Daftar Isi 5 bagian
Jayapurnama.com – Windows 11 26H2 menggunakan RAM lebih sedikit daripada versi 25H2 dalam pengujian pada sebuah laptop dengan kapasitas memori 8GB. Perbedaan terlihat saat perangkat berada dalam kondisi idle maupun ketika menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
Cale Hunt dari Windows Central membandingkan kedua versi tersebut pada Acer Swift Air 14. Hasilnya memberi gambaran tentang dampak pembaruan pada satu perangkat nyata, meski belum tentu mencerminkan kinerja semua laptop Windows.
Pengujian Windows 11 26H2 pada laptop RAM 8GB
Acer Swift Air 14 yang digunakan memakai prosesor Intel Core 5 320, RAM LPDDR5x 8GB, serta SSD NVMe PCIe 3.0 berkapasitas 512GB. Pengujian berlangsung menggunakan Windows 11 25H2 build 26200.7019, lalu diulang setelah sistem diperbarui ke Windows 11 26H2 build 26300.9711.
Agar perbandingan lebih setara, page file tetap pada ukuran 4.524MB dan perangkat hanya dipasangi driver yang diperlukan. Profil daya juga diatur ke Best Performance. Dengan pengaturan tersebut, perbedaan hasil lebih mudah dikaitkan dengan perubahan versi Windows, meski pengujian ini tetap terbatas pada satu laptop.
Hunt mengukur pemakaian memori dalam tiga situasi: laptop tanpa aplikasi tambahan, pemakaian sehari-hari, dan beban yang lebih berat. Ketiga skenario itu memperlihatkan bagaimana kebutuhan RAM berubah saat jumlah aplikasi dan tab bertambah.
Penggunaan RAM saat idle turun 1,2GB
Pengujian pertama dilakukan sekitar 10 menit setelah laptop dinyalakan, tanpa membuka aplikasi tambahan. Windows 11 25H2 memakai RAM 5,3GB, sedangkan 26H2 menggunakan 4,1GB. Selisihnya mencapai 1,2GB dalam kondisi tersebut.
Ruang memori yang tersedia ikut bertambah dari 2,3GB pada 25H2 menjadi 3,5GB pada 26H2. Sementara itu, committed memory tercatat 4,7GB pada versi lama dan 4,4GB pada versi baru. Jadi, penghematan terbesar dalam pengukuran idle terlihat pada RAM yang digunakan dan memori yang masih tersedia.
Angka ini penting bagi perangkat dengan kapasitas terbatas. Sistem yang memakai lebih sedikit memori saat belum menjalankan aplikasi memberi ruang lebih besar bagi program yang dibuka pengguna. Namun, hasil idle saja belum cukup untuk memastikan seberapa nyaman laptop dipakai dalam pekerjaan sehari-hari.
Multitasking harian memakai lebih sedikit memori
Dalam skenario berikutnya, Hunt membuka 10 tab Microsoft Edge yang berisi situs seperti YouTube, Gmail, Reddit, dan Amazon. Word, Slack, serta Spotify juga berjalan bersamaan. Kombinasi ini menggambarkan penggunaan beberapa layanan dan aplikasi produktivitas dalam satu waktu.
Pada Windows 11 25H2, pemakaian RAM mencapai 7GB. Setelah pembaruan ke 26H2, angkanya turun menjadi 6,6GB. Selisih penggunaan RAM fisik memang lebih kecil daripada saat laptop idle, tetapi memori tersedia meningkat dari 563MB menjadi 1.018MB.
Committed memory juga turun dari 12,2GB menjadi 10,4GB dalam skenario yang sama. Angka committed memory menunjukkan kebutuhan memori yang dijanjikan kepada aplikasi dan sistem, bukan sekadar jumlah RAM fisik yang sedang terpakai. Karena itu, penurunannya memberi gambaran tambahan mengenai beban memori pada konfigurasi pengujian ini.
Perubahan tersebut dapat membantu sistem memiliki lebih banyak ruang saat pengguna berpindah di antara tab dan aplikasi. Meski begitu, hasil ini tidak berarti setiap aplikasi akan terasa lebih cepat dalam semua kondisi. Kinerja juga bergantung pada jenis program, aktivitas yang dilakukan, dan perangkat yang digunakan.
Beban berat tetap menguji batas RAM 8GB
Untuk memberi beban lebih besar, Hunt menjalankan 20 tab Edge bersama Word, Excel, Spotify, Slack, Microsoft Store, Photos, File Explorer, dan GIMP. Dalam skenario ini, Windows 11 25H2 memakai RAM hingga 7,3GB, sementara 26H2 berada di 6,8GB.
Perbedaan lebih besar muncul pada committed memory. Versi 25H2 mencatat 15,2GB, sedangkan versi 26H2 mencatat 10,4GB. Kebutuhan yang melampaui kapasitas RAM fisik membuat Windows mengandalkan memori virtual pada penyimpanan. Aktivitas disk pun meningkat ketika sistem memindahkan data untuk mengelola beban tersebut.
Windows 11 26H2 juga menunjukkan lonjakan penggunaan disk, terutama saat berpindah antar aplikasi dan tab. Namun, aktivitas itu tidak separah yang terlihat pada 25H2 dalam pengujian Hunt. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penghematan memori tidak menghilangkan seluruh tekanan ketika banyak aplikasi berjalan bersamaan.
Dengan RAM 8GB, beban seperti ini tetap dapat membuat laptop bekerja keras. Pengguna yang menjalankan banyak program berat mungkin masih menjumpai jeda, terutama ketika sistem harus mengelola data melalui memori virtual. Versi Windows yang lebih efisien dapat mengurangi tekanan, tetapi tidak menambah kapasitas RAM fisik.
Efisiensi meningkat, tetapi kebutuhan pengguna berbeda
Secara keseluruhan, pengujian pada Acer Swift Air 14 menunjukkan pemakaian memori lebih rendah di Windows 11 26H2 pada ketiga skenario. Dampak paling besar terlihat saat idle, sementara pengujian multitasking dan beban berat juga mencatat angka RAM yang lebih rendah dibandingkan 25H2.
Perlu diingat, pengujian ini membandingkan dua versi Windows pada satu model laptop dengan pengaturan yang dijaga tetap. Hasilnya berguna sebagai gambaran, tetapi tidak membuktikan bahwa semua perangkat akan memperoleh selisih yang sama. Perbedaan aplikasi, driver, dan kebiasaan penggunaan bisa memengaruhi pemakaian memori.
Bagi pemilik laptop RAM 8GB, efisiensi tambahan dapat memberi ruang bernapas, khususnya saat membuka beberapa aplikasi umum. Namun, pengguna yang rutin mengolah gambar, membuka banyak tab, atau menjalankan beragam program bersamaan tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan perangkatnya.
Temuan ini memperlihatkan bahwa pembaruan sistem dapat membawa perubahan pada pengelolaan memori, bukan hanya fitur yang terlihat di layar. Windows 11 26H2 tampak lebih hemat dalam pengujian tersebut, tetapi RAM 8GB tetap bukan jaminan semua beban kerja berjalan mulus.





