Infrastruktur Pengawasan Makin Luas, Begini Cara Melihatnya

Jaya Purnama

Infrastruktur Pengawasan Makin Luas, Begini Cara Melihatnya
Ilustrasi: infrastruktur pengawasan

Jayapurnama.comJakarta, infrastruktur pengawasan di ruang publik berkembang semakin luas melalui kamera kota, pembaca pelat nomor, drone, dan sistem kecerdasan buatan. Warga kini dapat memeriksa sebagian perangkat tersebut melalui peta pengawasan digital.

Pengawasan sering kali berlangsung tanpa disadari. Kamera kecil di tiang lampu, depan toko, gedung, hingga stasiun dapat merekam pergerakan seseorang. Dalam sejumlah kasus, aparat juga bisa memperoleh rekaman dari kamera milik perusahaan atau warga.

Michelle Dahl, direktur eksekutif Surveillance Technology Oversight Project, mengatakan sistem tersebut sulit terlihat jika masyarakat tidak sengaja memperhatikannya. Ia menunjukkan kamera milik New York City Police Department yang tersembunyi di balik kubah plastik hitam.

Infrastruktur pengawasan terhubung dalam jaringan luas

Di New York, Domain Awareness System milik kepolisian menghubungkan lebih dari 80.000 kamera dengan drone, data media sosial, serta sistem pelacakan kendaraan. Menurut Dahl, sistem itu dapat membantu menelusuri orang yang ditemui seseorang dan lokasi yang didatanginya dalam kurun waktu tertentu.

Kamera milik pemerintah bukan satu-satunya perangkat yang berperan. Kamera bisnis, gedung, dan tempat tinggal juga dapat menjadi bagian dari jaringan pengawasan. Beberapa penyedia, termasuk Ring milik Amazon, memiliki sistem yang memudahkan polisi meminta dan menerima rekaman dari pengguna.

Saat berjalan di kawasan Manhattan, jumlah kamera yang terlihat dapat mencapai belasan perangkat hanya dalam jarak pendek. Bentuknya beragam, mulai dari kamera kecil berbentuk pil hingga kamera kota yang dapat bergerak, memperbesar gambar, dan mengarahkan fokus kepada orang tertentu.

Flock Safety menjadi sorotan

Flock Safety menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak mendapat perhatian dalam perdebatan pengawasan. Perusahaan itu menyatakan memiliki lebih dari 100.000 kamera di 6.000 komunitas Amerika Serikat. Sistemnya dikenal karena memindai kendaraan hingga 20 miliar kali setiap bulan, menurut klaim perusahaan.

Teknologinya juga mencakup alat pengenalan wajah dan pelacakan tubuh. Jangkauan jaringan tersebut memungkinkan aparat menelusuri kendaraan melampaui batas wilayah hukum setempat.

Namun, penggunaan teknologi itu memicu kritik. Sedikitnya 46 kasus dilaporkan melibatkan aparat yang memakai sistem Flock untuk tujuan tanpa izin, termasuk menguntit pasangan, mantan pasangan, atau orang asing. Flock menyebut penyalahgunaan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap tujuan teknologi dan meminta pertanggungjawaban bagi petugas yang melanggar.

Lebih dari 50 kota disebut telah memutus hubungan dengan Flock pada tahun ini. Meski begitu, perusahaan menyatakan jumlah pelanggan baru tumbuh sekitar 10 kali lebih cepat dibandingkan pelanggan yang berhenti menggunakan layanannya.

Cara memeriksa kamera di sekitar lingkungan

Masyarakat dapat menggunakan Atlas of Surveillance dari Electronic Frontier Foundation untuk mencari informasi berdasarkan kota, negara bagian, lembaga penegak hukum, atau perusahaan teknologi pengawasan. Peta interaktif itu disusun dari data yang dikumpulkan mahasiswa dan peneliti, tetapi cakupannya belum lengkap.

Pilihan lain adalah DeFlock, peta berbasis kontribusi pengguna yang menampilkan lokasi kamera buatan Flock dan perusahaan lain. Karena siapa pun dapat mengeditnya, tingkat keandalannya bisa berbeda-beda. Meski demikian, peta tersebut dapat membantu warga mengenali perangkat di sekitar rumah atau tempat kerja.

Rindala Alajaji dari Electronic Frontier Foundation menilai teknologi pengawasan tidak otomatis membuat masyarakat lebih aman. Ia menyoroti risiko kesalahan pembacaan pelat nomor yang dapat menyebabkan warga tidak bersalah dihentikan atau diperlakukan sebagai tersangka.

Perdebatan ini tidak hanya berlangsung di Amerika Serikat. Sistem pengenalan wajah juga berkembang di Inggris. Kepolisian mengaitkannya dengan ribuan penangkapan, sedangkan para pengkritik melihatnya sebagai perluasan signifikan negara pengawasan.

Kesadaran publik menjadi langkah awal

Dahl mendorong masyarakat memperhatikan lokasi mereka diawasi dan mencari tahu ke mana data tersebut mengalir. Kesadaran itu dapat mendorong warga ikut menyampaikan aspirasi dalam rapat dewan kota atau mendorong aturan yang lebih jelas.

Dengan memeriksa peta pengawasan dan memperhatikan kamera di ruang publik, warga dapat memahami sejauh mana aktivitas sehari-hari terekam. Pada akhirnya, perdebatan antara keamanan dan privasi membutuhkan informasi yang terbuka, pengawasan publik, serta aturan yang membatasi penyalahgunaan teknologi.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Makmur September 2026: Dapatkan Bonus Hingga 1,2jt dengan Mudah

Kode Referral Makmur September 2026: Dapatkan Bonus Hingga 1,2jt dengan Mudah

Kunjungi Artikel