Pertamina Siagakan 66 SPBU 24 Jam untuk Jaga Pasokan BBM Bali

Jaya Purnama

Pertamina Siagakan 66 Spbu 24 Jam Untuk Jaga Pasokan Bbm Bali
Ilustrasi: Pertamina Siagakan 66 Spbu 24 Jam Untuk Jaga Pasokan Bbm Bali

Jayapurnama.com – SPBU 24 jam di Bali disiapkan untuk menjaga akses masyarakat terhadap bahan bakar selama proses pemulihan penyaluran. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengoperasikan 66 stasiun pengisian secara nonstop, terdiri atas 42 titik di Denpasar dan 24 titik di Kabupaten Badung.

Penguatan layanan tersebut berjalan bersama penambahan stok, armada distribusi, dan personel lapangan. Dengan demikian, upaya menjaga pelayanan tidak hanya bertumpu pada jam buka SPBU, tetapi juga pada kelancaran pengiriman BBM menuju lokasi pengisian.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan perusahaan terus memantau kondisi lapangan. Ia menyebut kesiapan pasokan perlu berjalan seiring dengan dukungan operasional agar penanganan bisa disesuaikan dengan perkembangan situasi.

SPBU 24 jam di Bali tersebar di Denpasar dan Badung

Dari total 66 SPBU yang beroperasi sepanjang hari, porsi terbesar berada di Kota Denpasar, yakni 42 lokasi. Sementara itu, 24 SPBU lainnya berada di Kabupaten Badung. Pembagian ini memberi gambaran cakupan layanan yang disiagakan di dua wilayah tersebut.

Namun, jumlah itu tidak berarti setiap SPBU di Bali buka 24 jam. Warga yang hendak mengisi bahan bakar tetap perlu memastikan lokasi tujuan termasuk dalam SPBU siaga, terutama jika bepergian pada malam hari. Informasi yang tersedia menyebut jumlah dan wilayah, tetapi tidak memuat daftar alamat tiap titik.

Operasional nonstop menjadi salah satu cara untuk memperluas waktu pelayanan ketika penyaluran sedang dipulihkan. Selain itu, jam layanan yang lebih panjang dapat membantu masyarakat mengatur waktu pengisian. Pengendara tetap perlu mengikuti ketentuan pembelian yang berlaku, karena SPBU yang buka sepanjang malam tidak menghapus pembatasan BBM.

Stok ditargetkan mencukupi hingga 14–15 hari

Pertamina menargetkan stok BBM di Terminal Manggis, Karangasem, dan Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, mencapai 48 juta liter. Persediaan tersebut diproyeksikan memenuhi kebutuhan masyarakat Bali selama sekitar 14 sampai 15 hari ke depan.

Target stok itu disertai penguatan angkutan darat. Sebanyak 108 mobil tangki disiagakan bersama 465 awak armada. Pertamina juga menambahkan 16 unit mobil tangki baru untuk mendukung distribusi dari terminal menuju SPBU.

Pengiriman yang lancar menjadi bagian penting dari kesiapan pasokan. Stok di terminal perlu diteruskan ke titik layanan secara teratur agar penguatan operasional bisa dirasakan masyarakat. Karena itu, Polda Bali turut mengawal pergerakan mobil tangki untuk membantu mencegah hambatan selama pengiriman.

Pengawalan tersebut mendukung upaya distribusi, tetapi tidak menjamin kondisi lalu lintas selalu bebas kendala. Pertamina menyatakan pemantauan terus dilakukan dan langkah penanganan dapat menyesuaikan perkembangan di lapangan. Dengan begitu, penambahan armada dan persediaan berjalan berdampingan dengan pengawasan operasional.

Personel TNI ikut membantu layanan malam

Untuk menjaga pelayanan pada jam-jam malam, Pertamina bekerja sama dengan Kodam IX/Udayana. Sebanyak 100 personel TNI disiagakan sebagai operator SPBU cadangan. Dukungan ini melengkapi petugas yang menjalankan pelayanan di lokasi.

Kesiapan personel menjadi perhatian karena operasional 24 jam membutuhkan dukungan bergantian dan pengawasan berkelanjutan. Kehadiran operator cadangan diharapkan membantu SPBU mempertahankan layanan saat kebutuhan operasional meningkat. Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi dan aturan di setiap lokasi.

Di sisi lain, pengaturan distribusi dan pembelian BBM berjalan sebagai langkah bersama untuk menjaga pasokan. Pertamina meminta masyarakat membeli sesuai kebutuhan, bukan menambah pembelian tanpa alasan. Sikap tersebut membantu penggunaan stok tetap tertib selama proses pemulihan berlangsung.

Batas pembelian dan aturan ganjil-genap

Sesuai arahan Pemerintah Provinsi Bali, pembelian harian dibatasi maksimal 20 liter untuk mobil dan 3 liter untuk sepeda motor hingga kondisi dinyatakan pulih. Batas tersebut berlaku di tengah upaya menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat. Karena itu, pengendara sebaiknya menyesuaikan pengisian dengan kebutuhan perjalanan.

Selain pembatasan volume, pemerintah daerah memberlakukan skema ganjil-genap berdasarkan nomor polisi kendaraan. Aturan itu berlaku selama tiga hari berturut-turut, mulai Sabtu, 17 Oktober 2026, hingga Senin, 19 Oktober 2026. Pengaturannya mengacu pada Surat Gubernur Bali Nomor B.21.500.1/16673/V/DISNAKER.ESDM.

Pengendara perlu memeriksa ketentuan yang berlaku sebelum menuju SPBU agar tidak salah menentukan waktu pengisian. Materi pengumuman menyebut penerapan ganjil-genap dan rentang tanggalnya, tetapi tidak merinci pembagian nomor kendaraan untuk setiap hari. Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya mengikuti petunjuk resmi yang berlaku di lapangan.

Ahad mengimbau warga tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan menaati pengaturan pengisian. Ia berharap dukungan masyarakat membantu pelayanan kembali normal secara bertahap. Sementara pemulihan berlangsung, kesiapan stok, armada, petugas, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran layanan di Bali.

Penulis:

Jaya Purnama

Home Trending Explore Discover Menu