Jumat, 23 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Suahasil Lantik Astera Primanto Jadi Sekjen Kemenkeu

Oleh Jaya Purnama · 23/10/2026 · 3:57 pm
Suahasil Lantik Astera Primanto Jadi Sekjen Kemenkeu
Dukung
Daftar Isi 5 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta, Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi madya di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat (23/10). Dalam pelantikan tersebut, Astera Primanto Bhakti mendapat penugasan sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu menggantikan Robert Leonard Marbun.

Selain Astera, Suahasil juga melantik empat pejabat lain untuk mengisi sejumlah posisi strategis di lingkungan kementerian. Mereka terdiri atas Tri Budhianto, Nufransa Wira Sakti, Neilmaldrin Noor, dan Hidayat Amir.

Suahasil menjelaskan bahwa pelantikan ini menjadi bagian dari upaya Kemenkeu untuk terus beradaptasi dan memperkuat organisasi. Menurutnya, pergantian kepemimpinan juga menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan pengabdian di lingkungan kementerian.

“Momentum ini menjadi saat melihat estafet kepemimpinan untuk menjaga dan meneruskan legacy pengabdian kita semua,” ujar Suahasil dalam sambutannya pada acara pelantikan.

Astera Primanto Bhakti Menjadi Sekjen Kemenkeu

Penunjukan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal menjadi salah satu perubahan penting dalam susunan pejabat pimpinan tinggi madya Kemenkeu. Posisi ini memiliki peran strategis dalam mendukung koordinasi administrasi dan pelaksanaan tugas organisasi kementerian.

Astera menggantikan Robert Leonard Marbun yang sebelumnya menjabat Sekretaris Jenderal Kemenkeu. Robert memperoleh jabatan tersebut melalui pelantikan oleh Menteri Keuangan periode 2025–2026, Purbaya Yudhi Sadewa, pada 27 Maret 2026.

Pergantian ini menandai perubahan kepemimpinan pada salah satu posisi penting di lingkungan Kemenkeu. Namun, Suahasil menekankan pentingnya kesinambungan pengabdian agar pergantian pejabat tetap mendukung penguatan organisasi.

Dengan demikian, penugasan Astera berlangsung dalam konteks upaya kementerian menyesuaikan organisasi dan meneruskan pekerjaan yang telah berjalan. Kelancaran koordinasi antarsatuan kerja menjadi salah satu aspek penting dalam menjalankan fungsi kementerian.

Daftar Lima Pejabat Kemenkeu yang Dilantik

Selain menetapkan Astera sebagai Sekretaris Jenderal, Suahasil melantik empat pejabat lainnya untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi madya dan staf ahli. Berikut susunan pejabat yang tercantum dalam daftar pelantikan:

  1. Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu.
  2. Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan.
  3. Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
  4. Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak.
  5. Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.

Kelima pejabat tersebut menempati posisi dengan lingkup tugas yang berbeda. Sekretaris Jenderal mendukung koordinasi administrasi kementerian, sedangkan Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menangani bidang yang berkaitan dengan pengelolaan perbendaharaan serta hubungan keuangan pusat dan daerah.

Sementara itu, dua posisi staf ahli berfokus pada bidang pengawasan pajak serta ekonomi makro dan keuangan internasional. Perbedaan lingkup tersebut menunjukkan beragam fungsi yang perlu berjalan secara terkoordinasi dalam mendukung pekerjaan Kemenkeu.

Suahasil Tekankan Adaptasi dan Estafet Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Suahasil menempatkan pelantikan sebagai momentum untuk memperkuat organisasi. Ia menyoroti pentingnya estafet kepemimpinan agar para pejabat dapat menjaga dan meneruskan pengabdian di lingkungan kementerian.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pergantian pejabat tidak hanya berkaitan dengan pengisian jabatan. Selain menempati posisi baru, para pejabat juga perlu menjaga kesinambungan pekerjaan dan mendukung kemampuan organisasi dalam menghadapi perubahan.

Di sisi lain, penguatan organisasi membutuhkan koordinasi antara pejabat pimpinan tinggi madya dan unit kerja terkait. Setiap pejabat memiliki tanggung jawab sesuai bidangnya, sehingga kerja sama antarfungsi menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kementerian.

Meski demikian, informasi pelantikan yang tersedia belum merinci agenda kerja khusus bagi masing-masing pejabat setelah menerima penugasan. Karena itu, belum ada dasar untuk menyimpulkan perubahan kebijakan tertentu hanya berdasarkan pergantian jabatan tersebut.

Peran Strategis Jabatan Baru di Kemenkeu

Susunan pejabat yang baru mencakup bidang administrasi kementerian, perbendaharaan, perimbangan keuangan, pengawasan pajak, serta analisis ekonomi makro dan keuangan internasional. Seluruh bidang tersebut memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan fungsi Kemenkeu.

Jabatan Sekretaris Jenderal, misalnya, berkaitan dengan dukungan manajemen dan koordinasi internal. Sementara itu, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menjalankan fungsi yang berkaitan dengan perbendaharaan negara, sedangkan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan menangani hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Selanjutnya, staf ahli membantu memberikan pertimbangan sesuai bidang keahliannya. Pengawasan pajak membutuhkan perhatian terhadap pelaksanaan fungsi perpajakan, sedangkan ekonomi makro dan keuangan internasional berkaitan dengan analisis kondisi ekonomi serta perkembangan keuangan lintas negara.

Dengan pembagian tugas tersebut, koordinasi dan kesinambungan kepemimpinan menjadi aspek penting bagi organisasi. Namun, dampak konkret dari pelantikan ini terhadap kebijakan dan kinerja kementerian baru dapat dinilai melalui perkembangan pelaksanaan tugas para pejabat berikutnya.

Pelantikan Jadi Bagian dari Penguatan Organisasi

Pelantikan pada Jumat (23/10) menempatkan lima pejabat dalam posisi strategis di lingkungan Kemenkeu. Penunjukan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal menjadi perubahan utama, disertai penugasan Tri Budhianto, Nufransa Wira Sakti, Neilmaldrin Noor, dan Hidayat Amir pada jabatan masing-masing.

Suahasil menegaskan pentingnya adaptasi dan penerusan pengabdian melalui estafet kepemimpinan. Pesan tersebut menjadi landasan bagi para pejabat untuk menjalankan tanggung jawab sesuai lingkup tugas masing-masing.

Pada akhirnya, efektivitas perubahan susunan pejabat akan bergantung pada pelaksanaan tugas, koordinasi, serta kesinambungan program kementerian. Pelantikan ini menjadi langkah organisasi, sedangkan perkembangan kinerja selanjutnya akan menunjukkan bagaimana para pejabat menjalankan amanah baru mereka.

Tag: ·
Jaya Purnama

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)