Jayapurnama.com, China – iCAR V25 resmi diperkenalkan di China sebagai SUV terbaru dengan karakter desain boxy dan teknologi elektrifikasi. Model ini disiapkan untuk memperluas keluarga V-Series milik iCAR ke pasar global.
Kehadiran iCAR V25 menambah pilihan SUV elektrifikasi dari merek yang berada di bawah naungan Chery Group. Mobil tersebut menggunakan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV.
Secara posisi, iCAR V25 berada di antara iCAR V23 dan iCAR V27. Ukurannya lebih besar dari V23, tetapi masih berada di bawah V27 yang menjadi model terbesar dalam keluarga tersebut.
iCAR V25 Bawa Desain SUV Boxy
iCAR V25 mempertahankan bahasa desain khas keluarga V-Series. Bentuk bodinya dibuat tegak dengan garis-garis tegas dan proporsi yang memberikan kesan kokoh.
Desain tersebut menjadi salah satu daya tarik utama SUV baru ini. iCAR tidak hanya mengejar tampilan modern, tetapi juga mempertahankan karakter kendaraan yang terlihat tangguh.
Dengan panjang sekitar 4,6 meter, V25 masuk dalam kategori SUV menengah. Dimensi tersebut membuat ruang kabin dan area utilitas berpotensi lebih luas dibandingkan V23.
Selain itu, desain boxy dapat memberikan keuntungan dari sisi pemanfaatan ruang. Bentuk atap yang relatif tegak juga mendukung kebutuhan konsumen yang mengutamakan kepraktisan.
Karakter tersebut membuat iCAR V25 memiliki pendekatan berbeda dibandingkan SUV listrik yang mengutamakan desain aerodinamis. Model ini justru menonjolkan bentuk kokoh sebagai identitas utama.
Mengandalkan Teknologi EREV
Salah satu bagian penting dari iCAR V25 adalah sistem penggeraknya. SUV ini menggunakan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV.
Sistem tersebut menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin yang berfungsi sebagai range extender. Dengan demikian, roda kendaraan tetap digerakkan menggunakan tenaga listrik.
Mesin bensin memiliki fungsi berbeda dibandingkan kendaraan hybrid konvensional. Mesin tersebut terutama bertugas menghasilkan energi untuk membantu sistem kelistrikan ketika dibutuhkan.
Pendekatan EREV memberikan fleksibilitas dalam perjalanan. Pengguna dapat menikmati karakter berkendara kendaraan listrik tanpa sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.
Untuk penyimpanan energi, iCAR V25 menggunakan baterai lithium iron phosphate atau LFP. Kapasitas baterainya mencapai 33,7 kWh.
Berdasarkan pengujian WLTC, jarak tempuh listrik murni V25 berada di kisaran 145 hingga 150 kilometer. Angka tersebut menunjukkan kemampuan mobil ketika hanya mengandalkan energi baterai.
Namun, jarak perjalanan keseluruhan dapat diperpanjang dengan bantuan mesin bensin sebagai range extender. Karena itu, teknologi EREV menjadi salah satu nilai jual utama SUV ini.
iCAR V25 Punya Kemampuan Angkut Menarik
Selain menawarkan elektrifikasi, iCAR V25 juga membawa aspek utilitas. SUV tersebut diklaim mampu menarik beban hingga 1.800 kilogram.
Kemampuan ini memperkuat karakter V25 sebagai kendaraan yang tidak hanya ditujukan untuk penggunaan perkotaan. Mobil tersebut juga memiliki potensi digunakan untuk perjalanan dengan kebutuhan membawa beban tambahan.
Di sisi lain, kombinasi desain boxy dan kemampuan menarik beban membuat V25 memiliki karakter yang cukup berbeda. Mobil ini mencoba menggabungkan tampilan SUV tangguh dengan teknologi elektrifikasi.
Konsep tersebut juga dapat menarik konsumen yang menginginkan kendaraan listrik dengan fungsi lebih fleksibel. Terlebih, sistem EREV menawarkan solusi bagi pengguna yang masih khawatir terhadap jarak tempuh kendaraan listrik murni.
Beberapa keunggulan utama iCAR V25 antara lain:
- Menggunakan sistem penggerak EREV.
- Dibekali baterai LFP berkapasitas 33,7 kWh.
- Jarak tempuh listrik sekitar 145-150 kilometer berdasarkan WLTC.
- Memiliki panjang sekitar 4,6 meter.
- Mampu menarik beban hingga 1.800 kilogram.
- Mengusung desain SUV boxy khas keluarga V-Series.
Meluncur di China pada Kuartal IV 2026
Setelah diperkenalkan, iCAR V25 dijadwalkan mulai dipasarkan di China pada kuartal IV 2026. Sebelum penjualan dimulai, mobil ini juga dipersiapkan tampil dalam Chengdu Auto Show 2026.
Sementara itu, Chery Group sudah menyiapkan strategi ekspansi untuk model tersebut. iCAR V25 direncanakan menyasar sejumlah pasar internasional setelah peluncuran di China.
Uni Emirat Arab menjadi salah satu pasar yang masuk dalam rencana ekspansi. Langkah ini menunjukkan ambisi iCAR untuk memperluas jangkauan mereknya di luar pasar domestik.
Namun, informasi mengenai pasar lain masih perlu menunggu pengumuman resmi dari pihak perusahaan. Termasuk kemungkinan kehadiran iCAR V25 di kawasan Asia Tenggara.
Jika ekspansi tersebut berjalan sesuai rencana, V25 dapat menjadi salah satu produk penting bagi perkembangan iCAR. Model ini hadir untuk mengisi celah antara V23 yang lebih kompak dan V27 yang berukuran lebih besar.
Kehadiran iCAR V25 sekaligus memperlihatkan arah pengembangan Chery Group di segmen kendaraan elektrifikasi. Perusahaan tidak hanya menawarkan mobil listrik murni, tetapi juga mengembangkan teknologi EREV.
Dengan desain boxy, baterai LFP 33,7 kWh, sistem EREV, dan kemampuan menarik beban hingga 1.800 kilogram, iCAR V25 menawarkan kombinasi yang cukup menarik.
Kini, perhatian berikutnya tertuju pada harga dan spesifikasi lengkap versi produksi. Selain itu, pasar mana saja yang akan menjadi tujuan ekspansi global juga masih menjadi hal yang menarik untuk ditunggu.






