya sendiri untuk HBM standar dan produk khusus yang dibuat bagi pelanggan lain.
Samsung juga masih mengevaluasi kemampuan fasilitas pengecoran chip miliknya. Perusahaan mempertimbangkan produksi chip dasar NVHBM sendiri jika permintaan melampaui kapasitas yang bisa disediakan TSMC.
Mengapa chip dasar menjadi perhatian
HBM, atau high-bandwidth memory, adalah memori yang dirancang untuk mengirimkan data dalam jumlah besar dengan cepat. Komponen ini menjadi bagian penting dari sistem komputasi AI karena prosesor membutuhkan pasokan data yang deras agar dapat bekerja optimal.
HBM tersusun dari beberapa lapisan chip memori yang ditumpuk dan dihubungkan dalam satu kemasan rapat dengan chip utama. Susunan tersebut memperpendek jarak perpindahan data. Karena itu, HBM dapat membantu meningkatkan kecepatan transfer sekaligus mengurangi kebutuhan perjalanan data yang lebih jauh.
Chip dasar memegang peran tersendiri dalam struktur tersebut. Dalam rancangan NVHBM, komponen itu juga menjadi tempat NVIDIA mengintegrasikan pengendali memori buatannya. Maka, standar yang ditetapkan untuk chip dasar bisa memengaruhi keseragaman produk dari berbagai pemasok.
Untuk sistem AI, kecepatan pemrosesan saja tidak cukup. Prosesor harus menerima data dengan cepat agar tidak menghabiskan waktu menunggu. Jika aliran data tertahan, kemampuan komputasi yang besar pun tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya.
Pasokan HBM menjadi faktor penting bagi AI
Permintaan HBM meningkat seiring penggunaan chip untuk kecerdasan buatan. Komponen ini mendukung pemindahan data dalam volume tinggi yang diperlukan untuk mengolah model dan beban kerja AI. Karena itu, ketersediaan memori ikut menentukan seberapa lancar perusahaan membangun sistem komputasi mereka.
Ketika pasokan tidak mencukupi, perusahaan yang membutuhkan chip AI juga harus memperhitungkan ketersediaan HBM yang menyertainya. Dengan demikian, produksi memori tidak berdiri sendiri sebagai urusan pemasok, tetapi terhubung langsung dengan kemampuan pelanggan menjalankan proyek komputasi.
Produsen HBM komersial saat ini terbatas pada Samsung, SK Hynix, dan Micron. Ketergantungan pada sejumlah kecil pemasok membuat kapasitas dan kelancaran produksi mereka penting bagi industri yang memakai chip AI.
Di tengah situasi tersebut, NVIDIA dapat menetapkan persyaratan teknis kepada pemasoknya. Permintaan untuk memakai proses TSMC pada chip dasar NVHBM menunjukkan bahwa pelanggan besar dapat mendorong penyesuaian dalam rantai pasok, termasuk di perusahaan yang memiliki kemampuan produksi sendiri.
Kolaborasi dengan pesaing, pilihan bisnis Samsung
Samsung dan TSMC bersaing di industri semikonduktor. Namun, keputusan Samsung menggunakan proses TSMC untuk satu bagian produk memperlihatkan bahwa pertimbangan memenuhi kebutuhan pelanggan dapat melampaui persaingan langsung dalam produksi.
Bagi Samsung, persetujuan itu membuka jalan untuk mengikuti spesifikasi yang diminta NVIDIA tanpa mengubah seluruh strategi produksi memorinya. Perusahaan tetap mempertahankan jalur sendiri untuk produk HBM standar dan kebutuhan khusus pelanggan lain.
Pilihan tersebut juga memberi Samsung ruang untuk menilai langkah berikutnya. Jika permintaan NVHBM tumbuh melebihi kapasitas yang tersedia di TSMC, perusahaan masih mengkaji apakah fasilitas pengecoran chipnya sendiri bisa mengambil peran dalam pembuatan chip dasar.
Belum ada rincian dalam laporan mengenai volume produksi atau jadwal penerapan proses tersebut. Namun, keputusan Samsung menunjukkan bahwa standar pelanggan utama semakin berpengaruh terhadap cara pemasok merancang dan memproduksi komponen untuk AI.
Perkembangan ini menempatkan NVHBM sebagai bagian dari persaingan yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI. Selain mengejar kemampuan chip pemroses, perusahaan juga perlu memastikan komponen memori tersedia dan sesuai dengan rancangan sistem. Dalam rantai pasok tersebut, pilihan proses produksi chip dasar menjadi salah satu keputusan strategis bagi Samsung.




