Wuling Mini EV vs Air EV, Apa Saja Perbedaannya?

Jaya Purnama

JAYAPURAJayapurnama.com – Perbandingan Wuling Mini EV vs Air EV menjadi perhatian setelah hadirnya model baru yang mengusung konsep mobil listrik perkotaan. Meski sekilas tampak serupa, keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang layak dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli kendaraan listrik.

Kemunculan Wuling Mini EV menambah pilihan bagi masyarakat yang menginginkan kendaraan listrik berukuran kompak. Kehadirannya juga memunculkan pertanyaan mengenai posisi mobil tersebut dibandingkan Air EV yang lebih dulu dipasarkan di Indonesia.

Melihat spesifikasi yang tersedia, kedua mobil listrik ini memang dibangun dengan filosofi yang sama. Namun, sejumlah penyempurnaan dilakukan sehingga masing-masing memiliki karakter yang berbeda sesuai kebutuhan konsumen.

Wuling Mini EV vs Air EV, Mana yang Berbeda?

Perbedaan paling mudah terlihat berada pada proses pengisian daya. Wuling Mini EV menawarkan waktu pengisian AC yang lebih singkat dibandingkan Air EV.

Untuk varian baterai kecil, Mini EV membutuhkan sekitar 4,8 jam hingga penuh. Sementara varian baterai yang lebih besar memerlukan sekitar 7,2 jam. Sebaliknya, Air EV membutuhkan sekitar 8,5 jam menggunakan pengisian AC.

Keunggulan ini membuat Mini EV lebih praktis bagi pengguna yang mengisi baterai di rumah dan menginginkan waktu tunggu lebih singkat.

Dimensi Ban dan Kaki-kaki

Perbedaan berikutnya terdapat pada sektor kaki-kaki. Wuling Mini EV menggunakan ban berukuran 155/70 R13 sehingga tampil lebih besar dibandingkan Air EV yang memakai ban 145/70 R12.

Kedua mobil sama-sama menggunakan suspensi depan MacPherson. Namun, konfigurasi suspensi belakang memiliki sedikit perbedaan. Mini EV menggunakan three-link, sedangkan Air EV mengusung multi-link.

Pada sistem pengereman, keduanya sama-sama memakai rem cakram di depan dan tromol di belakang pada sebagian besar variannya. Beberapa tipe tertinggi Mini EV bahkan sudah menggunakan rem cakram di keempat roda.

Perbedaan ukuran ban tersebut dapat memberikan karakter berkendara yang sedikit berbeda, terutama saat melewati jalan perkotaan yang tidak selalu mulus.

Fitur yang Ditawarkan

Baik Wuling Mini EV maupun Air EV menawarkan fitur modern sesuai kelasnya.

Mini EV pada varian tertinggi menghadirkan rem parkir elektronik, lampu follow-me-home, serta pengaturan jadwal pengisian baterai melalui aplikasi dan head unit.

Sementara Air EV varian Pro 300 dibekali rem parkir elektronik, keyless entry, kamera belakang, Vehicle Stability Control (VSC), serta tambahan airbag penumpang.

Perbedaan fitur tersebut menunjukkan bahwa masing-masing model memiliki keunggulan tersendiri sesuai kebutuhan pengguna.

Filosofi Desain yang Masih Serupa

Walaupun terdapat sejumlah perbedaan, kedua kendaraan listrik ini tetap berasal dari konsep pengembangan yang hampir sama.

Keduanya menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD), motor listrik berkekuatan sekitar 30 kW, serta baterai berteknologi Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang dikenal memiliki daya tahan baik.

Air EV dikembangkan dengan proporsi bodi yang lebih pendek namun lebih tinggi sehingga memberikan ruang kabin yang lega. Sementara Mini EV tampil dengan ukuran ban lebih besar dan waktu pengisian baterai yang lebih cepat.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Wuling mencoba menghadirkan dua pilihan berbeda untuk memenuhi kebutuhan konsumen di segmen mobil listrik perkotaan.

Layakkah Beralih ke Wuling Mini EV?

Dari sudut pandang konsumen, kehadiran Mini EV memberikan alternatif menarik tanpa menghilangkan daya tarik Air EV.

Bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi waktu pengisian baterai, ukuran ban lebih besar, serta beberapa fitur tambahan, Mini EV memiliki nilai lebih.

Namun, Air EV tetap menjadi pilihan menarik berkat rekam jejaknya di pasar Indonesia serta fitur keselamatan yang sudah cukup lengkap pada varian tertinggi.

Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan mobilitas, anggaran, serta preferensi masing-masing calon pembeli.

Kesimpulan

Perbandingan Wuling Mini EV vs Air EV memperlihatkan bahwa kedua mobil listrik ini memiliki banyak kesamaan, tetapi juga menawarkan karakter yang berbeda. Mini EV unggul pada kecepatan pengisian daya dan ukuran ban yang lebih besar, sedangkan Air EV tetap kompetitif melalui fitur keselamatan serta pengalaman penggunaan yang telah terbukti di pasar Indonesia. Kehadiran dua model ini sekaligus memperluas pilihan kendaraan listrik bagi masyarakat yang menginginkan mobil praktis, efisien, dan ramah lingkungan.

FAQ

Apa perbedaan utama Wuling Mini EV dan Air EV?

Perbedaan utama terletak pada waktu pengisian baterai, ukuran ban, konfigurasi suspensi belakang, serta beberapa fitur yang tersedia di masing-masing varian.

Apakah Wuling Mini EV lebih cepat diisi dayanya?

Ya. Pengisian AC pada Mini EV membutuhkan sekitar 4,8 hingga 7,2 jam, sedangkan Air EV sekitar 8,5 jam.

Apakah kedua mobil menggunakan baterai yang sama?

Keduanya sama-sama menggunakan baterai berteknologi Lithium Ferro Phosphate (LFP).

Mana yang lebih cocok untuk penggunaan di kota?

Keduanya dirancang untuk mobilitas perkotaan. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan fitur, kenyamanan, dan preferensi masing-masing pengguna.

Apakah Air EV masih layak dibeli?

Masih layak, terutama bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik dengan fitur keselamatan lengkap dan sudah memiliki rekam jejak penggunaan di Indonesia.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referal Kredivo Terbaru 2026 Dapat Points sampai Rp 125 Ribu

Kode Referal Kredivo Terbaru 2026 Dapat Points sampai Rp 125 Ribu

Kunjungi Artikel