Jayapurnama.com – Jakarta, Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. (ZGH) dan NIO Holding Co., Ltd. (NIO) memperkuat kemitraan di sektor pengisian daya dan battery swapping. Kedua perusahaan menggelontorkan dana investasi yang mencapai Rp1,7 triliun atau 640 juta yuan.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan jaringan pengisian daya, teknologi battery swapping, hingga integrasi standar untuk kendaraan listrik. Selain itu, kedua perusahaan juga ingin menghubungkan infrastruktur energi agar pengguna memperoleh akses layanan yang lebih luas dan efisien.
Langkah ini memperkuat kolaborasi Geely dan NIO dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Sementara itu, kemitraan tersebut juga menyentuh kebutuhan armada komersial serta pengembangan layanan mobilitas berbasis kendaraan listrik.
Geely dan NIO Perkuat Battery Swapping
CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, mengatakan industri kendaraan listrik membutuhkan rantai pasok yang lebih andal. Menurut dia, pelaku industri juga perlu meningkatkan kualitas, efisiensi, keamanan, dan aspek ramah lingkungan.
Selain itu, Andy menilai jaringan pengisian daya memiliki fungsi penting sebagai infrastruktur publik. Karena itu, ia mendorong pembangunan jaringan secara bersama dengan akses terbuka dan koneksi antarsistem.
Menurut Andy, pendekatan tersebut dapat menciptakan manfaat yang lebih luas bagi pengguna kendaraan listrik. Dengan jaringan yang saling terhubung, pengguna dapat memperoleh lebih banyak pilihan layanan energi saat menggunakan kendaraan listrik.
NIO Power Siapkan Jaringan untuk Mobilitas Komersial
Ke depan, NIO Power akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial. Perusahaan juga mengarahkannya untuk mendukung pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.
Sementara itu, Geely Holding Group dan NIO akan mengembangkan standar serta teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk model kendaraan penumpang. Kerja sama ini mencakup pengembangan kendaraan dan penyediaan layanan pertukaran baterai.
Geely Holding Group akan mengembangkan model kendaraan penumpang yang mendukung sistem battery swapping. Selanjutnya, NIO Power akan menyediakan layanan pertukaran baterai untuk model kendaraan yang kompatibel dengan sistem tersebut.
Dengan demikian, pengguna kendaraan listrik berpotensi memperoleh pilihan solusi energi yang lebih beragam. Selain memperluas pilihan, integrasi tersebut juga dapat mendukung pengalaman mobilitas yang lebih efisien.
NIO Investasi di Haohan Energy
Kerja sama Geely dan NIO juga mencakup sektor smart charging. NIO akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. atau Haohan Energy, yang merupakan anak perusahaan ZGH.
Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10 persen saham di Haohan Energy. Investasi tersebut menjadi bagian dari langkah kedua perusahaan untuk memperluas konektivitas infrastruktur pengisian daya.
Melalui kemitraan ini, Geely Holding Group dan NIO akan menghubungkan infrastruktur pengisian daya milik masing-masing perusahaan. Kemudian, integrasi tersebut akan membantu memperluas cakupan jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Kolaborasi Teknologi dan Standar Jadi Fokus
Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li, mengatakan industri kendaraan listrik pintar di China berkembang pesat dalam satu dekade terakhir. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan kemajuan teknologi dan inovasi yang berkelanjutan.
Namun, William menilai industri perlu meningkatkan efisiensi dalam mengubah inovasi menjadi nilai tambah bagi pengguna. Karena itu, kerja sama dengan Geely tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga mencakup standar, operasional, aset, dan investasi.
Menurut William, kolaborasi yang lebih erat dapat menyatukan kekuatan yang telah dibangun kedua perusahaan selama bertahun-tahun. Dengan pendekatan tersebut, kedua pihak dapat mengembangkan ekosistem energi kendaraan listrik secara lebih terintegrasi.
Di sisi lain, integrasi jaringan pengisian daya dapat memberikan manfaat operasional bagi kedua perusahaan. Pengguna juga berpotensi memperoleh akses terhadap jaringan yang lebih luas ketika infrastruktur kedua pihak saling terhubung.
Dampak bagi Ekosistem Kendaraan Listrik
Kerja sama Geely dan NIO memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada teknologi kendaraan. Infrastruktur pengisian daya dan battery swapping juga menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.
Selain itu, standardisasi battery swapping dapat membantu memperluas penggunaan teknologi tersebut pada lebih banyak model kendaraan. Namun, penerapannya tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan, teknologi, infrastruktur, serta model operasional yang dikembangkan kedua perusahaan.
Sementara itu, investasi NIO di Haohan Energy memperkuat hubungan kedua perusahaan di sektor smart charging. Integrasi jaringan dapat membuka peluang untuk meningkatkan jangkauan layanan sekaligus memperbaiki efisiensi pengoperasian infrastruktur.
Pada akhirnya, Geely dan NIO menempatkan kolaborasi sebagai salah satu cara untuk mengembangkan layanan energi kendaraan listrik. Langkah tersebut mencakup investasi, pengembangan teknologi, penyelarasan standar, serta integrasi jaringan pengisian daya dan battery swapping.
Dengan investasi mencapai Rp1,7 triliun atau 640 juta yuan, kemitraan ini menjadi langkah penting kedua perusahaan dalam memperkuat infrastruktur kendaraan listrik. Selanjutnya, hasil pengembangan teknologi dan jaringan tersebut akan menjadi faktor penting dalam melihat sejauh mana kolaborasi ini dapat memperluas pilihan energi bagi pengguna kendaraan listrik.








